1.109 Siswa SMPN 1 Gorontalo Antusias Terima MBG, Camilan Jadi Favorit

Hendra Susanto
5 Min Read

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Gorontalo Selama Ramadan

Selama bulan suci Ramadan, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gorontalo melakukan penyesuaian terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya diberikan kepada siswa. Alih-alih makanan berat seperti nasi, sayur, dan ikan, selama Ramadan menu MBG diganti dengan snack kering seperti kue, susu, buah, roti, tempe goreng, dan abon. Penyesuaian ini dilakukan agar lebih sesuai dengan kondisi puasa.

Paket MBG dibagikan setiap hari sebelum pukul 10.00 Wita kepada 1.109 penerima, termasuk siswa, guru, satpam, dan tenaga tata usaha. Pembagian tetap berjalan rutin selama Ramadan, meskipun ada perubahan menu. PIC MBG SMPN 1 Gorontalo, Lusiana Agus, menjelaskan bahwa proses penerimaan MBG dimulai sejak Senin, 23 Februari 2026, dan setiap hari pasti ada pembagian.

Sebelum Ramadan, menu MBG berupa makanan berat seperti nasi, sayur, ikan, susu, dan buah. Namun khusus Ramadan, menu diubah menjadi snack kering. Lusiana mengatakan bahwa snack kering ini mencakup berbagai jenis seperti kue, susu, buah, telur, roti, tempe goreng, dan abon. Makanan tersebut dikemas dalam kotak dan dimasukkan ke dalam totebag. Totebag kemudian dikembalikan ke SPPG sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah.

Respons positif dari siswa terhadap penyesuaian menu ini cukup baik. Salah satu siswa, Affan Setiawan Thalib, menyampaikan bahwa menu snack kering lebih sesuai dengan kondisi Ramadan. Ia menilai bahwa jika tetap diberikan makanan berat, hanya siswa yang tidak berpuasa yang akan langsung mengonsumsinya di sekolah. Menurutnya, makanan berat juga berisiko basi jika menunggu waktu berbuka.

Meski mengakui bahwa menu sebelum Ramadan terasa lebih mengenyangkan, Affan memahami penyesuaian yang dilakukan. Ia juga memberi masukan agar penyelenggara lebih memperhatikan aspek gizi dan variasi menu. Umumnya, paket MBG disimpan siswa untuk berbuka puasa di rumah. Pada hari itu, menu yang diterima terdiri dari kurma, kue, susu, dan tempe goreng.

Perubahan Menu dan Proses Pembagian

Pada jam 10.00 Wita, para siswa dipanggil melalui pengeras suara menuju aula sekolah. Di sana, ratusan paket makanan telah tertata rapi di atas meja. Guru dan wali kelas kemudian mengarahkan perwakilan tiap kelas untuk mengambil paket MBG sekaligus mendokumentasikan proses penerimaan. Suasana terlihat tertib dan penuh antusiasme. Meski hanya berupa snack kering, program MBG selama Ramadan tetap menjadi momen yang dinantikan siswa.

Penyesuaian menu pun dinilai relevan dengan kondisi bulan puasa. Kebijakan ini tidak hanya membantu siswa dalam menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjaga kualitas makanan agar tetap segar hingga waktu berbuka.

Program MBG di SMK Tridharma Gorontalo

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tridharma Gorontalo juga tetap berjalan lancar selama bulan suci Ramadan. Pihak sekolah mengambil inisiatif strategis dengan melakukan penyesuaian pola penyaluran yang inovatif. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan paket MBG dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan sebagai menu berbuka puasa oleh para siswa.

Kebijakan ini diambil mengingat siswa SMK Tridharma sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kepala Sekolah SMK Tridharma Gorontalo, Nurfajriyati Massa, menjelaskan bahwa mekanisme ini diterapkan untuk mempermudah siswa. “Setelah MBG sampai dari dapur SPPG, kami tunggu sampai jam pulang sekolah,” ujar Nurfajriyati saat diwawancarai.

Jam pulang sekolah yang lebih awal selama Ramadan dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah. Biasanya anak-anak pulang jam satu siang, bertepatan dengan waktu transit makanan sebelum dibawa pulang. “Baru setelah itu MBG diserahkan,” jelasnya lebih lanjut mengenai teknis pembagian.

Skema ini memastikan makanan tetap aman dan rapi saat dibawa pulang oleh para siswa. Kondisi makanan dijamin tetap higienis hingga waktu berbuka puasa tiba di rumah masing-masing. Selain waktu, menu yang disajikan selama Ramadan pun disesuaikan oleh pihak pengelola. Menu diubah menjadi jenis makanan kering agar lebih tahan lama dan tidak mudah basi.

Paket MBG kering ini terdiri dari kue, buah, telur, serta susu yang bergizi. Komposisi menu dibuat bervariasi dari hari ke hari agar siswa tidak bosan. Pihak sekolah memastikan menu hari pertama berbeda dengan menu hari kedua dan seterusnya.

Meski sempat ada penyesuaian teknis di awal Ramadan, Nurfajriyati memastikan penyaluran kini berjalan normal. Pada tiga hari pertama, distribusi sempat dirapel atau disalurkan sekaligus. Kebijakan rapel tersebut diambil untuk mengantisipasi kendala teknis distribusi di minggu pertama puasa. “Untuk Senin, Selasa, dan Rabu dirapel di hari Senin,” papar Nurfajriyati mengenai skema awal.

Namun, setelah masa penyesuaian tersebut, penyaluran kembali berjalan normal setiap hari sesuai jadwal. Kendala teknis hanya terjadi pada hari pertama Ramadan saja. “Setelah itu, alhamdulillah sejak kemarin sampai hari ini penyaluran aman,” ungkap Kepala Sekolah. Koordinasi antara sekolah dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan sangat lancar.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *