Kebakaran di SMKN 5 Semarang: Dua Ruangan Laboratorium Rusak Parah
Aroma hangus sisa kebakaran masih menyengat di lorong depan ruang praktik listrik dan ruang Autocad Jurusan Arsitektur di SMKN 5 Semarang, Jalan Dokter Cipto, Kota Semarang, Jumat (3/4/2026) pagi. Area tersebut kini dipasangi garis polisi setelah dilalap api, pada Kamis (2/4/2026) malam pukul 21.15.
Sekolah itu tampak mengalami kerusakan cukup parah di dua ruang laboratoriumnya. Kaca-kaca jendela pecah, atap bangunan ambrol, dan sebagian plafon runtuh. Di dalam ruangan, puluhan komputer yang biasa digunakan untuk praktik Autocad hangus, bersama berbagai peralatan listrik dan perlengkapan praktik lainnya. Sisa material terbakar berserakan di lantai, bercampur genangan air bekas pemadaman.
Peristiwa kebakaran tersebut juga terekam dalam video yang menunjukkan detik-detik kobaran api masih membesar di dalam salah satu ruang praktik. Api berwarna oranye terang tampak melahap seluruh isi ruangan, menghancurkan furnitur serta merusak struktur plafon. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang berjibaku memadamkan api. Petugas bahkan menjebol akses kaca untuk mempercepat penyemprotan air ke titik api.
Suara reruntuhan material terbakar menambah suasana mencekam di lorong sekolah malam itu. Pada video lanjutan, terlihat kondisi pascakebakaran saat proses pendinginan berlangsung. Petugas pemadam masih hilir mudik memastikan tidak ada titik api baru. Atap bangunan terlihat jebol dan menghitam, sementara asap tipis masih mengepul dari puing-puing yang tersisa.
Listrik Tiba-Tiba Padam
Koordinator Petugas Keamanan SMKN 5 Semarang, Rizal DS, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula dari kondisi listrik yang tiba-tiba padam. Rizal yang curiga kemudian berinisiatif memeriksa panel listrik.
“Awalnya listrik tiba-tiba mati, saya cek panel. Mau saya hidupkan lagi, tapi malah ada kepulan asap banyak,” kata Rizal ketika ditemui Tribun Jateng, Jumat.
Melihat kondisi tersebut, Rizal langsung mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dari pos keamanan dan berusaha memadamkan api secara mandiri. Namun upaya itu tidak berhasil.
“APAR saya semprotkan, tapi api tidak mati, malah tambah besar. Pakai tiga APAR juga tidak bisa mengatasi,” imbuh dia. Tak ingin api semakin membesar, Rizal segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Respons cepat pun diberikan.
“Saya langsung telepon Damkar, alhamdulillah langsung diangkat dan meluncur hitungan menit,” ungkap dia.
Kerugian Material Besar
Dua ruangan yang terdampak adalah laboratorium listrik dan satu ruang laboratorium gambar bangunan berbasis Autocad. Di dalamnya terdapat sekitar 36 unit komputer dengan spesifikasi tinggi yang seluruhnya ikut terbakar. Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Ditaksir sama Inafis dan pihak sekolah kurang lebih hampir Rp 200 juta, tapi belum pasti, karena satu komputer spesifikasinya di atas Rp 10 juta,” jelas Rizal.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Saat ini, area terdampak telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Meski dua ruang laboratorium tidak dapat digunakan, aktivitas belajar mengajar di SMKN 5 Semarang tetap berjalan normal di area lain. Pihak sekolah juga tengah menyiapkan langkah alternatif bagi siswa, khususnya jurusan gambar bangunan, agar tetap dapat menjalankan praktik.
Tanggapan Dinas Pendidikan
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan kejadian dan memastikan penanganan dilakukan secara cepat serta terkoordinasi.
“Peristiwa ini menjadi perhatian kami. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan seluruh warga sekolah serta keberlangsungan layanan pendidikan, terutama bagi siswa yang akan mengikuti Uji Kompetensi Keahlian,” ujar Sadimin, Jumat sore.
Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, tim Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Kamis mulai pukul 22.30-23.30. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik di ruang laboratorium listrik, yang kemungkinan terjadi setelah hujan mengguyur kawasan tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material cukup besar, meliputi kerusakan rangka atap, plafon, kusen jendela, serta peralatan praktik di laboratorium listrik. Selain itu, 36 unit komputer, AC, dan printer juga dilaporkan terbakar.
Nilai kerugian masih dalam proses perhitungan. Sadimin menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah alternatif agar proses pendidikan tetap berjalan, khususnya untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) siswa.
“Kami memastikan UKK tetap terlaksana. Sekolah dapat menggunakan metode portofolio sebagai alternatif, mengingat peralatan praktik yang terbakar belum dapat digunakan,” jelasnya.