Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung: Awasi MBG, Setiap Menu Dihitung Kalori dan Gizi

Eka Syaputra
5 Min Read

Pengawasan Menu Makanan Bergizi Gratis di Sekolah Manado

Pengawasan terhadap program makanan bergizi gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa di sekolah-sekolah di Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi perhatian khusus. Seorang guru di sana memberikan contoh konkret dalam menjalankan pengawasan terhadap menu yang disajikan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

Dalam diskusi dengan puluhan wartawan di Kabupaten Minahasa Utara pada Sabtu (14/2/2026), Lodewyk Pusung, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, menyampaikan bahwa seorang guru di Manado melakukan pengawasan terhadap menu MBG yang tidak sesuai dengan standar. Hal ini kemudian menarik perhatian BGN, sehingga dilakukan investigasi dan penelusuran lebih lanjut.

Hasilnya, ditemukan adanya potongan dana senilai Rp 500 per porsi oleh yayasan penyelenggara. Potongan tersebut berdampak langsung pada kualitas menu yang diberikan kepada siswa. Menurut Lodewyk Pusung, hal ini memperlihatkan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana rakyat, terutama dalam program yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak.

“Ini uang rakyat. Siapa pun boleh mengawasi, karena jika tidak transparan, ada yang tidak benar,” tegas mantan Pangdam I/Bukit Barisan tersebut. Ia juga menekankan bahwa pengawasan tidak boleh dilakukan secara acak atau masuk ke dapur tanpa izin, karena harus tetap menjaga sterilitas dan keamanan.

Sebagai seorang prajurit TNI AD yang purna tugas pada tahun 2018, Lodewyk memberikan apresiasi kepada guru yang melakukan pengawasan terhadap program MBG. Ia menilai bahwa guru memiliki pemahaman yang baik tentang jenis menu yang disalurkan dan apa yang perlu diawasi.

Selain itu, ia juga menjelaskan kandungan gizi dan kadar kalori dalam setiap menu MBG. Untuk siswa kelas 3 SD ke bawah hingga Paud, serta kelas 4 ke atas, harus tersedia daftar kandungan gizi dan kalori di setiap dapur atau SPPG. Contohnya, menu seperti nasi putih, ayam, paleko (menu khas Makassar), tempe goreng, jagung rebus, dan buah harus memenuhi standar gizi tertentu.

Lodewyk Pusung juga memberi contoh kandungan gizi untuk kelas 3 SD ke bawah sampai Paud, yaitu energi 619,1 kilo kalori, protein 25,335 gram, lemak 35,28 gram, karbohidrat 54,02 gram, dan serat 4,05 gram. Oleh karena itu, setiap dapur atau SPPG wajib memiliki ahli gizi untuk memastikan perhitungan kalori per hari per porsi menu makanan.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Program MBG

Ia meminta pemerintah daerah mulai dari kabupaten, kota hingga provinsi untuk mendukung percepatan pembangunan dapur atau SPPG. Selain itu, menjaga rantai pasok menjadi hal yang sangat penting agar program MBG dapat berjalan lancar dan tidak terhenti.

“Caranya manfaatkan lahan tidur untuk menanam bahan pangan atau komoditi untuk MBG. Untuk kebutuhan telur dan daging ayam, bisa galakkan peternakan keluarga. Ada afirmasi dari Pemda melalui dinas terkait suplay bibit dan pendampingan teknis,” jelasnya.

Ia juga berharap kepada warga di Provinsi Sulut, terutama kaula muda, yang memiliki lahan atau tanah untuk dijual demi membeli motor atau bekerja sebagai ojek, lebih baik menggunakan lahan tersebut untuk ternak ayam karena progresnya baik.

Terkait rantai pasok, jika semua dapur atau SPPG berjalan, misalnya 24 dapur MBG atau SPPG membutuhkan 200 kilogram sayur sebagai menu wajib. Selain itu, ada efek multi player dalam program ini, di mana setiap SPPG atau dapur memiliki 48 sukarelawan dari wilayah sekitar yang membantu pembagian kerja dan mendapat upah.

Anggaran dan Dampak Ekonomi Program MBG di Sulut

Saat ini, jumlah dapur atau SPPG di Sulut mencapai 154 dari target 200 lebih. Jumlah penerima manfaat mencapai 600 ribuan di luar guru. Melalui program MBG, BGN menyalurkan anggaran sebesar Rp 600×15 ribu, yang menghasilkan sekitar Rp 9 miliar per hari. Jika dikali 24 hari, angka tersebut mencapai Rp 216 miliar, dan jika dikali 12 bulan, totalnya mencapai Rp 2,5 triliun.

Dengan tambahan APBD Sulut, dana yang beredar dalam program MBG di Sulut bisa mencapai Rp 5 triliun, asalkan semua dapur dan SPPG berjalan 100 persen.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *