Mengungkap Alasan KPK Bebaskan Gus Yaqut Dua Hari Sebelum Lebaran

Ratna Purnama
4 Min Read

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tidak Ada di Rutan KPK

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut tidak terlihat di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Kamis (19/3/2026) malam. Keberadaannya yang tiba-tiba menghilang menimbulkan banyak pertanyaan dari para tahanan, termasuk mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel).

Pengalihan Penahanan Gus Yaqut

Menurut informasi yang diberikan oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, penahanan Gus Yaqut telah resmi dialihkan menjadi tahanan rumah. Pengalihan ini dilakukan berdasarkan permohonan dari pihak keluarga yang diajukan pada Selasa (17/3/2026). Budi menjelaskan bahwa pengalihan tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

“Benar, penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka Saudara YCQ, dari penahanan di Rutan KPK menjadi tahanan rumah, sejak hari Kamis malam kemarin,” ujar Budi dalam pernyataannya pada Sabtu (21/3/2026).

Meskipun statusnya berubah menjadi tahanan rumah, KPK tetap memberlakukan pengawasan ketat terhadap Gus Yaqut. Proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023–2024 yang ditaksir merugikan negara hingga Rp622 miliar tetap berjalan.

Perkembangan Informasi di Kalangan Tahanan

Kabar kehilangan Gus Yaqut pertama kali diketahui oleh istri Noel, Silvia Rinita Harefa. Ia menyampaikan informasi tersebut seusai membesuk suaminya di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih pada momen perayaan Idulfitri, Sabtu (21/3/2026). Silvia mengungkapkan bahwa Gus Yaqut sudah tidak terlihat di rutan sejak Kamis (19/3/2026) malam.

“Ini sih… Tadi sih sempat enggak ngelihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Silvia menjelaskan bahwa suaminya, Noel, tidak berada satu sel dengan Gus Yaqut. Noel diketahui berbagi kamar dengan empat tahanan lain, salah satunya Jimmy Masrin, terdakwa kasus korupsi LPEI. Meski tidak satu kamar, informasi mengenai “menghilangnya” Gus Yaqut sudah menyebar dan diketahui oleh para penghuni rutan lainnya.

Ketidakpastian dan Pertanyaan di Kalangan Tahanan

Menurut kabar yang beredar di dalam rutan, Gus Yaqut dibawa keluar dengan alasan pemeriksaan. Namun hal ini justru memicu tanda tanya besar di kalangan sesama tahanan karena waktu pemeriksaan dinilai tidak lazim, yakni bertepatan dengan malam takbiran.

“Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka kan bertanya-tanya saja gitu kan, katanya ada pemeriksaan, tapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada periksa gitu kan. Sampai hari ini enggak ada,” jelas Silvia.

Kecurigaan para tahanan semakin menguat ketika Gus Yaqut dipastikan tidak ikut bergabung dalam barisan tahanan muslim yang melaksanakan salat Idulfitri di Gedung Juang KPK pada Sabtu pagi.

“Infonya sih katanya mau diriksa (diperiksa) ke depan, tapi salat Ied kata orang-orang dalam ya, enggak ada, beliau enggak ada. Jam 7 lebih 10 kata… menurut info dari dalam ya, gitu sih,” sambungnya.

Hingga Silvia selesai menjenguk suaminya pada Sabtu siang, sosok tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tersebut belum juga kembali ke selnya. Ia pun mempersilakan awak media untuk menelusuri lebih lanjut keberadaan mantan orang nomor satu di Kementerian Agama tersebut.

“Enggak ada. Sampai sekarang nih enggak kelihatan. Coba aja kawan-kawan cari info lagi. Itu aja sih infonya,” ujar Silvia.

Status Terkini Gus Yaqut

Gus Yaqut sendiri resmi ditahan KPK sejak Kamis (12/3/2026) setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang kuota haji tambahan periode 2023–2024. Saat ini, keberadaannya masih menjadi misteri meskipun KPK telah mengonfirmasi bahwa ia dialihkan menjadi tahanan rumah.


Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *