Perang Iran: Parlemen Israel Setujui Dana Militer Tambahan

Hendra Susanto
4 Min Read

Anggaran Pertahanan Israel Naik Drastis di Tengah Konflik yang Berlangsung

Anggaran pertahanan Israel untuk tahun 2026 telah disahkan oleh parlemen negara tersebut, dengan peningkatan signifikan dalam belanja militer. Langkah ini diambil di tengah situasi kritis yang melibatkan konflik dengan Iran dan Hizbullah, serta operasi militer yang terus berlanjut di Gaza. Peningkatan anggaran ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah Israel terhadap ancaman dari berbagai arah.

Alokasi dana militer meningkat lebih dari 10 miliar dolar AS (sekitar Rp169 triliun), sehingga total belanja pertahanan melampaui dua kali lipat dibanding sebelum perang Gaza pada 2023. Total anggaran nasional mencapai 270 miliar dolar AS (sekitar Rp4.585 triliun), menjadikannya anggaran terbesar dalam sejarah Israel.

Selain itu, pemerintah Israel juga menyetujui dana darurat sebesar 827 juta dolar AS (sekitar Rp14 triliun) untuk pembelian perlengkapan militer darurat. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwenang menganggap situasi saat ini sangat mendesak dan memerlukan persiapan ekstra.

Perang AS-Iran dan Pernyataan Trump

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Selain itu, Israel juga berperang melawan Hizbullah setelah melakukan invasi ke Lebanon selatan. Sementara itu, operasi militer di Gaza tetap berlangsung tanpa henti.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan kontroversial mengenai Iran. Dalam wawancara dengan Financial Times, ia menyebut bahwa dirinya ingin “mengambil minyak di Iran.” Menurutnya, beberapa orang di AS menganggap tindakan tersebut sebagai hal yang tidak bijaksana, meskipun ia yakin bahwa langkah itu akan memberikan manfaat besar.

Trump juga menyebut kemungkinan merebut pelabuhan ekspor minyak Iran di Pulau Kharg. Ia berkata, “Mungkin kita ambil Pulau Kharg, mungkin tidak. Kita punya banyak opsi.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa AS sedang mempertimbangkan berbagai skenario untuk menghadapi ancaman dari Iran.

Sementara itu, The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon sedang menyiapkan rencana operasi darat berminggu-minggu di Iran, meski belum jelas apakah rencana tersebut akan disetujui atau tidak.

Dalam pernyataan terpisah, Trump juga menyatakan bahwa perang AS-Israel telah “pada dasarnya mengganti rezim” di Iran. Ia merujuk pada kematian beberapa pemimpin senior Iran selama konflik. Dalam pidatonya kepada wartawan di Air Force One, Trump mengatakan bahwa kini AS “berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari yang pernah dihadapi sebelumnya.”

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai

Di tengah ketegangan yang meningkat, Pakistan mengumumkan akan menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara AS dan Iran. Meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa kedua negara telah meminta negara tersebut memfasilitasi negosiasi.

“Pakistan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna antara kedua belah pihak dalam beberapa hari ke depan, demi penyelesaian komprehensif dan berkelanjutan atas konflik yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Namun, masih belum jelas apakah pembicaraan tersebut akan bersifat langsung atau tidak langsung. Pakistan muncul sebagai mediator tak terduga karena hubungan relatif baik dengan AS dan Iran, serta diplomasi diam-diam yang dilakukan selama berminggu-minggu.

Di sisi lain, ketua parlemen Iran meragukan rencana tersebut dan menyebutnya sebagai “kedok”, terutama setelah sekitar 2.500 marinir AS dilaporkan tiba di kawasan. Dia juga memperingatkan bahwa pasukan Iran siap menghadapi pasukan AS dan menghukum sekutunya di wilayah tersebut.

Situasi yang Dinamis dan Tidak Pasti

Konflik antara Israel, AS, Iran, dan Hizbullah semakin memperlihatkan kompleksitasnya. Anggaran pertahanan yang naik drastis menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait bersiap menghadapi ancaman yang terus berkembang. Di sisi lain, upaya diplomatik seperti pembicaraan damai antara AS dan Iran menunjukkan bahwa tidak semua pihak ingin konflik berlarut-larut.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *