Seorang Jurnalis yang Berhasil Menjadi Petani Sukses
Akhmad Alfianoor, seorang jurnalis yang kini menjadi petani sukses, membuktikan bahwa dengan niat dan keberanian, segala sesuatu bisa tercapai. Meski tidak memiliki latar belakang pertanian, ia kini mampu mengembangkan usaha pertanian yang memberikan hasil yang memuaskan.
Sebagai jurnalis, Alfianoor tidak hanya memasarkan hasil kebunnya di wilayah sekitar, tetapi juga merambah ke pasar luar pulau. Usahanya terus berkembang dan kini menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga serta kerabatnya.
Awal Mula Kehidupan Sebagai Jurnalis
Alfianoor pernah bekerja di bidang lain, seperti perusahaan tambang, namun merasa tidak cocok. Saat ada teman mengajaknya menjadi jurnalis, ia pun mencoba. Alasan temannya adalah karena Alfianoor suka menulis, sehingga kemampuan tersebut digunakan sebagai pekerjaan.
Menjadi jurnalis membuatnya bertemu banyak orang baru setiap hari, yang memperluas pertemanan dan wawasan pengetahuan. Keaktifannya dalam dunia jurnalis membuka peluang baru dalam hidupnya.
Terjun ke Dunia Pertanian
Tiga hingga empat tahun lalu, istri Alfianoor ingin mencari rezeki berkah dari alam tanpa merusak lingkungan. Istri menyampaikan ide untuk menanam semangka karena anak-anak suka buah ini. Alfianoor pun mulai belajar bertani dan berhasil menanam semangka yang bisa dijual.
Dari hasil panen tersebut, ia mendapatkan penghasilan yang cukup menjanjikan. Dengan harga beli Rp 6.000 per kilogram dan dijual Rp 8.000 per kilogram, selisih harga tersebut memberikan keuntungan yang besar.
Perkembangan Usaha Pertanian
Sebagai petani pemula, Alfianoor belajar dari beberapa petani semangka. Saat ada temannya yang panen semangka, ia mencoba menawarkan hasil panennya ke pedagang buah. Hasilnya sangat menguntungkan, dan dari situ ia memutuskan untuk berkebun sendiri.
Saat ini, lahan pertaniannya mencapai dua hektare untuk semangka, 0,5 hektare untuk melon, dan sayuran. Hasil panen semangka mencapai 32 ton dan pemasaran sudah sampai luar pulau, seperti Jawa dan Bali, bahkan ke luar negeri.
Tantangan dan Kebahagiaan dalam Bertani
Dukanya sebagai petani adalah cuaca yang tidak bersahabat, yang memengaruhi proses pertanian. Namun, Alfianoor selalu berdoa agar hasilnya baik. Sukanya adalah ketenangan yang diperoleh saat bekerja di kebun. Bertani memberikan ketenangan hati dan kepuasan batin.
Selain itu, Alfianoor bersyukur bisa memberi pekerjaan bagi banyak orang. Saat ini, ada tujuh tenaga kerja di kebunnya, yang semuanya berasal dari Jawa.
Penerapan Teknologi dalam Pertanian
Alfianoor menerapkan teknologi dalam pertaniannya, yaitu smart farming. Di kebunnya, ia menggunakan mesin untuk memelihara pertanian. Dengan mesin siram, satu hektare lahan hanya membutuhkan tiga jam untuk disiram.
Pesan untuk Generasi Muda
Alfianoor berpesan kepada generasi muda untuk membuka usaha pertanian. Meskipun pekerjaannya kotor, hasil pertanian bersih dan berkah. Ia menekankan pentingnya rela berkubang dengan tanah dan percaya pada Tuhan.
Pasar Baru dan Ekspansi Usaha
KEBUN yang dikembangkan Akhmad Alfianor kini juga mendapat pasar baru dari dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) di Tanahbumbu. Ia melakukan kerjasama berupa MoU untuk dapur MBG di Tanah Bumbu, dengan sekitar sepuluh dapur.
Hasil kebun Alfianoor juga akan menyuplai buncis dan kacang-kacangan ke dapur MBG. Pria penghobi olahraga tenis, panjat tebing, dan mancing ini juga akan memperluas pasarnya di Jawa dan Bali.
Informasi Profil
Nama: Akhmad Alfianoor
Lahir: Mekarsari, 9 Agustus 1987
Pendidikan: SMK Jurusan Mesin
Pekerjaan: Jurnalis dan petani