Sukanto Tanoto, Pemilik Perusahaan Siapa dan Kekayaannya Berapa Rupiah?

Hendra Susanto
5 Min Read

Latar Belakang Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto sering muncul dalam daftar orang terkaya Indonesia. Publik juga penasaran dengan perusahaan-perusahaan yang dimilikinya serta posisi kekayaannya. Angka kekayaan Sukanto Tanoto dalam rupiah terus berubah sesuai kinerja bisnis globalnya.

Awal Perjalanan Bisnis

Sukanto Tanoto lahir di Belawan, Medan, pada 25 Desember 1949. Ketika sekolah Tionghoa ditutup pada era Orde Baru, ia harus menghentikan pendidikan formal. Namun, kondisi ini tidak menghentikannya. Setelah ayahnya wafat, ia mengambil alih usaha keluarga. Selain itu, ia belajar secara otodidak, bahkan menyusun kosakata bahasa Inggris dari kamus satu per satu.

Karier bisnisnya dimulai pada 1967 lewat toko suku cadang sederhana. Di sisi lain, ia juga menggarap jasa konstruksi pendukung industri minyak. Momentum datang saat krisis minyak awal 1970-an menaikkan aktivitas kliennya. Dengan modal yang terkumpul, ia beralih ke pengolahan kayu. Keputusan ini menjadi fondasi ekspansi berikutnya.

Membentuk Grup Usaha Raksasa

Tonggak penting lahir pada 1973 ketika ia membentuk grup usaha yang kini dikenal sebagai Royal Golden Eagle. Sebelumnya, grup ini bernama Raja Garuda Mas. Sejak itu, jaringan kantor berkembang di Singapura, Jakarta, Hong Kong, Beijing, hingga Nanjing.

Jika ditanya Sukanto Tanoto pemilik perusahaan apa, jawabannya mencakup beberapa lini utama. Selain pulp dan kertas, bisnisnya merambah agroindustri, serat viscose, hingga energi. Struktur grup inilah yang menopang pertumbuhan aset lintas negara.

Portofolio Bisnis Utama

Portofolio bisnis kelompok ini tersebar dan saling melengkapi. Misalnya, sektor pulp dan kertas dipegang oleh Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL). Selain itu, agroindustri kelapa sawit dikelola melalui Asian Agri dan Apical.

Di sisi lain, pengembangan energi dijalankan lewat Pacific Oil & Gas (kini dikenal sebagai Pacific Energy). Untuk serat viscose dan selulosa khusus, terdapat Sateri dan Bracell.

Ekspansi terbaru juga terjadi. Pada 2023–2024, grup melakukan akuisisi strategis, termasuk bisnis tisu dan perusahaan konsumen di luar negeri. Langkah ini memperkuat diversifikasi sumber pendapatan.

Kontroversi yang Pernah Mengemuka

Di sisi lain, perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Sejumlah unit usaha pernah menghadapi sorotan publik. Misalnya, operasional pabrik pulp di Sumatra Utara yang kemudian berganti nama menjadi PT Toba Pulp Lestari memicu penolakan warga sejak lama. Selain itu, Asian Agri pernah terseret perkara pajak yang berujung putusan Mahkamah Agung pada 2013.

Isu lingkungan juga mencuat. Namun, perusahaan menyatakan komitmen pada praktik keberlanjutan serta mitigasi perubahan iklim. Narasi ini penting disampaikan agar gambaran tentang konglomerasi bisnisnya tetap berimbang.

Aktivitas Filantropi dan Pendidikan

Selain berbisnis, Sukanto Tanoto aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan Tanoto Foundation pada 1981. Melalui lembaga ini, program pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat dijalankan di berbagai wilayah. Misalnya, fondasi tersebut mendukung pembangunan fasilitas pendidikan dan pendanaan profesor di kampus internasional.

Upaya sosial ini memperkuat reputasi grup di mata global. Selain itu, laporan keberlanjutan rutin disampaikan kepada pemangku kepentingan.

Kekayaan Sukanto Tanoto dalam Rupiah

Pertanyaan tentang kekayaan Sukanto Tanoto dalam rupiah selalu menarik. Berdasarkan pemeringkatan terbaru Bloomberg Technoz per November 2025, kekayaannya diperkirakan sekitar Rp349,99 triliun atau setara US$21 miliar. Di sisi lain, data April dan Februari 2025 menunjukkan kisaran Rp327 triliun.

Perbedaan angka wajar terjadi karena fluktuasi nilai aset dan kurs. Namun, sebagian besar kekayaan tersebut bersumber dari kepemilikan di Royal Golden Eagle dan anak perusahaannya.

Posisi sebagai Orang Terkaya

Lalu, orang terkaya nomor berapa posisi Sukanto Tanoto? Menurut daftar global, ia sempat berada di sekitar peringkat 106 orang terkaya dunia. Selain itu, dalam daftar 50 Orang Terkaya Indonesia, namanya konsisten masuk 20 besar. Data dari Forbes juga menempatkannya sebagai miliarder buatan sendiri dengan sumber kekayaan terdiversifikasi.

Ringkasnya, Sukanto Tanoto pemilik perusahaan apa terjawab lewat jaringan bisnis Royal Golden Eagle yang mencakup pulp dan kertas, kelapa sawit, serat viscose, selulosa khusus, hingga energi. Selain itu, kekayaan Sukanto Tanoto dalam rupiah berada di ratusan triliun, menempatkannya di jajaran elite global. Di sisi lain, perjalanan panjang dari usaha kecil hingga konglomerat internasional menjadi cerita kunci di balik peringkat kekayaannya.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *