Insiden Mengejutkan di Makam Vidi Aldiano, Pusara Suami Sheila Tiba-Tiba Amblas, Ini Kondisi Terbarunya

Rizal Hartanto
4 Min Read

Insiden Makam Vidi Aldiano yang Menyedot Perhatian Publik

Beberapa waktu lalu, sebuah insiden tak terduga terjadi di makam Vidi Aldiano, yang membuat banyak orang menjadi penasaran. Beredar kabar bahwa pusaranya sempat mengalami amblas. Hal ini langsung dibenarkan oleh pihak TPU Tanah Kusir, salah satunya adalah Jamuri, seorang perawat makam yang menjelaskan kondisi tersebut secara detail.

Jamuri mengungkapkan bahwa penurunan tanah atau amblas pada makam Vidi disebabkan oleh curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini memang benar terjadi dan segera ditangani oleh tim petugas. “Nah ini kan saya lagi betulin. Kan kemarin agak amblas tuh, sedikit. Karena hujan terus kan agak amblas,” ujar Jamuri dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat, 13 Maret 2026.

Proses Perbaikan Makam dan Komunikasi dengan Keluarga

Selain melakukan perbaikan, pihak TPU Tanah Kusir juga melaporkan kondisi makam kepada ibunda Vidi Aldiano. Tujuannya adalah agar keluarga almarhum mengetahui perkembangan dan merasa tenang bahwa pusara sang anak tetap terawat dengan baik.

Jamuri bersama beberapa petugas lain langsung mengambil langkah cepat untuk merapikan makam. Mereka menata kembali area pusara agar terlihat lebih rapi dan layak dikunjungi peziarah. Proses ini dilakukan dengan hati-hati, mengingat makam masih sering didatangi pengunjung yang ingin memberi penghormatan.

“Kemarin kan saya udah kontak ibu almarhum ‘Bu ini makam Vidi udah agak amblas, saya mau rapiin’. ‘Oh iya, nanti nunggu katanya ada yang ngurus’,” kata Jamuri. Setelah berbicara dengan keluarga, ia segera melakukan perbaikan. “Habis ngomong begitu enggak lama dari koordinator saya, ‘udah suruh rapiin katanya’. Ya udah saya rapiin. Tapi belum selesai semua,” tambahnya.

Pemasangan rumput di sekitar makam pelantun lagu Nuansa Bening itu juga masih menunggu material yang sedang dipesan. “Tapi belum dipasang rumput karena rumput masih pesan, paling dua hari dipasang rumput dulu,” terang Jamuri.

Pemakaman Vidi Aldiano yang Penuh Makna

Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) di usia 35 tahun akibat penyakit kanker ginjal. Ia tutup usia setelah enam tahun berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya. Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan pada Minggu (8/3/2026) di TPU Tanah Kusir.

Salah satu hal yang menyita perhatian selama pemakaman adalah pakaian berwarna biru yang dikenakan oleh keluarga dan para sahabat. Istri Vidi, Sheila Dara, terlihat mengenakan kerudung pasmina biru yang menutupi kepala. Selain itu, Raisa, Afgan, Fadil Jaidi, Keanu Angelo hingga Anya Geraldine kompak memakai baju biru saat mengantarkan pelantun lagu Status Palsu tersebut ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Warna biru dipilih oleh para sahabat sebagai simbol penghormatan terakhir kepada Vidi, sekaligus memiliki makna khusus yang berkaitan dengan sang penyanyi semasa hidupnya. Alasan di balik pilihan warna ini diungkap oleh Ranggaz Laksmana, salah satu sahabat Vidi. Ia menjelaskan bahwa warna biru memiliki arti penting bagi Vidi karena dianggap sebagai simbol keberhasilan dan keberuntungan dalam hidupnya.

“Hari ini semua orang yang sayang sama kamu pake baju biru, kamu pernah bilang, sesuai feng shui, itu warna keberhasilan dan keberuntungan kamu,” tulis Ranggaz dalam unggahan Instagramnya.

Detik-Detik Pemakaman yang Khidmat

Prosesi pemakaman Vidi Aldiano diiringi oleh keluarga, sahabat, hingga masyarakat yang ingin menyaksikan jenazah sang penyanyi untuk kali terakhir. Di antara pelayat, sosok istri Vidi, Sheila Dara menjadi yang paling disorot. Ia tampil dalam balutan selendang biru yang ditutupkan di kepala. Wajahnya tampak ditutupi dengan masker.

Jasad Vidi kemudian diletakkan di sisi makam sebelum akhirnya dimasukkan perlahan ke liang lahat. Hujan mengguyur cukup deras mengiringi pemakaman Vidi di TPU Tanah Kusir. Pelayat yang hadir datang membawa payung. Sementara tanah merah di sekitar makam juga terlihat becek karena derasnya hujan. Iringan doa juga dilantunkan saat prosesi pemakaman dilakukan. Suasana berlangsung khidmat saat lantunan Alfatihah dan doa-doa dipanjatkan.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *