Informasi Terbaru Mengenai Korban Longsor di Desa Pasirlangu
Jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi meningkat menjadi 16 kantong. Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh kantong telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi atau belum teridentifikasi. Kantong jenazah yang belum teridentifikasi telah diambil sampel DNA-nya dan sementara disimpan di RSUD Cibabat.
Berikut adalah rincian data dari tujuh kantong jenazah yang telah teridentifikasi:
* PM: 062/022/DVI-CSR/001 — Suryana, laki-laki, 57 tahun
* PM: 062/022/DVI-CSR/002 — Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun
* PM: 062/022/DVI-CSR/003 — Nining, perempuan, 40 tahun
* PM: 062/022/DVI-CSR/004 — Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun
* PM: 062/022/DVI-CSR/005 — Nurhayati, perempuan, 42 tahun
* PM: 062/022/DVI-CSR/007 — M. Kori, laki-laki, 30 tahun
* PM: 062/022/DVI-CSR/011 — Lina Lismayanti, perempuan, 43 tahun
Sementara itu, kantong jenazah yang belum teridentifikasi meliputi:
* PM : 62/022/DVI-CSR/009
* PM : 62/022/DVI-CSR/010
* PM : 62/022/DVI-CSR/008
* PM : 62/022/DVI-CSR/006 BP
* PM : 62/022/DVI-CSR/011
* PM : 62/022/DVI-CSR/012
* PM : 62/022/DVI-CSR/013
* PM : 62/022/DVI-CSR/014
* PM : 62/022/DVI-CSR/015
* PM : 62/022/DVI-CSR/016
Seluruh proses identifikasi dilakukan secara teliti dengan melibatkan tenaga medis, forensik, serta dukungan teknologi untuk memastikan keakuratan dan kemanusiaan dalam penanganan korban. Pihak berwenang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan bermartabat.
Pelayanan Kesehatan di Lokasi Pengungsian
Lebih lanjut, pihak kepolisian menekankan pentingnya kehadiran pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Tujuan dari pos pelayanan ini adalah untuk memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana.
Proses Pencarian Korban Tanah Longsor
Proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat memasuki hari kedua, Senin (26/1/2026). Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian korban pada pukul 07.00 WIB, hari ini. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan pencarian akan dimulai dengan briefing untuk membagi tugas personel di lapangan.
Mengingat titik longsoran tersebut melanda dua kampung yaitu Pasir Kuda dan Pasir Kuning, dengan diperkirakan mencapai tiga kilometer. “Kami akan melakukan apel pagi untuk briefing memberikan tugas dan membagi tim,” ujarnya.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, material longsoran di Desa Pasirlangu pada hari pertama pencarian korban (24/1), masih didominasi tanah lunak yang bercampur air. Kondisi ini membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian serta mengevaluasi korban. Hal itu juga menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pencarian yang akan digunakan nanti.
“Kami lihat situasi dulu. Alat berat sebenarnya sudah disiapkan, tapi belum bisa diturunkan. Kami menggunakan alat konstruksi, proses manual. Kalau memang lokasi memungkinkan, kami bisa turunkan alat berat,” katanya.
Ade menuturkan, timbunan material longsoran diperkirakan mencapai ketebalan sekitar lima meter. Hal tersebut sesuai dengan laporan dari kepala desa setempat, terkait rumah-rumah warga yang tertimbun. “Rumah-rumah yang terkubur dari longsoran itu sekitar 5 meter. Jadi dari luas area 100 meter lebarnya. Dari mahkota longsoran hingga ke titik akhir longsor itu sekitar tiga kilometer,” ucapnya.