Klaim Baru Elon Musk Soal Robotaxi Dorong Kenaikan Harga Saham Tesla

Muhammad Muhlis
5 Min Read

Perkembangan Terbaru dalam Layanan Robotaxi Tesla

Saham Tesla mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Kamis (22/1/2026) setelah CEO perusahaan, Elon Musk, mengumumkan bahwa Tesla telah memulai layanan robotaxi tanpa kehadiran pengawas keselamatan di dalam kendaraan di Austin, Texas. Pengumuman ini disampaikan melalui platform X, menunjukkan bahwa Tesla semakin mendekati target pengembangan sistem otonom yang lebih maju.

Pengumuman tersebut datang di tengah persaingan ketat antara Tesla dan perusahaan lain seperti Waymo, unit kendaraan otonom milik Alphabet. Waymo terus memperluas layanan robotaxi di Amerika Serikat, yang menjadi tantangan tersendiri bagi Tesla dalam membangun keunggulan kompetitif.

Klaim Elon Musk tentang Robotaxi Tesla

Musk menyatakan bahwa Tesla telah memulai perjalanan robotaxi di Austin tanpa adanya pengawas keselamatan di dalam mobil. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim AI Tesla dengan menulis, “Selamat kepada tim AI Tesla.” Unggahan ini muncul sebagai respons atas video-video yang dibagikan oleh pengguna X, yang menunjukkan robotaxi Tesla beroperasi tanpa pengemudi keselamatan.

Ashok Elluswamy, kepala divisi AI Tesla, memberikan penjelasan tambahan. Menurutnya, layanan robotaxi tanpa pengawasan masih dilakukan secara terbatas. Tesla mulai dengan beberapa kendaraan tanpa pengawas yang digabungkan dengan armada robotaxi yang masih menggunakan pengawas keselamatan. Rasio kendaraan tanpa pengawas akan ditingkatkan secara bertahap.

Pasar merespons positif klaim tersebut. Saham Tesla (TSLA) ditutup naik lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis. Pada penutupan perdagangan, saham Tesla berada di level 449,36 dollar AS, naik 17,92 dollar AS atau 4,15 persen. Setelah jam bursa, saham Tesla kembali menguat ke level 450,20 dollar AS.

Ekspansi Layanan Robotaxi oleh Waymo

Di hari yang sama, Waymo mengumumkan ekspansi layanan robotaxi ke wilayah Miami. Dalam blog resmi perusahaan, Waymo menyatakan telah mulai mengundang penumpang publik pertama di kota tersebut. Hingga saat ini, hampir 10.000 warga telah mendaftar untuk layanan ini. Undangan kepada penumpang baru akan dilakukan secara bertahap guna memastikan pengalaman layanan yang lancar di area layanan awal seluas sekitar 60 mil persegi.

Waymo juga menyebut layanan perjalanan menuju Bandara Internasional Miami akan segera tersedia. Sebelum ekspansi ke Miami, Waymo telah mengoperasikan layanan robotaxi di lima pasar utama di Amerika Serikat, yakni Austin, Atlanta, Los Angeles, Phoenix, serta wilayah San Francisco Raya.

Sepanjang tahun ini, Waymo menargetkan ekspansi ke Dallas, Denver, Detroit, Houston, Las Vegas, Orlando, San Antonio, San Diego, Washington DC, dan Nashville. Selain itu, pengujian juga dilakukan di kota-kota dengan kepadatan tinggi seperti New York, Tokyo, dan London.

Posisi Tesla dalam Layanan Otonom

Sementara itu, layanan kendaraan otonom Tesla masih tertinggal dibandingkan Waymo. Dalam ajang World Economic Forum di Davos, Musk menyampaikan bahwa layanan Full Self-Driving (FSD) Tesla yang bersifat supervised akan segera mendapatkan persetujuan di Eropa dan China.

“Kami berharap bisa mendapatkan persetujuan Full Self-Driving Supervised di Eropa, mudah-mudahan bulan depan, dan kemudian dengan waktu yang kurang lebih sama di China,” kata Musk.

Saat ini, layanan Waymo beroperasi pada level 4 otonom, yakni sepenuhnya otonom di wilayah geografis tertentu. Adapun FSD Tesla masih dikategorikan sebagai sistem otonom level 2.

Prospek Robotaxi Tesla

Robotaxi Tesla saat ini beroperasi di Austin dan wilayah San Francisco Bay Area. Namun, layanan tersebut selama ini masih membutuhkan pengemudi keselamatan karena bersifat supervised.

Video yang dibagikan Musk mengindikasikan bahwa Tesla telah memperoleh izin untuk mengoperasikan robotaxi tanpa pengemudi keselamatan di Austin. Namun, Musk tidak menjelaskan secara rinci apakah izin tersebut telah resmi diberikan.

Analis Morgan Stanley menilai penghapusan pengemudi keselamatan menjadi katalis penting bagi pengembangan layanan robotaxi Tesla. Morgan Stanley memperkirakan Tesla akan mengoperasikan sekitar 1.000 unit robotaxi hingga akhir tahun ini. Sebagai perbandingan, Waymo mengungkapkan telah memiliki sekitar 2.500 robotaxi yang beroperasi di jalan umum.

Tesla dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal keempat pada 28 Januari setelah penutupan perdagangan. Dalam agenda tersebut, Tesla diperkirakan akan memberikan pembaruan terkait layanan Full Self-Driving, robotaxi, serta produk robotaxi khusus Cybercab.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *