Jalan Poros Moncongloe-Rusak Parah, Warga Khawatirkan Keselamatan
Jalan Poros Moncongloe yang menghubungkan Kabupaten Maros dengan Kota Makassar melalui kawasan BTP mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini terjadi di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Jalan utama di depan SPBU 7490517 dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar, dan hujan deras sering meninggalkan genangan air.
Kondisi jalan ini tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara. Banyak warga menyampaikan keluhan mereka melalui akun Instagram Bupati Maros, Chaidir Syam. Salah satu komentar menunjukkan kekhawatiran tentang sistem irigasi yang tidak efektif dan banjir yang sering terjadi di area tersebut.
Chaidir Syam, Bupati Maros, menjelaskan bahwa Jalan Poros Moncongloe merupakan jalan provinsi. Oleh karena itu, kewenangan perbaikannya berada di tangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa Pemkab Maros telah berkoordinasi dengan pihak provinsi agar perbaikan jalan tersebut segera mendapat perhatian.
“Alhamdulillah, Pak Kadis sudah berkoordinasi dengan provinsi. Insyaallah, tahun depan provinsi akan menganggarkan perbaikannya,” ujar Chaidir Syam.
Ia juga membantah anggapan bahwa jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki. Menurutnya, perbaikan sempat dilakukan, namun kerusakan hanya terjadi di titik tertentu. “Sebenarnya tidak terlalu panjang. Yang bermasalah itu hanya di kawasan depan pom bensin, karena sering terendam air,” jelasnya.
Menurut Chaidir Syam, persoalan utama di kawasan tersebut bukan hanya kerusakan jalan, tetapi juga buruknya sistem drainase yang menyebabkan genangan berulang. Untuk itu, Pemkab Maros telah menggelar pertemuan dan menyepakati langkah penanganan jalur air di kawasan tersebut.
“Kita sudah dua kali pertemuan dan sudah ada kesepakatan untuk membuat jalur-jalur air dan saluran irigasi agar air tidak lagi terendam,” katanya.
Chaidir menegaskan bahwa penanganan drainase di kawasan permukiman dan area belakang jalan poros menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Maros. Sementara itu, drainase yang berada tepat di badan jalan poros tetap menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Irawan Darmayasamin, Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, mengatakan bahwa tim akan turun mengecek tingkat kerusakan di lokasi tersebut. Meski saat ini perbaikan ruas jalan di Moncongloe belum masuk dalam program Dinas BMBK, ia menyebut bahwa perbaikan drainase sangat dibutuhkan.
Lubang-lubang yang ada di jalan ini tertutup genangan air keruh, menciptakan “jebakan betmen” berbahaya yang sulit dihindari oleh para pengendara, khususnya sepeda motor. Kerusakan jalan yang parah ini secara langsung memicu kemacetan yang luar biasa dan terjadi setiap hari di jam-jam sibuk.
Ulla, seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, kemacetan parah terjadi secara rutin dan sudah banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi jalan tersebut.
“Kemacetan terjadi setiap hari akibat lubang jalan. Sudah banyak kecelakaan. Lubangnya itu dalam-dalam, kalau sudah tergenang air, pengendara motor tidak bisa lihat mana lubang, mana jalan,” ujar Ulla.
Firman, warga lainnya, mengaku setiap hari juga terjebak macet. Ia harus menerobos macet saat antar-jemput anak sekolah.
“Pagi dan siang terjebak macet. Macetnya sekira dua kilometer,” kata dia.
Sejumlah kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas di genangan supaya tak kecelakaan. “Kalau dari arah BTP, saya sudah terjebak macet jelang magrib, nanti sudah isya baru bisa tembus,” tambah Firman.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan sistem drainase yang memadai untuk mengatasi genangan air, hingga perbaikan total jalan yang sudah rusak parah. Keselamatan dan kelancaran mobilitas warga Moncongloe dan sekitarnya kini dipertaruhkan setiap hari.