Roadshow GPPE 2026 Surabaya: Inovasi Industri Percetakan dan Kemasan

Nurlela Rasyid
3 Min Read

GPPE 2026 Hadir di Surabaya sebagai Pameran Khusus Industri Percetakan dan Kemasan

PT Pelita Promo Internusa (PPI) resmi menggelar roadshow Global Printing & Packaging Expo (GPPE) serta Label & Carton Box Expo 2026 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian promosi menuju pameran utama yang dijadwalkan berlangsung pada 6-9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2 Jakarta.

Roadshow di Surabaya dirancang khusus sebagai platform B2B (Business to Business), yang memfasilitasi pertemuan berkualitas antara pemasok dan pembeli. Sofianto Widjaja, Direktur PT PPI, menjelaskan bahwa Surabaya dipilih karena perannya yang vital sebagai pusat perdagangan dan manufaktur penting di kawasan timur Jawa dengan infrastruktur logistik yang kuat. “Kondisi ini menjadikan Surabaya ideal untuk kegiatan sourcing dan business matching yang berdampak langsung pada efisiensi rantai pasok regional,” jelasnya di Resto Nine, Surabaya.

Fokus pada Pertemuan Tatap Muka dan Demo Produk

Roadshow ini menekankan pada pertemuan tatap muka dan demo produk. Hal ini memudahkan pelaku lokal menemukan solusi produksi sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, peserta juga memiliki akses eksklusif matchmaking bagi pengunjung trade visitor. Roadshow ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan teknologi industri di lapangan dengan penawaran dari pemasok mesin serta material kemasan secara cepat dan terukur.

Tantangan Impor dan Bahan Baku Industri Tinta

Di sisi lain, industri tinta cetak nasional tengah berjuang menghadapi tantangan berat dalam dua tahun terakhir, terutama terkait kebijakan impor. Ketua Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia (PITTSINDO), Daniel Kenny, menyebutkan bahwa tidak adanya batasan impor tinta dan plat cetak menurunkan daya saing lokal. “Harga bahan baku dasar yang sekitar 60 persen berasal dari impor ikut melonjak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah,” ungkap Daniel.

Meskipun daya beli retail menurun, Daniel tetap optimis karena kebutuhan pasar untuk kemasan makanan dan minuman tetap stabil dan terus bertumbuh. Data Sektor Percetakan Indonesia 2026 menunjukkan bahwa sektor kemasan (packaging) menyumbang porsi signifikan terhadap PDB manufaktur Indonesia, dengan pertumbuhan rata-rata 5-7 persen per tahun.

Teknologi Ramah Lingkungan di Pameran GPPE 2026

Pameran GPPE 2026 nantinya akan menghadirkan teknologi ramah lingkungan (sustainable packaging) sebagai solusi atas regulasi global terkait pengurangan limbah plastik di industri manufaktur. Hal ini menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan lingkungan dan meningkatkan daya saing industri lokal.

Tips Menghadapi Kenaikan Biaya Produksi

Bagi pelaku industri percetakan dan kemasan, disarankan untuk mulai melakukan diversifikasi pemasok bahan baku guna menekan ketergantungan pada satu wilayah impor. Selain itu, efisiensi mesin melalui pembaruan teknologi sangat disarankan untuk mengurangi pemborosan material tinta dan energi di tengah fluktuasi harga global.


Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *