Kehidupan Aipda Vicky Katiandagho yang Berubah Drastis
Aipda Vicky Aristo Katiandagho menjadi perhatian luas masyarakat setelah mengambil keputusan yang cukup mengejutkan. Ia memilih untuk mengundurkan diri dari institusi kepolisian yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan kariernya. Keputusan besar tersebut tentu tidak diambil secara tiba-tiba. Ada rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya, salah satunya adalah mutasi yang ia terima dari Polres Minahasa ke Polres Kepulauan Talaud.
Mutasi ini kemudian memicu perhatian publik, terlebih karena terjadi di tengah proses penyidikan yang sedang ia tangani, yaitu sebuah kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang pejabat. Situasi ini menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak yang merasa heran mengapa seorang penyidik yang tengah menangani perkara penting justru dipindahkan dari posisinya.
Di tengah kondisi itu, Aipda Vicky Aristo Katiandagho dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Setelah melalui berbagai pertimbangan matang, baik dari sisi profesional maupun pribadi, ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepolisian. Langkah ini menjadi titik balik besar dalam hidupnya, mengingat profesi sebagai anggota kepolisian bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan juga bentuk pengabdian kepada negara.
Diketahui, Vicky sebenarnya telah mengajukan surat pengunduran diri sejak Juni 2025. Namun, proses administrasi dan persetujuan baru selesai sekarang. Momen perpisahannya pun menjadi sorotan dan menyentuh banyak hati. Dalam sebuah video yang beredar, terlihat Vicky berjalan keluar dari Polda Sulawesi Utara dengan langkah mantap, seolah menggambarkan keteguhan hatinya dalam mengambil keputusan besar tersebut. Ia kemudian berhenti sejenak untuk memberikan hormat, sebagai bentuk penghargaan terakhir kepada institusi yang telah ia layani. Tak hanya itu, ia juga tampak bersujud di depan gedung tersebut.
Kini, setelah resmi tidak lagi mengenakan seragam polisi, Vicky telah memasuki babak baru dalam kehidupannya. Apa pekerjaan baru Vicky?
Kronologi Perjalanan Karier Aipda Vicky Katiandagho
Aipda Vicky Katiandagho awalnya bertugas sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa. Bidang tugasnya meliputi perkara tindak pidana korupsi. Vicky pun sempat menangani perkara korupsi yang diduga melibatkan seorang pejabat di Minahasa.
“Perkara yang mengundang atensi publik yaitu korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting,” katanya. Ia menjelaskan menemukan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tas ramah lingkungan. Vicky memulai penyelidikan sejak tahun 2021. Status kasus tersebut naik menjadi penyidikan pada 5 September 2021. “Itu adalah program Bupati Minahasa tahun 2020,” katanya.
Dalam penyelidikan Vicky menemukan peristiwa pidana. “Kemudian karena kami menemukan peristiwa pidana, status penyelidikan peristiwa pidana ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan perkara tindak pidana korupsi pada tanggal 5 September 2024 di mana sebelumnya kami melalui gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulut,” katanya pada Kompas.com. Selama proses penyidikan Vicky juga sudah memeriksa sejumlah saksi. Ia bahkan tentu sudah mengumpulkan dokumen sebagai alat bukti.
“Namun saat penyidikan masih berjalan tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya saya dimutasi ke Polres Kepalauan Talaud,” katanya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengundurkan diri. Namun Vicky tidak menjelaskan alasannya mengundurkan diri. “Itu salah satu alasannya. Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru sekarang ACC,” katanya.
Setelah lepas dari institusi Polri, Vicky Katiandagho memilih untuk jualan kopi. “Saya masih menikmati jualan kopi,” katanya. Walau begitu ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Polri masih sangat tinggi. “Sekali Bhayangkara selamanya Bhayangkara,” katanya. Akhir bulan Maret 2026 lalu Vicky sempat memposting video ketika berjalan keluar dari gedung Polda Sulut. Ia tampak hormat lalu sujud di depan gedung. “Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal.. tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I Quit,” tulisnya di media sosial.