Tim Khusus untuk Memeriksa Kondisi Bangunan Sekolah di Kabupaten Pati
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, akan membentuk tim khusus untuk memeriksa kondisi bangunan seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Pati. Pembentukan tim ini dilakukan sebagai respons atas kejadian runtuhnya bangunan kelas di SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chandra ketika menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di SMPN 8 Pati, Minggu (12/4/2026). Mendikdasmen datang untuk meresmikan revitalisasi 90 satuan pendidikan di Pati.
Menurut Chandra, pemeriksaan kondisi bangunan sekolah sangat penting dilakukan. Hal ini mengingat Kabupaten Pati merupakan daerah dengan risiko bencana nomor dua di Jawa Tengah. “Kondisi Pati ini kemarin juga dari Januari sampai Maret bencananya bertubi-tubi dari banjir, tanah longsor, dan yang lainnya,” ujar Chandra.
Dia menjelaskan bahwa tadi pagi salah satu ruang kelas di SDN Mencon, Pucakwangi, runtuh. “Jadi tadi saya sudah sampaikan, Pak Menteri, salah satu SD di Pucakwangi, SD Mencon, tadi pagi salah satu ruang kelasnya runtuh,” tambahnya.
Chandra telah meminta Kepala Dinas Pendidikan agar Senin besok langsung membikin tim untuk mengecek semua SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Pati. “Kami akan cek kondisi kelayakannya supaya nanti tidak ada lagi terjadi kelas yang roboh,” ungkap Chandra.
Meski prihatin dengan adanya musibah ini, dia bersyukur peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu, ketika sekolah sedang kosong, tidak ada kegiatan belajar-mengajar. Di sisi lain, Chandra juga mengapresiasi Kemendikdasmen atas bantuan program revitalisasi satuan pendidikan.
Terdapat 90 sekolah di Pati yang mendapatkan program ini pada tahun anggaran 2025. Sekolah-sekolah tersebut diperbaiki bangunan dan fasilitasnya agar lebih menunjang kegiatan pembelajaran. “Melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025, Kabupaten Pati telah menerima bantuan untuk 90 satuan pendidikan terdiri dari 3 TK, 57 SD, 14 SMP, 4 SMA, 6 SMK, 1 SLB serta 5 PKBM atau SKB,” jelas Chandra.
Bantuan ini, kata dia, dimanfaatkan masing-masing satuan pendidikan untuk membangun maupun merehabilitasi berbagai sarana dan prasarana sekolah. Di antaranya ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang UKS, ruang komputer, ruang ibadah, serta fasilitas penunjang lainnya termasuk perabot dan sanitasi. “Selain itu, melalui program digitalisasi pembelajaran, Kabupaten Pati juga mendapatkan bantuan berupa Papan Interaktif Digital (PID) beserta perangkat pendukungnya, yaitu laptop dan harddisk eksternal yang disalurkan kepada 1.186 satuan pendidikan,” tambahnya.
Program Revitalisasi Sekolah Berlanjut di Tahun 2026
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan bahwa setelah program revitalisasi satuan pendidikan menjangkau 16 ribu lebih sekolah, termasuk 90 di antaranya di Kabupaten Pati, program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 ini. Prioritas untuk 2026 adalah pembangunan atau revitalisasi sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dan sekolah yang rusak berat.
Karena itu, jika ada bangunan sekolah di Pati masih ada yang kondisinya rusak berat, seperti SDN Mencon yang hari ini mengalami musibah, Abdul Mu’ti meminta pihak Pemkab Pati melakukan pendataan. “Karena itu Pak Plt Bupati, monggo silakan Pak Kadis didata sekolahnya sebagaimana mestinya. Karena mohon maaf, kami memiliki data yang ternyata data itu tidak sinkron dengan yang ada di lapangan. Dilaporkannya sekolahnya baik-baik saja, ternyata begitu kami kunjungi tidak baik-baik saja,” ucap dia.
Menurut Abdul Mu’ti, hal tersebut kerap kali terjadi karena pihak sekolah mengejar akreditasi. Menurutnya hal ini tidak semestinya dilakukan. “Saya tahu kenapa dilaporkannya baik-baik saja supaya akreditasinya nilainya bagus. Ini yang enggak boleh. Tolong disampaikan apa adanya supaya nanti kami bisa bersama-sama pemerintah daerah memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak,” tandas dia.