Uji Coba Car Free Night di Palembang Menarik Perhatian Warga

Amanda Almeirah
5 Min Read

Uji Coba Car Free Night di Jalan Kolonel Atmo, Palembang

Pemerintah Kota Palembang resmi memulai uji coba Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Kolonel Atmo pada malam hari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah kawasan yang biasanya padat kendaraan menjadi ruang publik yang menawarkan berbagai atraksi seni budaya, hiburan, dan wisata kuliner.

Kegiatan ini menarik antusiasme warga yang memadati kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan tahap awal sebelum peluncuran resmi CFN yang akan dilakukan pekan depan.

“Malam ini kita mulai uji coba CFN di Atmo. Kita ingin memastikan alur penutupan jalan dan teknis di lapangan berjalan lancar sebelum peresmian resmi minggu depan,” ujar Isnaini.

Persiapan CFN dimulai sejak pukul 17.30 WIB, sementara penutupan jalan dilakukan pukul 18.00 WIB. Ruas jalan yang ditutup adalah sepanjang Jalan Kolonel Atmo, mulai dari Simpang Jalan KS Tubun hingga Simpang Lampu Merah Bank Mandiri menuju Linda Kosmetik. Meski ada penutupan, masyarakat tetap dapat menggunakan jalur alternatif di sekitar lokasi.

Pemerintah juga mengimbau warga untuk memaklumi adanya gangguan lalu lintas selama kegiatan berlangsung. “Uji coba ini penting karena ada penutupan jalan, sama seperti Car Free Day. Kita ingin memastikan semuanya berjalan lancar sebelum launching resmi minggu depan,” tambahnya.

CFN di Kolonel Atmo berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan konsep wisata malam dengan berbagai atraksi, seni budaya, zona kuliner, hingga pelayanan publik gratis dari pemerintah kota. Berbeda dengan Car Free Day (CFD), CFN lebih fokus pada wisata malam dan hiburan, sedangkan CFD lebih mengedepankan aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat.

Pada CFD, ruas Jalan Sudirman dari kawasan Cinde hingga Jembatan Ampera dan Flyover Jakabaring akan disterilkan dari kendaraan. Area tersebut disiapkan sebagai ruang publik untuk olahraga seperti jalan santai, lari, senam, hingga sepatu roda. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan zona khusus bagi pedagang kuliner agar tetap tertib. Pedagang hanya diperbolehkan berjualan di titik yang telah ditentukan, seperti di kawasan sekitar Bundaran Masjid Agung hingga Jalan Masjida dan lain-lain. Sementara itu, area pedestrian tetap harus steril dari aktivitas jual beli.

“CFD ini bukan hanya olahraga, tapi juga wisata dan hiburan. Kita ingin masyarakat menikmati suasana kota tanpa kendaraan, sekaligus menarik wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara,” jelas Isnaini.

Untuk CFN sendiri, sebanyak 14 titik lampu jalan di sepanjang Kolonel Atmo akan dimanfaatkan sebagai lokasi atraksi seni dan budaya. Konsep ini merupakan pengembangan dari CFN sebelumnya yang pernah digelar di Pedestrian Sudirman pada 2017–2020. Pemindahan lokasi ke Kolonel Atmo dilakukan untuk menghidupkan kawasan tersebut yang selama ini cenderung sepi pada malam hari, khususnya saat akhir pekan.

Pemerintah Kota Palembang berharap kehadiran CFN dan CFD dapat menjadi destinasi wisata unggulan baru. Saat ini, Palembang memiliki 77 destinasi wisata, dan dengan tambahan dua program ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.

“Dengan adanya CFN dan CFD, kita berharap sektor ekonomi seperti restoran, hotel, dan pelaku usaha lainnya ikut terdongkrak,” kata Isnaini.

Tantangan dan Persiapan dalam Pelaksanaan CFN dan CFD

Selain menyediakan ruang publik yang ramah lingkungan, CFN dan CFD juga memberikan tantangan dalam hal pengaturan lalu lintas dan pengelolaan keamanan. Pemerintah Kota Palembang telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran kegiatan ini. Mulai dari pengaturan rute alternatif hingga koordinasi dengan aparat kepolisian dan petugas kebersihan.

Tidak hanya itu, pihak pemerintah juga berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung. Beberapa titik di sepanjang jalan akan dijaga oleh petugas keamanan dan relawan guna menghindari tindakan kriminal atau gangguan keamanan.

Selain itu, terdapat beberapa layanan publik yang disediakan secara gratis, seperti tempat duduk, air minum, dan informasi tentang acara yang berlangsung. Hal ini bertujuan untuk memastikan para pengunjung merasa nyaman dan dapat menikmati kegiatan tanpa kesulitan.

Pemerintah juga berencana untuk memperluas program ini ke wilayah lain di Kota Palembang jika hasil uji coba ini menunjukkan keberhasilan. Dengan demikian, CFN dan CFD tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun citra kota yang lebih modern dan dinamis.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *