Situasi Dapur Umum Polsek Kura Tanahlaut Kalsel untuk Korban Banjir, Sediakan Makanan Cepat Saji

Bayu Purnomo
7 Min Read

Dapur Umum Polsek Kurau Bantu Warga Terdampak Banjir

Polsek Kurau, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir dengan membuka dapur umum. Dapur umum ini berfungsi sebagai tempat penyediaan makanan cepat saji untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terkena dampak banjir.

Sejak hari Selasa lalu, Polsek Kurau yang mencakup Kecamatan Kurau dan Bumimakmur, telah membuka dapur umum untuk memberikan bantuan makanan kepada warga terdampak genangan air. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (2/1/2026), dapur umum tersebut menggunakan ruang belakang Mapolsek Kurau yang berada di tepi jalan poros Kurau, Desa Padangluas.

Beberapa ibu-ibu tampak antusias dalam gotong royong menyiapkan makanan cepat saji berupa nasi bungkus yang setiap hari didistribusikan ke wilayah terdampak banjir. Banjir di wilayah Tanahlaut meluas akibat tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir, terutama hujan lebat yang terjadi pada Sabtu dini hari pekan lalu.

Beberapa kecamatan terdampak, antara lain Kurau, Bumimakmur, Batibati, dan Tambangulang. Di Kecamatan Kurau dan Bumimakmur, dua desa yang mengalami dampak terparah adalah Desa Handilnegara dan Kalibesar. Selain merendam rumah warga, banjir juga menenggelamkan badan jalan desa. Sejak Rabu kemarin, ketinggian air terus bertambah hingga saat ini jalan desa tak lagi bisa dilalui sepeda motor jenis bebek.

Menyikapi kondisi tersebut, Polres Tanahlaut bersama Polsek Kurau telah menyalurkan bantuan sembako pada Kamis kemarin. Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan turun langsung ke lokasi. Bahkan, pembukaan dapur umum dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipatif untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

“Kami berterima kasih kepada warga di sini, khususnya ibu-ibu yang dengan sukarela membantu memasak untuk warga terdampak banjir,” ujar Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Kurau Iptu Bambang H.

Iptu Bambang menjelaskan, seluruh kebutuhan logistik dapur umum disiapkan secara swadaya oleh jajaran kepolisian. Sejak dibuka, dapur umum tersebut setiap hari menyuplai ratusan nasi bungkus ke Desa Handilnegara dan Kalibesar.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Jumat hari ini, genangan banjir mulai merambah Desa Padangluas. Kondisi tersebut mengindikasikan ketinggian air di Handilnegara dan Kalibesar kian meningkat, mengingat kedua desa tersebut berada di kawasan rawa dan berdekatan langsung dengan aliran sungai.

Pada hari ini, Bupati Tanahlaut H Rahmat Trianto turut meninjau langsung lokasi banjir. Selain melihat kondisi terkini warga terdampak banjir, bupati juga menyalurkan bantuan.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Banjir?

Banjir merupakan salah satu bencana alam paling sering terjadi di Indonesia. Tidak hanya mengganggu aktivitas, bencana banjir juga berisiko tinggi terhadap keselamatan, kesehatan, dan harta benda. Oleh karena itu, memahami apa yang harus dilakukan ketika banjir, baik sebelum, saat, maupun setelahnya, adalah langkah penting dalam mitigasi banjir.

Langkah Mitigasi Banjir Sebelum Terjadi

  • Kenali zona rawan banjir di lingkungan tempat tinggal.
  • Simpan dokumen penting dalam bentuk digital (softcopy).
  • Pelajari kebutuhan khusus setiap anggota keluarga, seperti lansia atau anak-anak.
  • Pertimbangkan untuk memiliki asuransi perlindungan aset.
  • Bagi peran dalam keluarga saat darurat banjir, dan pahami cara mematikan listrik dan kompor.
  • Catat dan sebarkan nomor darurat, termasuk 112.
  • Cek risiko listrik yang bisa timbul saat air mulai naik.
  • Pahami jalur evakuasi dan lokasi pengungsian terdekat.
  • Ikuti sistem peringatan dini dari pemerintah.
  • Tentukan tempat berkumpul jika keluarga terpisah saat evakuasi.
  • Rutin bersih-bersih lingkungan untuk mencegah saluran mampet.
  • Siapkan Tas Siaga Bencana.

Isi Tas Siaga Bencana

Tas ini sebaiknya sudah disiapkan jauh hari sebelum banjir datang, dan berisi:
* Pakaian dan perlengkapan ibadah untuk 3 hari

Obat pribadi dan P3K

Dokumen penting dalam plastik

Selimut atau sarung

Makanan ringan tahan lama

Uang tunai

Powerbank & baterai

Masker & hand sanitizer

Air minum, senter, peluit darurat

* Foto keluarga (untuk identifikasi jika terpisah)

Saat Banjir Datang: Tetap Tenang, Lakukan Ini

  • Dapatkan informasi dari sumber resmi.
  • Hindari saluran air, gorong-gorong, atau kubangan yang bisa menyeret.
  • Segera evakuasi ke lokasi aman sesuai jalur evakuasi.
  • Prioritaskan anak-anak, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan orang sakit.
  • Jika berada di lokasi pengungsian:
  • Tetap jaga protokol kesehatan (masker, cuci tangan, jaga jarak).
  • Bersihkan area tidur dan bantu jaga ketertiban bersama.

Yang Tidak Boleh Dilakukan:

  • Jangan berjalan di arus deras tanpa alat bantu.
  • Hindari mengemudi di wilayah tergenang.

Peran Aktif Masyarakat Saat Banjir

  • Informasikan potensi banjir ke warga sekitar.
  • Ketahui lokasi pengungsian dan jalur evakuasi.
  • Data ulang pengungsi dan bantu distribusi logistik.
  • Laporkan kondisi darurat ke 112.
  • Bantu tim evakuasi dan bantu tetangga yang membutuhkan.

Setelah Banjir

Setelah air surut, bukan berarti bahaya sudah selesai. Justru, ancaman penyakit dan bahaya lainnya masih mengintai.
– Periksa instalasi listrik – jangan nyalakan sebelum dipastikan aman.
– Hindari kontak langsung dengan air banjir yang bisa mengandung kotoran dan bahan kimia.
– Bersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur, sampah, dan kotoran.
– Cuci tangan dengan sabun jika kontak dengan air banjir.
– Gunakan sepatu dan sarung tangan saat membersihkan sisa banjir.
– Jangan biarkan anak-anak bermain di bekas genangan.
– Gunakan antiseptik jika mengalami gatal atau iritasi.
– Hindari konsumsi air sumur tanpa disterilisasi.
– Tingkatkan imun tubuh dengan makanan bergizi dan istirahat cukup.
– Jika sakit atau terluka, segera periksa ke fasilitas kesehatan.

Apa yang harus dilakukan ketika banjir? Jawabannya adalah persiapan, perlindungan, dan kewaspadaan. Dengan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika banjir serta apa yang harus dilakukan setelah banjir, kita dapat menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ingat, mitigasi banjir bukan hanya soal bertahan, tapi juga soal membangun kesadaran bersama untuk mengurangi risiko. Karena bencana banjir bisa datang kapan saja, tapi kesiapan adalah pilihan yang bisa kita ambil mulai dari sekarang.

Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *