Suderajat, Dari Kasihan Jadi Cemoohan

Nurlela Rasyid
4 Min Read

Kehidupan Suderajat: Dari Viral Hingga Terbongkarnya Kebiasaan Berbohong

Suderajat (49), seorang pedagang es gabus keliling di Kemayoran, sempat menjadi perhatian publik setelah viral karena dituduh menjual es gabus yang mengandung bahan spons. Namun, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa produk yang ia jual aman untuk dikonsumsi. Setelah kejadian itu, Suderajat mendapatkan simpati dari banyak orang. Namun, tidak lama kemudian, ia malah menjadi sorotan karena berbagai pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Pemkab Bogor menegaskan bahwa Suderajat adalah warga miskin yang memiliki rumah sendiri, namun sedang direhabilitasi melalui program Rutilahu. Saat ini, ia tinggal sementara di kontrakan karena rumahnya sedang dalam proses perbaikan. Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi rumah Suderajat mulai berjalan sejak Desember 2025. Rumah tersebut juga sempat rusak akibat bencana hujan dan angin kencang awal tahun 2026.

Selain itu, Tenny menyebutkan bahwa ada indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya, yang diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma. Hal ini membuat kemampuan komunikasi mereka terbatas. Selain itu, banyak orang yang datang ke rumahnya setelah viral, sehingga memperparah kondisi psikologis mereka.

Bantuan yang Diterima oleh Suderajat

Sekretaris Camat Bojonggede, Elvinila Hartini, mengungkap bantuan yang diterima oleh Suderajat. Renovasi rumahnya menggunakan anggaran tahun 2025, agar ia dan keluarganya memiliki hunian yang layak. Selama renovasi berlangsung, Suderajat tinggal di rumah kontrakan.

Dalam penelusuran Tribunnews, Suderajat mendapat sejumlah bantuan yang jumlahnya mencapai Rp110 juta. Beberapa bantuan tersebut antara lain:

  • Satu unit sepeda motor dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras.
  • Bantuan modal usaha.
  • Bantuan Rutilahu senilai Rp 18 juta dalam bentuk bahan bangunan dan honor bagi kuli bangunan sebesar Rp2 juta.
  • Bantuan Dedi Mulyadi Rp 15 juta (di awal untuk rumah kontrakan dan modal usaha).
  • Tambahan Bantuan Dedi Mulyadi Rp 20 juta untuk tambahan honor kuli bangunan.
  • Bantuan dari bidan Seruni Rp 10 juta dan sembako.
  • Bantuan Budi Amal TikTok Rp 25 juta.
  • Bantuan Owner HOB Rp 10 juta.
  • Bantuan staf Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Rp 10 juta.
  • Bantuan Aisar Khaled memberikan hadiah umrah untuk Suderajat dan istrinya.

Pernyataan-Pernyataan yang Tidak Sesuai dengan Kondisi

Beberapa pernyataan Suderajat yang tidak relevan dengan keadaan:

  • Ngaku Belum Ada Sumbangan

    Suderajat mengatakan belum pernah mendapatkan bantuan dari orang setelah video jualannya viral. Padahal, dirinya sudah mendapatkan satu unit sepeda motor dan modal usaha dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras.

  • Ngaku Biaya Sekolah Nunggak Rp 1,5 Juta

    Ia mengatakan memiliki tanggungan biaya sekolah anak yang nunggak selama empat bulan di sekolah negeri. Namun, setelah ditanyai lebih detail, ternyata hanya Rp 200 ribu per bulan. Anak Suderajat sebenarnya sekolah di sekolah swasta.

  • Ngaku Ngontrak Rumah Rp 800 Ribu per Bulan

    Suderajat mengatakan tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan biaya kontrak Rp 800 ribu per bulan. Namun, kenyataannya, ia memiliki rumah sendiri warisan dari orang tuanya. Hal ini terungkap saat Ketua RW buka suara.

  • Ngaku Dapet Warisan Rp 200 Ribu

    Suderajat mengaku hanya mendapatkan Rp 200 ribu dari uang penjualan rumah warisan orang tuanya. Namun, ternyata rumah yang dijual orang tua Suderajat berada di Jakarta, bukan rumah yang ditinggali di Bogor.

  • Ngaku Tak Punya Uang, tapi Banyak Bantuan

    Suderajat mengaku tidak punya uang, padahal ia telah menerima banyak bantuan, mulai dari uang tunai, motor hingga umroh. Total bantuan mencapai Rp 110 jutaan.

Peringatan dari Gubernur Jabar

Menyikapi hal itu, Dedi Mulyadi meminta agar Suderajat tidak berbohong dalam menceritakan keadaannya. “Babe nggak boleh lagi ngomong nggak punya duit,” tegas Dedi Mulyadi.








Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *