Uang Rp 50 Ribu dari 1.877 Ompreng MBG Bikin Siswa Bangkalan Bahagia, Terungkap Sedekah Haji Her

Amanda Almeirah
5 Min Read

Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Mengejutkan di Kabupaten Bangkalan

Distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kembali menarik perhatian publik. Setelah sebelumnya siswa SDN Langkap 5, Kecamatan Burneh, menjemput 87 buah ompreng MBG karena akses mobil boks SPPG yang sempit, kini distribusi MBG untuk 1.877 siswa di Kecamatan Tanah Merah dilengkapi dengan uang senilai Rp 50 ribu per ompreng.

Keberadaan uang kertas yang dibungkus plastik dalam tiap ompreng MBG itu disajikan pada Rabu (11/2/2026) dan sempat viral di media sosial. Penyajian ini menyasar sejumlah 19 lembaga pendidikan mulai dari tingkat PUAD, SD/MI, SMP/MTs, hingga siswa SMA/SMK.

Pengalaman Siswa yang Terkejut

Pihak SDN Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, menjadi salah satu lembaga pendidikan penerima manfaat MBG. Sekolah ini membenarkan bahwa penyajian MBG kemarin memang lengkap dengan bungkusan uang Rp 50 ribu yang diselipkan pada menu bakso.

Sehingga menu bakso MBG itu terasa spesial bahkan hingga membuat kaget siswa. Karena sebelumnya, tidak pernah ditemukan uang sepeserpun dalam setiap pendistribusian menu MBG.

Ulfaira Nur Afifah, siswa kelas IV SDN Pangeleyan, mengungkapkan rasa senangnya. “Biasanya tidak ada (uang) isinya, uangnya saya taruh di kantong. Senang sekali, buat ditabung,” ujar Ulfaira sambil menyantap MBG dengan sajian menu lauk chicken katsu dan buah anggur.

Donasi Haji Her untuk Siswa

Menu MBG bakso spesial sebanyak 1.877 porsi itu berasal dari SPPG Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan. Dipastikan, pihak SPPG mengeluarkan uang tambahan sebesar Rp 93.850.000 yang diselipkan dalam 1.877 porsi menu bakso spesial.

Kepala SPPG Pangeleyan, Fathurrosi Ali, menjelaskan bahwa keberadaan uang Rp 50 ribu dalam setiap ompreng MBG diberikan oleh H Khairul Umam atau yang dikenal dengan sapaan Haji Her, asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

“Untuk sedekah bagi siswa agar lebih semangat dan merasakan kebahagiaan juga. Tidak ada unsur apapun hanya Haji Her mau berbagi saja kepada siswa penerima manfaat,” ungkap Ali di dapur SPPG Pangeleyan, Kamis (12/2/2026).

SPPG Pangeleyan diresmikan dan mulai beroperasi pada 12 Januari 2026 dengan total penerima manfaat sejumlah 2.350 siswa pada 19 lembaga pendidikan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3). Namun, distribusi untuk B3 dilakukan pada Senin dan Kamis, sehingga kemarin (menu bakso plus Rp 50 ribu) tidak dapat.

Keuntungan SPPG untuk Membangun Rumah Layak Huni

Terobosan SPPG Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, tidak semata menyelipkan uang Rp 50 ribu di setiap 1.877 porsi MBG menu bakso pada Rabu (11/2/2026). Namun keuntungan dari SPPG akan disisihkan untuk membangun rumah tidak layak huni.

Hal itu ditegaskan Kepala Desa (Kades) Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Zhaiqhulhak Alfarisi, Kamis (12/2/2026). Selain bersedekah Rp 50 ribu per ompreng, Haji Her disebut Kades Ulhaq, sapaannya, tidak akan mengambil keuntungan dari beroperasinya dapur SPPG Pageleyan.

“Hasil dari MBG akan dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Tanah Merah untuk membangun rumah layak huni. Saya selaku Kepala Desa Pangeleyan mengucapkan terima kasih kepada Haji Her selaku Mitra Bhayangkari Polres Bangkalan,” ungkap Ulhaq.

Jumlah SPPG yang Terdaftar

Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkab Bangkalan menghela nafas panjang ketika mengetahui bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan ID untuk sebanyak 159 dapur SPPG. Sebagaimana disampaikan Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Dr Bambang Budi Mustika, kebutuhan dapur SPPG di Kabupaten Bangkalan sejumlah 116 unit.

“Sekarang dari BGN yang sudah mendapatkan ID sebanyak 159 unit SPPG, sehingga maksimal penerima manfaat untuk setiap kecamatan menyusut sekitar 1.500 per SPPG. Sekarang ini pembagian penerima manfaat sebanyak 2.000 hingga 2.300 per SPPG dengan asumsi total 116 dapur,” ungkap Dr Bambang.

Sejauh ini, lanjutnya, total jumlah dapur SPPG yang sudah running atau lengkap dengan kepala SPPG berjumlah 90 unit yang tersebar merata di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan. Dari jumlah tersebut, 75 unit dapur SPPG di antaranya telah beroperasi mendistribusikan MBG.

“Dari total 75 unit SPPG yang telah beroperasi, sebanyak 26 unit di antaranya telah memiliki dokumen SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), sementara 26 unit lainnya masih berproses,” pungkas Bambang.


Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *