Profil dan Kekayaan Bupati Bekasi Terjaring OTT KPK Bersama Ayahnya

Zaiful Aryanto
5 Min Read

Profil dan Harta Kekayaan Bupati Bekasi yang Ditangkap OTT oleh KPK

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diamankan bersama ayahnya, HM Kunang, dalam kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Penangkapan ini menjadi perhatian masyarakat dan media karena menyangkut figur publik yang sebelumnya dikenal sebagai bupati termuda.

Proses Penangkapan dan Lokasi Pengamanan

Menurut informasi dari sumber terpercaya, Ade Kuswara Kunang telah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat (19/12/2025). Meskipun tidak terpantau oleh awak media di lobi utama gedung, ia diketahui sudah diamankan di dalam bangunan lembaga antirasuah. Namun, proses pengamanan dilakukan secara senyap karena tim penyidik masih mencari target lain dalam operasi tersebut.

Sementara itu, HM Kunang, ayah dari Bupati Bekasi, juga telah berada di dalam Gedung KPK. Hal ini diduga terkait dengan rencana penyidik untuk mengamankan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Salah satu target yang masih dicari adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat.

Target Operasi Masih Berlanjut

Sumber yang sama menyebutkan bahwa penangkapan dilakukan secara rahasia agar tidak mengganggu proses penyelidikan lebih lanjut. “Bupati tadi tidak bisa lewat depan, tapi Bupati sudah di dalam. Tidak bisa lewat defront karena Kajarinya belum dapat,” ujar sumber tersebut. Hingga saat ini, KPK belum memberikan konstruksi perkara resmi maupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam OTT tersebut.

Profil Ade Kuswara Kunang

Ade Kuswara Kunang adalah Bupati Bekasi terpilih melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 bersama pasangannya, dr. Asep Surya Atmaja. Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 6 Februari 2025. Sebelumnya, Ade Kuswara menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019-2024 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029.

Lahir di Bekasi, Jawa Barat pada 15 Agustus 1993, Ade Kuswara merupakan anak dari H. M Kunang atau yang akrab disapa Abah Kunang. Abah Kunang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, serta pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan.

Ade Kuswara Kunang menyelesaikan pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari President University. Selain karier politiknya, ia juga aktif dalam berbagai organisasi seperti Badan Muslimin Indonesia dan Dewan Pengawas Garda Pasundan.

Sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, menyebutkan bahwa Ade Kuswara Kunang menjadi bupati definitif termuda dengan usia 31 tahun 6 bulan saat pelantikan. Rekor ini menjadikannya lebih muda dibandingkan para bupati sebelumnya, termasuk bupati dr Neneng Hasanah Yasin yang menang dalam Pilkada 2012.

Harta Kekayaan Ade Kuswara Kunang

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK pada 11 Agustus 2025, Ade Kuswara Kunang memiliki harta kekayaan mencapai sekitar Rp 79 miliar. Data ini mencakup aset tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.

Nilai aset tanah dan bangunan mencapai Rp 76.257.000.000. Alat transportasi dan mesin tercatat senilai Rp 2.450.000.000, yang meliputi kepemilikan mobil Mitsubishi Pajero, Jeep Wrangler, dan Ford Mustang. Selain itu, harta bergerak lainnya dilaporkan sebesar Rp 43.092.000. Adapun kas dan setara kas tercatat mencapai Rp 147.959.653.

Total harta kekayaan Ade Kuswara Kunang mencapai Rp 79.168.051.653.

Tindakan KPK di Lingkungan Pemkab Bekasi

Penyidik KPK melakukan penyegelan terhadap tujuh ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi pada Kamis (18/12/2025) malam. Ruang-ruang yang disegel meliputi ruang kerja Bupati Bekasi, ruang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Budaya beserta sekretarisnya, ruang Kepala Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang beserta sekretarisnya, serta ruang Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi beserta sekretarisnya.

Proses penyegelan berlangsung secara tertutup dan tidak diketahui oleh awak media yang berada di Kompleks Pemkab Bekasi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya operasi senyap di lingkungan Pemkab Bekasi. “Ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan dan saat ini masih berprogres,” ujar Budi Prasetyo, Kamis.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sebanyak 10 orang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *