Strategi Wali Kota Andrei Angouw Jamin Kesejahteraan Sopir Mikro sebagai Feeder Trans Manado

Wahyudi
6 Min Read

Perubahan Transportasi Publik di Manado: Dampak dan Harapan

Kehadiran bus Trans Manado telah menjadi angin segar bagi transportasi publik di Kota Manado. Namun, perubahan ini juga memicu kekhawatiran terhadap para pengemudi mikrolet yang selama ini menjadi bagian dari sistem transportasi lokal. Bus Trans Manado (Teman Bus) adalah layanan transportasi umum berbasis Buy The Service (BTS) yang resmi beroperasi pada 28 November 2025. Layanan ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WITA dengan sistem pembayaran nontunai menggunakan kartu uang elektronik.

Meskipun sempat mengalami kendala awal, layanan ini kembali beroperasi dan menjadi alternatif transportasi efisien di Manado. Pemerintah Kota Manado mulai mematangkan skema rute feeder atau pengumpan sebagai solusi bagi eksistensi mikrolet. Mikrolet adalah angkutan umum minibus berkapasitas kecil hingga 10 penumpang yang melayani rute tertentu dengan tarif terjangkau.

Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat dampak operasional bus terhadap pendapatan sopir mikro. Dalam konferensi pers awal tahun yang digelar di Cafe D Tang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (23/1/2026), ia menjelaskan rencana pengalihan fungsi mikrolet. Nantinya, mikrolet akan difokuskan untuk menjangkau wilayah pemukiman yang selama ini belum tersentuh transportasi umum, lalu menghubungkan penumpang ke jalur utama yang dilalui bus.

“Kita berupaya seminimal mungkin menahan dampaknya, tapi perkembangannya seperti ini,” ujar Andrei.

Rencana ini memancing reaksi beragam dari para pelaku transportasi di lapangan. Jofan, salah satu sopir yang biasa mangkal di area Pasar 45, berharap pemerintah tidak setengah hati dalam menyusun regulasi baru ini.

“Kalau memang ada perubahan jalur, pemkot harus betul-betul matangkan rencananya,” kata Jofan.

Ia menilai koordinasi langsung dengan para sopir sangat krusial agar konsep feeder tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas. Di sisi lain, Erwin, sopir mikro lainnya, melihat rencana ini sebagai peluang di tengah sulitnya mencari penumpang saat ini. Ia berharap kebijakan ini benar-benar berpihak pada kesejahteraan mereka.

“Sekarang ini cari penumpang juga susah. Semoga pemkot bisa memperhatikan kami,” ungkap Erwin.

Meski ada kekhawatiran, sebagian sopir memilih untuk tetap optimis. Mario, pengemudi rute Malalayang, menganggap perubahan adalah hal yang wajar demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Manado.

“Yang penting kita bisa kasih kenyamanan buat penumpang. Semua sudah diatur Tuhan,” ujarnya.

Pandangan Akademisi tentang Feeder

Akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado yang juga pengamat tata kota, Dr. Eng. Ir. Pingkan Peggy Egam, MT., IPM, menilai keberadaan feeder merupakan bagian penting dalam sistem transportasi modern perkotaan. Menurut Pingkan, secara umum feeder merupakan moda transportasi penghubung atau pengumpan yang membawa penumpang dari area lokal menuju sistem transportasi utama.

“Feeder berfungsi menghubungkan kawasan pemukiman atau titik perjalanan kecil dengan moda transportasi utama, sehingga akses masyarakat terhadap transportasi massal menjadi lebih mudah dan efisien,” jelasnya.

Ia menuturkan, dalam satu sistem perkotaan, feeder berperan sebagai penghubung antara kawasan pemukiman dengan moda transportasi utama, yang berdampak pada peningkatan aksesibilitas, efisiensi mobilitas, serta pengurangan kemacetan. Pingkan menilai, dengan sistem feeder yang terintegrasi, masyarakat akan lebih terdorong menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi.

Sehingga kepadatan lalu lintas di perkotaan dapat berangsur menurun. Dalam pendekapan perencanaan tata kota, lanjutnya, feeder menjadi salah satu alternatif penting dalam integrasi sistem transportasi yang berkelanjutan.

“Feeder mampu menciptakan sistem transportasi yang terhubung dan berkelanjutan, sehingga penataan dan manajemen kota akan lebih tertata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan feeder memungkinkan kawasan pinggiran kota mendapatkan akses transportasi yang lebih baik, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi dan sosial. Selain itu, feeder disebut sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung konsep Transit Oriented Development (TOD), yang bertujuan menekan kepadatan dan memaksimalkan efisiensi ruang kota.

Meski demikian, Pingkan mengingatkan bahwa keberadaan feeder juga memiliki tantangan dan risiko yang perlu diantisipasi. “Jika armada tidak mencukupi dan koordinasi antar moda tidak tertata dengan baik, layanan feeder bisa menjadi tidak efektif,” katanya.

Ia menambahkan, potensi kemacetan lokal dapat muncul di titik-titik tertentu, terutama jika tidak didukung dengan infrastruktur jalan lokal yang memadai. Masalah lain yang perlu diperhatikan, menurutnya, adalah penggunaan armada yang tidak layak jalan atau berbahan bakar tidak standar, yang berpotensi menimbulkan kebisingan dan polusi di kawasan permukiman.

“Oleh sebab itu perlu ada regulasi dan kebijakan pemerintah yang tegas tetapi humanis, agar dampak negatif dapat diminimalisir,” tegas Pingkan.

Ia mencontohkan, sejumlah kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan kota lainnya telah lebih dahulu menerapkan sistem feeder untuk menghubungkan kawasan perumahan dan wilayah pinggiran dengan koridor transportasi utama. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan perkotaan berkelanjutan, Pingkan menegaskan bahwa feeder bukan sekadar moda penghubung.

“Feeder harus dipandang sebagai bagian dari strategi integrasi sistem perkotaan berkelanjutan, yang didukung kebijakan cerdas dan humanis dari aspek sosial, ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.


Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *