Netflix mundur, Paramount unggul dalam akuisisi Warner Bros

Nurlela Rasyid
5 Min Read

Netflix Mundur dari Persaingan Akuisisi Warner Bros. Discovery



Netflix Inc. resmi mengundurkan diri dari persaingan untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery Inc., yang membuka jalan bagi Paramount Skydance Corp. untuk memenangkan kesepakatan senilai 111 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.862 triliun (kurs Rp16.780). Keputusan ini menandai akhir dari persaingan panjang antara dua raksasa media dan streaming yang saling meningkatkan penawaran. Kini, Paramount berada di posisi terdepan setelah tawaran terbarunya dinilai lebih unggul oleh Warner Bros.

Netflix Pilih Mundur, Saham Langsung Melonjak

Netflix sebelumnya telah menandatangani kesepakatan senilai 82,7 miliar dolar AS (Rp1.388 triliun) termasuk utang untuk mengakuisisi bisnis studio dan streaming Warner Bros pada Desember 2025. Namun, penawaran tandingan dari Paramount membuat proses lelang tetap terbuka. Pada Kamis (26/2/2026) malam, Warner Bros menyatakan bahwa tawaran terbaru Paramount sebesar 31 dolar AS (Rp520 ribu) per saham merupakan penawaran yang lebih unggul.

Netflix dalam pernyataannya menyebut tetap yakin kesepakatannya bisa lolos regulator dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Namun, perusahaan memutuskan tidak melanjutkan perang harga. “Kami selalu disiplin, dan pada harga yang dibutuhkan untuk menyamai tawaran terbaru Paramount Skydance, kesepakatan ini tidak lagi menarik secara finansial,” ujar Netflix dalam pernyataan resminya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Perusahaan menambahkan akan tetap fokus berinvestasi dalam bisnis inti, termasuk sekitar 20 miliar dolar AS tahun ini untuk film, serial TV, dan konten hiburan lainnya. Setelah pengumuman tersebut, saham Netflix melonjak hingga 13 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, mencerminkan respons positif investor atas keputusan mundur. Saham Warner Bros. justru turun, sementara saham Paramount relatif tidak berubah.

CEO Warner Bros dan Investor Sambut Kesepakatan



CEO Warner Bros. David Zaslav menyatakan optimisme terhadap merger dengan Paramount Skydance. “Begitu dewan kami memilih untuk mengadopsi perjanjian merger dengan Paramount, hal ini akan menciptakan nilai yang luar biasa bagi para pemegang saham kami,” tutur David Zaslav, dalam pernyataan resminya. “Kami bersemangat dengan potensi penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery dan tidak sabar untuk mulai bekerja bersama menceritakan kisah-kisah yang menggerakkan dunia,” ujarnya.

Ancora Holdings Group, investor aktivis di Warner Bros., juga menilai keputusan Netflix mundur sebagai perkembangan positif. “Telah membuka jalan bagi para pemegang saham untuk menerima lebih banyak uang tunai secara signifikan dan jalur yang benar-benar layak untuk mendapatkan persetujuan pemerintah,” ujar Ancora Holdings Group dalam keterangannya. “Ini adalah situasi saling menguntungkan bagi pemegang saham dan industri,” tambahnya.

Lobi Politik dan Sorotan Antitrust



Persaingan akuisisi ini juga berlangsung sengit di Washington. Co-CEO Netflix Ted Sarandos dan CEO Paramount David Ellison sama-sama bertemu dengan pejabat pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir. Sarandos menghabiskan sekitar satu jam dengan pejabat pemerintahan Trump pada Kamis. “Saya tidak melayani pers hari ini,” ujarnya saat meninggalkan Gedung Putih.

Ellison menghadiri pidato State of the Union Presiden Trump sebagai tamu Senator Republik Lindsey Graham. Meski demikian, kesepakatan Paramount diperkirakan tetap menghadapi pengawasan regulator. Komite Yudisial Senat AS telah menjadwalkan sidang pada 4 Maret untuk kembali meninjau penjualan Warner Bros. Senator AS Partai Demokrat, Elizabeth Warren mengkritik rencana merger tersebut. “Merger Paramount Skydance-Warner Bros adalah bencana antimonopoli yang mengancam harga lebih tinggi dan pilihan yang lebih sedikit bagi keluarga Amerika,” tegasnya. “Segelintir miliarder yang bersekutu dengan Trump mencoba menguasai apa yang Anda tonton dan mengenakan harga sesuka mereka,” tambahnya.

Detail Pendanaan dan Ketentuan Baru



Paramount meningkatkan tawarannya setelah beberapa kali ditolak oleh Warner Bros., termasuk memberikan jaminan pribadi atas ekuitas senilai 45,7 miliar dolar AS (Rp767 triliun) dari trust yang dibentuk oleh ayah David Ellison, Larry Ellison, Chairman Oracle Corp. Paramount juga berjanji membayar 2,8 miliar dolar AS (Rp46 triliun) kepada Warner Bros untuk mengakhiri perjanjian dengan Netflix, serta 7 miliar dolar AS (Rp117 triliun) jika kesepakatan gagal memperoleh persetujuan regulator.

Perusahaan menyatakan telah mengamankan komitmen pembiayaan utang sebesar 57,5 miliar dolar AS (Rp965 triliun) dari Bank of America, Citigroup, dan Apollo Global Management, meningkat dari komitmen sebelumnya sebesar 54 miliar dolar AS (Rp906 triliun). Dengan mundurnya Netflix, Paramount Skydance kini berada di jalur untuk menyelesaikan akuisisi Warner Bros Discovery senilai 111 miliar dolar AS. Meski demikian, kesepakatan ini masih menghadapi proses persetujuan regulator dan pengawasan politik dalam beberapa pekan ke depan.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *