Aksi Heroik yang Berujung Kecelakaan Maut
Seorang remaja berusia 17 tahun, Ajun Arman Permadi, dikenang sebagai pahlawan karena aksinya menolong pengendara lain di tengah banjir. Namun, aksi heroiknya tersebut justru mempertaruhkan nyawanya sendiri. Pada Kamis (5/2/2026), Ajun ditemukan meninggal dunia setelah terbawa arus banjir yang sangat deras.
Ajun terbawa arus air saat melintasi Jalan Raya Bojong Kabupaten Tegal sehari sebelumnya. Ia terseret ke dalam aliran sungai Gung yang masuk wilayah Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Jenazah korban akhirnya ditemukan oleh warga di lokasi tersebut.
Sesuai informasi yang diperoleh, Ajun Arman Permadi adalah pelajar kelas XII SMK NU Al Yaman dan merupakan warga Desa Kreman, RT 06/RW01, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Setelah ditemukan, jasad korban dibawa ke RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal untuk dilakukan identifikasi. Proses ini dilakukan oleh Inafis Polres Tegal untuk memastikan bahwa jasad yang ditemukan benar-benar milik Ajun.
Di Ruang Pemulasaran Jenazah RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, terlihat beberapa perwakilan dari sekolah, pondok pesantren, pihak keluarga, dan tim pencarian. Semua orang masih menunggu proses identifikasi sambil menunggu kedatangan orang tua korban.
Tidak lama setelah tiba, kedua orang tua korban langsung datang ke ruang pemulasaran. Saat melihat jasad putranya, sang ayah langsung kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan, sedangkan sang ibu lemas dan jatuh ke lantai. Tangisan pilu pun pecah, terutama dari sang ibu yang terus menerus menyebut nama Ajun.
Dengan tenaga yang tersisa, sang ibu terus menangis histeris dan tidak ingin ditinggalkan oleh anaknya. Meskipun telah ditenangkan oleh keluarga, tangisan ibu korban kembali pecah saat jenazah korban dikafani dan akan didoakan. Akhirnya, sang ibu kembali jatuh ke lantai dan harus dibopong oleh beberapa orang untuk ditidurkan di bangku yang tersedia.
Dengan diiringi tangisan pilu seorang ibu yang kehilangan anak laki-lakinya, jenazah Ajun dibawa keluar dari ruang pemulasaran dengan ditutupi kain berwarna hijau. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam mobil ambulans dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kronologi Hanyut
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Bojong, sehingga menyebabkan air meluap ke jalan raya. Besarnya luapan air membuat kendaraan sepeda motor tidak bisa melintas dan beberapa kendaraan mobil berhenti di lokasi.
Keberadaan korban yang melintas di jalan raya Bojong sempat terekam video oleh warga sekitar. Dalam video tersebut, terlihat detik-detik korban terbawa arus air bersama sepeda motornya dan kemudian hilang.
Menurut AKP Luis Beltran Krisnandhita Marissing, Kasat Reskrim Polres Tegal, korban terbawa arus air deras saat menolong pengendara yang menerobos banjir. Namun, air yang terlalu deras mengakibatkan motor yang dikendarai korban oleng, jatuh, dan menyeret motor serta korban masuk ke selokan. Motor korban dapat ditemukan, tetapi korban tidak ditemukan.
Kronologi Penemuan Jasad Korban
Penemuan jasad korban berawal dari laporan masyarakat dan video yang beredar tentang penemuan jenazah di tengah Sungai Gung, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Mendapat informasi tersebut, Polres Tegal bersama TNI, Basarnas, BPBD Kabupaten Tegal, dan masyarakat sekitar langsung bergerak menuju lokasi penemuan.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh warga sekitar Sungai Gung. Karena kondisi medan yang cukup berat di tengah sungai dan arus air yang deras, korban baru berhasil dievakuasi oleh tim sekira pukul 11.00 WIB.
Setelah dilakukan proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenazah yang ditemukan memang benar milik Ajun. Pada saat itu, korban berniat menolong pengendara lain, tetapi malah terbawa arus air hingga masuk ke selokan dan menjadi korban.
Menurut AKP Luis, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya beberapa luka di tubuh korban. Namun, kondisi anggota tubuh korban masih utuh. Jarak dari lokasi awal korban hilang terbawa arus, yakni wilayah Kecamatan Bojong sampai lokasi penemuan di Sungai Gung Kecamatan Lebaksiu diperkirakan sekitar 10-15 kilometer.