Museum Negeri Sumatera Utara, Destinasi Wisata Edukasi yang Menarik
Museum Negeri Sumatera Utara menjadi destinasi wisata edukasi yang tepat bagi traveler yang ingin mengenal dekat sejarah, budaya, dan peradaban masyarakat Sumatera Utara dari masa ke masa. Berlokasi di pusat Kota Medan, museum ini menyimpan ribuan koleksi bersejarah yang mencerminkan kekayaan etnis, agama, dan perjalanan panjang provinsi Sumatera Utara.
Destinasi ini bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, akan tetapi juga pusat edukasi dan destinasi wisata budaya yang inspiratif. Dengan harga tiket yang terjangkau, traveler bisa belajar sejarah, mengenal keberagaman budaya, serta menambah wawasan tentang perjalanan panjang Sumatera Utara.
Jika Anda sedang mencari pilihan wisata edukatif yang murah dan penuh pengetahuan saat akhir pekan, Museum Negeri Sumatera Utara bisa jadi pilihan yang tepat. Berikut adalah itinerary wisata edukasi yang bisa Anda ikuti.
Lokasi dan Jam Operasional
Lokasi: Jalan HM Joni Nomor 51, Teladan Barat, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara.
Jam Operasional: 09.00 – 15.00 WIB
Itinerary Wisata Edukasi
1. Kedatangan dan Pembukaan Kunjungan (08.30 WIB)
Setibanya di Museum Negeri Sumatera Utara, pengunjung akan disambut suasana museum yang asri dan tertata rapi. Kunjungan dimulai dengan perkenalan singkat mengenai sejarah museum yang diresmikan pada 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta peletakan koleksi awal oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Museum ini tercatat memiliki lebih dari 7.200 koleksi, dengan sekitar 600 koleksi terbaik yang dipamerkan kepada publik.
2. Menjelajah Ruang Prasejarah (09.00 WIB)
Perjalanan berlanjut ke Ruang Prasejarah, yang menampilkan kehidupan manusia purba di Sumatera Utara. Di ruangan ini, kamu dapat melihat gambaran manusia yang hidup di hutan, belum mengenal pakaian modern, dan masih memanfaatkan kulit hewan sebagai penutup tubuh. Ruang tersebut memberikan pemahaman awal tentang bagaimana kehidupan manusia berkembang secara perlahan dari masa ke masa.
3. Ruang Arca dan Peninggalan Kuno (09.45 WIB)
Di ruang selanjutnya, pengunjung disuguhkan berbagai arca batu, makara, dan stamba yang berasal dari beberapa daerah di Sumatera Utara, seperti Karo dan Padang Lawas Utara. Makara yang berada di pintu masuk museum menjadi salah satu koleksi penting karena merupakan koleksi awal museum.

4. Ruang Gubernur Sumatera Utara (10.15 WIB)
Ruang ini menampilkan sejarah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, mulai dari gubernur pertama hingga yang terbaru. Tersedia layar digital yang menjelaskan profil singkat setiap gubernur beserta masa jabatannya, sehingga pengunjung dapat memahami perjalanan pemerintahan di Sumatera Utara.
5. Ruang Sejarah Perjuangan dan Persenjataan (10.45 WIB)
Kunjungan dilanjutkan ke ruang sejarah perjuangan yang menampilkan berbagai koleksi uang lama, surat perintah, dan dokumen penting dari masa sebelum dan sesudah kemerdekaan. Tak jauh dari sana, terdapat Ruang Persenjataan, yang memamerkan senapan, pedang, dan bambu runcing yang digunakan oleh para pejuang Sumatera Utara dalam mempertahankan kemerdekaan.
6. Aula dan Koleksi Pustaha Lak-Lak (11.30 WIB)
Museum juga memiliki aula yang kerap digunakan untuk rapat, pameran budaya, dan kegiatan edukasi. Di area ini, pengunjung dapat melihat Pustaha Lak-Lak, naskah kuno yang terbuat dari kulit kayu dan berisi catatan penting masyarakat Batak pada masa lalu.

7. Lantai 2: Rumah Adat dan Kehidupan Tradisional (12.00 WIB)
Di lantai dua bagian barat, pengunjung diajak mengenal miniatur rumah adat dari delapan etnis asli Sumatera Utara, seperti Batak Toba dan Nias. Selain itu, terdapat replika dapur tradisional yang menunjukkan kehidupan masyarakat zaman dahulu yang masih serba manual, menggunakan kayu bakar dan peralatan tanah liat.
8. Ruang Sejarah Agama: Islam dan Hindu-Buddha (13.00 WIB)
Kunjungan dilanjutkan ke ruang sejarah masuknya agama ke Sumatera Utara. Islam pertama kali masuk melalui Kota Barus, Tapanuli Tengah, lewat jalur perdagangan. Di ruangan ini terdapat replika nisan makam tokoh penyebar Islam, seperti Makam Papan Tinggi. Selanjutnya, pengunjung memasuki ruang Hindu-Buddha yang menampilkan peninggalan arca, termasuk kepala arca Heruka dan kursi adat Nias Osa-Osa, yang dahulu digunakan untuk musyawarah dan upacara adat.

Estimasi Biaya Kunjungan (Perorangan, Lokal)
Tiket masuk museum
Rp 5.000
Transport lokal (PP)
Rp 20.000
Konsumsi ringan
Rp 15.000
Total Estimasi Biaya
Rp 40.000
Disclaimer: Biaya dapat menyesuaikan tergantung jarak dan moda transportasi yang digunakan.