Jalan Poros yang Rusak Parah Mengganggu Kehidupan Warga
Jalan poros dari Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan hingga menuju Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi sorotan warga setempat. Kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur sering kali menyulitkan masyarakat dalam melakukan perjalanan, terutama saat musim hujan tiba.
Kondisi Jalan yang Membuat Warga Kesulitan
Setiap hari, warga menghadapi kondisi jalan yang semakin memprihatinkan. Saat hujan mengguyur wilayah tersebut, jalan berubah menjadi lumpur pekat seperti bubur. Hal ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintasi jalur tersebut. Bahkan, banyak kendaraan harus berjalan perlahan atau bahkan terjebak di tengah jalan.
Anak-anak sekolah juga tidak luput dari dampak buruk jalan tersebut. Meskipun mereka berangkat ke sekolah dengan pakaian rapi dan sepatu bersih, mereka sering kali tiba di sekolah dalam kondisi kotor karena terkena lumpur. Ini menjadi pengalaman yang sangat mengganggu dan membosankan bagi para siswa.
Keluhan Warga dan Harapan Pemerintah
Warga mengeluhkan kondisi jalan yang sudah lama menjadi masalah. Meski sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, mereka merasa lelah dan ingin adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki akses utama masyarakat.
Keluhan ini kembali mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook menarik perhatian publik. Unggahan itu ditulis oleh Wahidah, warga Kecamatan Kuala Kuayan, yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. Dalam tulisannya, ia menggambarkan kondisi jalan yang licin dan berlumpur, bahkan disebut lebih licin dibandingkan jalan beraspal di kota.
Ia juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi akses vital masyarakat. Menurutnya, meski terdapat beberapa titik yang telah diaspal, namun sebagian besar ruas jalan masih berupa tanah dan mudah rusak. Kondisi ini semakin diperparah saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kotim.
Penanganan dari Pihak Terkait
Camat Mentaya Hulu, Edison, menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan negara sekaligus akses utama masyarakat menuju wilayah Parenggean dan sekitarnya. Ia menyebutkan bahwa perbaikan sebelumnya telah dilakukan melalui penimbunan dan perataan oleh pihak perusahaan PT TASK.
Namun, curah hujan tinggi dan aktivitas truk sawit bermuatan berat membuat kondisi jalan kembali rusak. Untuk penanganan lanjutan, alat berat dari PT AKPL dan PT KMA akan diturunkan, disusul tim ahli dari Dinas PUPR Kotim.
Edison juga memastikan bahwa komitmen perbaikan sudah ada dan jalan tidak akan dibiarkan rusak berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa penanganan jalan tersebut akan dilakukan secara kolaboratif dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah itu.
Saran dan Permintaan Pengertian
Meski demikian, Edison meminta pengertian masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Ia juga mengimbau agar kendaraan berat sementara waktu membatasi aktivitas melintas dan menggunakan jalan alternatif saat jalan sedang diperbaiki.
Selain itu, ia menyarankan kepada anak-anak sekolah agar menggunakan perahu bermotor terlebih dahulu untuk berangkat ke sekolah selama jalan diperbaiki. Sehingga perbaikan bisa dilakukan maksimal.