Penemuan Kapal Jolloro yang Hilang di Perairan Kepulauan Selayar
Kapal jolloro yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Sanane, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan akhirnya ditemukan. Keberadaannya terungkap setelah tiga hari operasi pencarian oleh tim SAR gabungan. Kapal tersebut ditemukan terdampar di sekitar wilayah Kepulauan Selayar, khususnya di dekat Kecamatan Pasalembana.
Lokasi Penemuan dan Proses Pencarian
Menurut informasi dari Kepala Kantor Basarnas Makassar Sulsel, Muhammad Arif Anwar, kapal jolloro bernama Sansel United JB 2023 ditemukan pada koordinat 7°10’36.13″S 121° 1’4.37″E di wilayah pulau Taka Bonerate Kepulauan Selayar. Seluruh penumpang, yaitu tiga nelayan, dalam kondisi selamat.
Proses pencarian dimulai setelah laporan kehilangan kapal jolloro yang dilakukan oleh keluarga nelayan. Dari prediksi menggunakan SAR Map, area pencarian difokuskan di perairan Kepulauan Selayar. Tim SAR Gabungan juga mengirimkan kapal KN SAR Kamajaya 104 untuk melakukan penyisiran wilayah dengan bantuan RIB tambahan.
Pihak Basarnas juga menyebarkan informasi ke pulau-pulau sekitar Selayar melalui SROP Makassar. Bahkan, informasi ini disampaikan ke VTS Lembar di Mataram untuk memberi peringatan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian.
Kondisi Nelayan dan Keluarga
Seluruh penumpang kapal telah berkomunikasi dengan keluarganya dan saat ini sedang menjalani penanganan di Pulau Bonerate. Mereka menunggu pemulangan ke tempat asal. Dengan ditemukannya kapal dan seluruh POB (Penumpang atau Awak Kapal), operasi SAR terhadap Sansel United JB 2023 dihentikan.
Dari keterangan keluarga, kapal jolloro tersebut berangkat melaut sekitar pukul 11.00 Wita. Salah satu anggota keluarga korban, Hasrian, mengungkapkan bahwa ketiga nelayan tersebut tidak membawa bekal apapun saat berangkat. Hal ini membuat pihak keluarga semakin khawatir dengan keselamatan mereka.
Hasrian menyatakan, “Kami keluarga besar Pulau Sanane sangat khawatir karena mereka tidak punya bekal sama sekali.” Ia menambahkan bahwa keluarga dan warga setempat telah melakukan pencarian secara mandiri, tetapi hingga 12 jam pencarian belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal.
Upaya Pencarian dan Faktor yang Diduga Menyebabkan Hilangnya Kapal
Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Pangkep, Herianti Tualle, membenarkan adanya laporan nelayan hilang tersebut. Informasi awal diterima BPBD sekitar pukul 18.00 Wita, Kamis malam. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Ketiga nelayan diketahui melaut di perairan sekitar Pulau Lilikang, Desa Sabalana, menggunakan perahu jenis jolloro.
Hingga malam hari, mereka tidak kunjung kembali ke Pulau Sanane. Merasa khawatir, pihak keluarga kemudian berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri sekitar pukul 21.00 Wita di hari yang sama. Sayangnya, upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
BPBD Pangkep menduga beberapa faktor dapat menjadi penyebab hilangnya kapal jolloro tersebut. Cuaca buruk, gelombang tinggi, angin kencang, hingga kemungkinan kerusakan mesin di tengah laut menjadi faktor yang sering terjadi dalam kasus serupa. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu diperkirakan membuat perahu dapat hanyut jauh dari lokasi awal.
Tidak menutup kemungkinan perahu terbawa arus ke arah timur, termasuk wilayah Kepulauan Selayar. Dengan ditemukannya kapal jolloro dan seluruh penumpang dalam kondisi selamat, masyarakat dan keluarga berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.