Gagasan Proyek Rp7 Triliun, Gubernur Rudy Mas’ud: Jangan Sampai Macet Jakarta Pindah ke Balikpapan

Bayu Purnomo
4 Min Read

Rencana Pembangunan Waterfront Road dan Riverside Road di Balikpapan dan Samarinda

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merancang pembangunan Waterfront Road di Balikpapan dan Riverside Road di Samarinda dengan anggaran mencapai Rp7 triliun. Proyek ini bertujuan untuk mengurai kemacetan dan mendukung mobilitas masyarakat seiring beroperasinya Ibu Kota Nusantara (IKN). Tahap awal proyek masih berupa studi kelayakan dan koordinasi lintas pemerintah.

Kemacetan di Samarinda dan Balikpapan

Seiring berkembangnya kota, masyarakat di dua kota besar di Kalimantan Timur, Samarinda dan Balikpapan, sudah harus berjibaku dengan kemacetan. Kemacetan biasanya terjadi di jam-jam sibuk pagi dan sore hari, saat berangkat dan pulang sekolah atau kerja. Meski kemacetan di kedua kota ini belum separah di DKI Jakarta, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ingin mencegah hal tersebut melalui proyek senilai Rp 7 triliun.

Waterfront Road dan Riverside Road

Rudy Mas’ud mengungkapkan rencana besar pembangunan Waterfront Road di Balikpapan dan Riverside Road di Samarinda. Proyek strategis ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp7 triliun. Proyek ini masuk dalam lima program prioritas Pemprov Kaltim periode 2025–2029.

Di Samarinda, jalur riverside akan dibangun di sepanjang tepian Sungai Mahakam, menghubungkan Jembatan Mahkota hingga kawasan pelelangan ikan. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur utama kota.

Sementara di Balikpapan, waterfront road dirancang membentang dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan hingga kawasan monumen di depan Kodam VI/Mulawarman. Jalur ini diharapkan menjadi penyangga arus kendaraan yang selama ini menumpuk di Jalan Jenderal Sudirman, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.

Anggaran dan Tahap Perencanaan

Rudy menjelaskan, total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp7 triliun, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk proyek di Balikpapan. Samarinda: sekitar Rp2 triliun. Balikpapan: sekitar Rp5 triliun. Meski demikian, realisasi proyek masih bergantung pada kemampuan fiskal daerah.

Pemprov Kaltim menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7 triliun tahun ini sebagai prasyarat utama pelaksanaan pembangunan. Saat ini, studi kelayakan kedua proyek masih dalam proses, dan koordinasi dengan pemerintah kota setempat akan dilakukan.

Konsep Proyek

Waterfront Road adalah kawasan tepi sungai atau laut yang dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus jalur alternatif transportasi. Riverside Road adalah jalan di sepanjang sungai yang berfungsi mengurai kemacetan pusat kota dan meningkatkan konektivitas wilayah.

Di Balikpapan rencana membangun coastal road sudah ada sejak lama. Proyek ini sudah direncanakan sejak 2009. Namun implementasinya masih tertunda karena adanya perubahan peraturan Tata Kelola kawasan Perairan dan Reklamasi.

Reaksi Wali Kota Samarinda

Soal usulan pembuatan coastal road atau riverside road di Kota Samarinda, sudah pernah ditanggapi oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia menyampaikan dukungannya namun juga mengingatkan pentingnya dialog lintas pemerintah daerah.

[NAMA-0]

Ia menyoroti potensi dampak pembangunan jalan pesisir terhadap masyarakat Selili, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup dari aktivitas perairan. Sebab itu orang nomor satu di Samarinda ini menegaskan bahwa pelibatan Pemkot Samarinda adalah hal penting.

[NAMA-1]

Tanggapan DPRD Kaltim soal Coastal Road Samarinda

Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi memberikan komentar terkait dengan rencana pembangunan tersebut. Pihaknya mendukung adanya pembangunan jalan di atas air itu, apalagi “coastal road” itu jika dirancang dengan matang akan menjadi ikon baru bagi warga Samarinda.

Namun di sisi lain, Reza mengingatkan Kaltim masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar, khususnya terkait infrastruktur jalan provinsi yang kondisinya belum merata dan memerlukan perhatian serius. Ia juga mendorong agar rencana pembangunan berskala besar seperti coastal road dapat diimbangi dengan pemetaan skala prioritas pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di daerah.

Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *