Tiga Gulai Legendaris Jambi, Termasuk Gulai Tekuyung dari Siput Sungai

Hartono Hamid
5 Min Read

Gulai Khas Jambi yang Legendaris dan Unik

Provinsi Jambi memiliki berbagai jenis gulai yang menjadi ciri khas dari wilayah-wilayahnya. Setiap daerah di Jambi memiliki variasi gulai yang unik, baik dari bahan utama hingga cara memasaknya. Beberapa contoh gulai legendaris yang terkenal antara lain:

  • Gulai Belut yang populer di Muaro Jambi dan Merangin
  • Gulai Tekuyung dengan bahan dasar siput sungai yang menjadi kuliner khas Merangin
  • Gulai Ikan Semah yang berasal dari Kerinci

Ketiga hidangan ini memiliki cita rasa gurih, pedas, dan segar yang khas. Jika Anda ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, berikut resep lengkap untuk masing-masing gulai.


Gulai Belut

Gulai belut merupakan salah satu hidangan khas Jambi yang terkenal akan daging lembut dan kuah santan yang kaya rasa. Di Muaro Jambi dan Merangin, gulai belut memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Bahan:

  • 500 gram belut
  • 500 ml santan kental
  • Tambahan sayur (opsional)
  • Bumbu halus:
  • 100 gram bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 75 gram cabai merah keriting
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 3 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • Bumbu aromatik:
  • 1 batang serai
  • 2 cm lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun kunyit
  • Garam, gula, penyedap rasa

Langkah-langkah:

  1. Bersihkan belut dengan dicuci bersih, lalu taburi air jeruk nipis dan garam. Diamkan selama 30 menit sebelum dibersihkan kembali.
  2. Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan daun kunyit hingga harum dan matang.
  3. Tuangkan santan ke dalam tumisan bumbu dan masak sambil diaduk agar tidak pecah.
  4. Masukkan belut ke dalam kuah santan. Jika ada tambahan sayur, masukkan bersama.
  5. Tambahkan garam, gula, dan penyedap rasa. Koreksi rasa sesuai selera.
  6. Masak hingga bumbu meresap, lalu angkat dan sajikan dengan hangat.

Gulai Tekuyung

Gulai tekuyung adalah hidangan khas Merangin yang menggunakan bahan utama berupa siput sungai. Tekuyung memiliki cangkang berbentuk ulir panjang dan berwarna hitam. Rasanya gurih dan pedas, serta bisa diseruput dari cangkangnya.

Bahan:

  • 1 kg tekuyung (siput sungai)
  • Sayuran (opsional)
  • 500 ml santan kekentalan sedang
  • Bumbu halus:
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 cm kunyit
  • 1 cm jahe
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 2 butir kemiri
  • Garam, gula
  • Bumbu aromatik:
  • 2 batang serai
  • 2 cm lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 1 keping asam kandis

Langkah-langkah:

  1. Cuci bersih tekuyung berkali-kali hingga air jernih. Potong ujung cangkang agar bumbu meresap.
  2. Tumis bumbu halus, serai, lengkuas, dan daun salam hingga matang dan harum.
  3. Masukkan tekuyung ke dalam tumisan bumbu dan aduk hingga rata.
  4. Tuang santan dan asam kandis, lalu masak sambil diaduk agar santan tidak pecah.
  5. Jika ingin menambahkan sayuran, masak sebentar hingga layu. Tambahkan garam dan gula, lalu koreksi rasa.
  6. Sajikan gulai tekuyung dengan nasi atau langsung dimakan.

Gulai Ikan Semah

Gulai ikan semah adalah hidangan khas Kerinci yang terbuat dari ikan endemik yang hidup di hulu sungai deras dan air terjun. Keunikan dari gulai ini adalah sisik ikan yang tidak dibuang karena memiliki tekstur gurih. Ikan semah juga kaya akan omega 3 yang baik untuk otak.

Bahan:

  • 1 kg ikan semah
  • 1 liter santan kental
  • Bumbu aromatik:
  • 1 lembar daun kunyit
  • 2 batang serai
  • Daun kemangi
  • Asam kandis
  • Bumbu halus:
  • 10 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 10–15 buah cabai merah
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • Garam, penyedap rasa

Langkah-langkah:

  1. Bersihkan ikan semah tanpa menghilangkan sisiknya. Lumuri dengan jeruk nipis dan diamkan 30 menit sebelum dibersihkan kembali.
  2. Campurkan santan, bumbu halus, daun kunyit, dan serai ke dalam wajan.
  3. Masak santan sambil diaduk agar tidak pecah.
  4. Tambahkan ikan semah ke dalam kuah.
  5. Tambahkan daun kemangi, garam, dan asam kandis. Koreksi rasa sesuai selera.
  6. Gulai ikan semah siap disajikan dengan nasi hangat.




Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *