Pekerjaan Paling Diminati 2026-2030 Menurut WEF

Nurlela Rasyid
5 Min Read

Perubahan Pasar Tenaga Kerja Hingga 2030

Perubahan teknologi, faktor geoekonomi, ketidakpastian ekonomi, pergeseran demografi, serta transisi hijau menjadi faktor utama yang diperkirakan akan mengubah pasar tenaga kerja global hingga 2030. Laporan terbaru yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) menjelaskan bagaimana tren-tren ini memengaruhi pekerjaan dan keterampilan, serta strategi transformasi tenaga kerja pada periode 2025–2030.

WEF menghimpun berbagai perspektif dari 1.000 perusahaan global terkemuka yang secara kolektif mewakili lebih dari 14 juta pekerja di 22 klaster industri dan 55 negara. Secara keseluruhan, pada periode 2025–2030, perubahan struktural pasar tenaga kerja diperkirakan memengaruhi sekitar 22 persen dari total pekerjaan saat ini. Meski diproyeksikan tercipta sekitar 170 juta pekerjaan baru, sekitar 92 juta pekerjaan lain juga berpotensi hilang, sehingga menghasilkan pertumbuhan bersih sekitar 78 juta pekerjaan secara global.

Pekerjaan yang Dibutuhkan di Masa Depan

Berdasarkan proyeksi responden Survei Future of Jobs, dalam periode 2025–2030, 22 persen dari seluruh pekerjaan yang ada saat ini akan berubah akibat transformasi struktural pasar tenaga kerja. Perubahan tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja baru setara 14 persen dari total pekerjaan global atau sekitar 170 juta pekerjaan. Namun, pada saat yang sama, sekitar 8 persen pekerjaan yang ada, atau sekitar 92 juta pekerjaan, diperkirakan akan tergeser.

Dengan demikian, pertumbuhan bersih lapangan kerja global diproyeksikan mencapai sekitar 7 persen atau setara 78 juta pekerjaan yang diperkirakan akan terkonsentrasi pada sejumlah sektor tertentu. Berikut adalah bidang pekerjaan yang diproyeksikan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan:

  1. Pekerjaan Garis Depan (Frontline)

    Pekerjaan di sektor garis depan diprediksi mencatat pertumbuhan terbesar secara absolut. Jenis pekerjaan ini mencakup pekerja pertanian, pengemudi pengantaran, pekerja konstruksi, tenaga penjualan, serta pekerja di sektor pengolahan makanan.

  2. Sektor Kesehatan dan Pendidikan

    Perubahan demografi turut memengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Populasi yang menua, terutama di negara maju, mendorong peningkatan permintaan tenaga kesehatan, seperti perawat profesional. Sementara itu, pertumbuhan penduduk usia kerja di negara berkembang memicu meningkatnya kebutuhan tenaga pendidik.

  3. Bidang Teknologi

    Perluasan akses digital diperkirakan menjadi pendorong utama perubahan dunia kerja hingga 2030. Sejalan dengan itu, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), pemrosesan informasi, robotika, dan otomasi membuat pekerjaan berbasis teknologi menjadi yang tumbuh paling cepat secara persentase.

  4. Energi dan Transisi Hijau

    Isu perubahan iklim juga mendorong pergeseran kebutuhan tenaga kerja. Upaya mitigasi dan adaptasi iklim meningkatkan permintaan di sektor energi terbarukan dan lingkungan. Profesi dalam transisi hijau, seperti spesialis kendaraan listrik dan otonom, insinyur lingkungan, serta insinyur energi terbarukan, masuk dalam daftar pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat.

Pekerjaan yang Berpotensi Menurun

Sejumlah jenis pekerjaan diproyeksikan mengalami penurunan dalam beberapa tahun ke depan. Pekerja klerikal dan kesekretariatan, seperti kasir dan petugas loket, asisten administrasi, hingga sekretaris eksekutif, diperkirakan mencatat penurunan terbesar. Selain itu, sejumlah peran lain juga dinilai akan menyusut paling cepat, di antaranya petugas layanan pos, teller bank, serta petugas entri data.

Keterampilan yang Harus Dimiliki

Berpikir analitis masih menjadi keterampilan inti yang paling dicari pemberi kerja. Tujuh dari 10 perusahaan menilai kemampuan ini sebagai keterampilan esensial pada 2025. Keterampilan tersebut disusul oleh ketangguhan, fleksibilitas, dan kelincahan, serta kemampuan kepemimpinan dan pengaruh sosial yang semakin dibutuhkan di tengah perubahan dunia kerja.

Di sisi keterampilan teknis, AI dan big data menempati posisi teratas sebagai keterampilan dengan pertumbuhan tercepat. Berikutnya adalah kemampuan di bidang jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi. Selain keterampilan berbasis teknologi, kemampuan berpikir kreatif, ketangguhan, fleksibilitas, dan kelincahan, serta rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar juga diperkirakan semakin penting pada periode 2025–2030.

Perbedaan Keterampilan

Meskipun jumlah lapangan kerja global diprediksi meningkat hingga 2030, perbedaan kebutuhan keterampilan antara pekerjaan yang tumbuh dan yang menurun berpotensi memperlebar kesenjangan keterampilan. Keterampilan yang paling membedakan pekerjaan dengan pertumbuhan tinggi dan yang cenderung menyusut meliputi ketangguhan, fleksibilitas, dan kelincahan. Ada pula manajemen sumber daya dan operasi, pengendalian kualitas, pemrograman serta literasi teknologi.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *