Tiga Negara Teratas: Thailand Bantu Korban Banjir Rp 1 M, PBB Beri Ucapan ke RI

Amanda Almeirah
4 Min Read

Top 3 Dunia

Top 3 dunia kemarin diawali dari pemberian bantuan korban banjir di Thailand. Pemerintah Thailand memberi bantuan sebesar 2 juta baht atau setara Rp 1 miliar per keluarga.

Berita lain top 3 dunia adalah Cina yang kembali memprotes pernyataan Jepang soal Taiwan. Protes ini disampaikan ke Perserikatan Bangsa-bangsa. Berita terakhir adalah PBB yang menyampaikan ungkapan duka cita atas bencana banjir Sumatra. Berikut berita selengkapnya:

1. Thailand Beri Bantuan Keluarga Korban Banjir Rp 1 Miliar

PUSAT Operasi Krisis Banjir Darurat (EFCOC) pada Senin, 1 Desember 2025 memutuskan memberikan bantuan sebesar 2 juta baht atau setara Rp 1 miliar kepada keluarga korban banjir Songkhla di Thailand. Dilansir dari The Nation Thailand, bantuan itu diberikan tanpa memerlukan dokumen atau birokrasi apa pun.

Keputusan tersebut diumumkan pada pukul 12.05 siang setelah pertemuan di Gedung Pemerintah yang dipimpin oleh juru bicara pemerintah dan juru bicara EFCOC Siripong Angkasakulkiat. Siripong mengatakan kompensasi sebesar 2 juta baht hanya berlaku untuk korban tewas di Songkhla, yang telah dinyatakan sebagai keadaan darurat. Keluarga korban tewas di provinsi-provinsi selatan lainnya akan menerima bantuan sesuai peraturan normal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM).

Ia mengatakan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, yang mengunjungi masyarakat yang terkena dampak banjir di Hat Yai, mendengarkan kekhawatiran warga dan menginstruksikan EFCOC untuk menghapus langkah birokrasi yang tidak perlu dalam proses kompensasi.

2. Cina Lagi-lagi Protes ke PBB Soal Pernyataan PM Jepang

Duta Besar Cina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Fu Cong, kembali mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada Senin, 1 Desember. Menurut laporan Kyodo News, surat itu berisi kecaman terhadap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang dinilai membuat pernyataan provokatif mengenai Taiwan.

Fu, dalam surat tersebut mendesak Takaichi segera mencabut ucapannya. Surat ini merupakan yang kedua, setelah ia mengirim surat serupa pada 21 November. Ia juga membantah argumen Jepang yang sebelumnya disampaikan Duta Besar Kazuyuki Yamazaki pada 24 November dan menilai Tokyo membuat argumen yang tidak masuk akal.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, seperti diberitakan China Daily, juga menilai Jepang masih gagal menghadapi rekam jejak agresinya di masa lalu. Ia menyebut perlunya menumbuhkan kesadaran atas kejahatan perang yang dilakukan pasukan penyerbu Jepang.

Perselisihan dipicu pernyataan Takaichi pada 7 November di parlemen Jepang. Saat menjawab pertanyaan anggota oposisi, Takaichi menyebut serangan terhadap Taiwan dapat menjadi ancaman bagi Jepang dan bisa memicu respons militer.

3. PBB Sampaikan Duka Banjir Sumatra, Siap Kirim Bantuan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menyatakan duka mendalam atas banjir dan tanah longsor yang melanda empat negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia.

Dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Selasa, 2 Desember, juru bicara Guterres, Stephane Dujarric menyebutkan, “Sekretaris Jenderal sangat berduka atas hilangnya nyawa akibat banjir dan tanah longsor yang parah di Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Malaysia.”

Ia menambahkan bahwa Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan solidaritas bagi seluruh masyarakat yang terdampak.

Dujarric mengatakan, “PBB terus berkomunikasi dengan otoritas di keempat negara dan siap mendukung upaya bantuan dan tanggap darurat. Tim PBB di masing-masing negara tersedia untuk memberikan bantuan yang diperlukan.”

Menurut laporan ABC News, sebagian besar Asia Tenggara masih terpuruk akibat banjir besar dan tanah longsor yang dipicu rangkaian siklon dan badai pekan lalu. Lebih dari 1.300 orang tewas di Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand, sementara ratusan warga masih hilang.

Di Indonesia, pada Selasa malam, 2 Desember pemerintah telah menurunkan angka korban tewas dari 753 menjadi 712, dan sekitar 500 orang masih hilang. Badan penanggulangan bencana mencatat 1,2 juta warga mengungsi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *