Profil Andi Sumangerukka: Gubernur Sultra Minta Maaf pada Bocah Penjual Tisu Korban Tabrak Lari

Wahyudi
5 Min Read

Permintaan Maaf Gubernur Sulawesi Tenggara atas Kecelakaan yang Menewaskan Bocah Penjual Tisu

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyampaikan permintaan maaf kepada ibu Najwa, bocah berusia 8 tahun yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Kejadian tragis ini terjadi di perempatan lampu merah PLN Wua-wua, Kota Kendari, pada malam hari saat hujan deras. Najwa tewas setelah tubuhnya tergilas roda truk kontainer.

Pada saat kejadian, Najwa sedang menjual tisu untuk membeli beras. Nasib pilu yang menimpa bocah itu membuat Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, merasa sangat prihatin. Ia langsung mengunjungi rumah keluarga Najwa di Lorong Segar, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, beberapa hari setelah kejadian.

Di rumah tersebut, mendiang Najwa tinggal bersama orang tua dan enam saudaranya. Saat bertemu dengan ibu Najwa, Andi menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan berupa uang tunai serta sembako. Tangis ibu Najwa pecah saat menerima dukungan dari Gubernur. Dengan mata sembab, ia menyalami Andi sebagai bentuk rasa terima kasih.

Mendengar cerita keluarga korban, Andi tampak menundukkan kepala. Air mata terlihat mengalir di wajahnya. Dengan suara pelan, ia berulang kali mengucapkan permintaan maaf kepada ibu Najwa. “Maaf, maaf,” ucapnya lirih.

Profil Gubernur Sulawesi Tenggara

Andi Sumangerukka lahir di Kota Makassar pada 11 Maret 1963. Tahun ini, usianya menginjak 62 tahun. Ia adalah anak dari Mayor (Purn) TNI H Andi Baso Syam Daud dan Hj Andi Azizah Petta Mine. Andi merupakan anak keempat dari delapan bersaudara.

Ayahnya pernah menjabat posisi strategis dalam pemerintahan dan politik di Sulawesi Tenggara. Mulai dari camat di Wawonii, Konawe Kepulauan (Konkep) hingga kepala dinas di Kota Kendari. Selain itu, ayahnya juga pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Kendari (sekarang Konawe) periode 1970-1975 dan 1988-1992.

Andi Sumangerukka menghabiskan masa kecilnya di Kota Kendari. Ia bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Teladan Kendari. Setelah lulus, Andi melanjutkan pendidikan menengahnya di Kota Makassar. Lulus dari bangku sekolah, Andi menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada 1984 dan lulus pada 1987.

Jejak Karier

Andi Sumangerukka pernah menjadi Komandan Batalyon Artileri Pertahanan Udara 13/Parigha Bhuana Yudha, satuan bantuan tempur di bawah komando Kodam I/Bukit Barisan. Ia sempat menduduki jabatan Asintel Kodam I/Bukit Barisan yang meliputi komando kewilayahan Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Dia selanjutnya bertugas di Provinsi Sulawesi Utara dan menjabat sebagai Komandan Korem atau Danrem 143/Halu Oleo. Dari Kota Kendari, Andi berpindah tugas ke Jawa Timur, menjabat Inspektur Kodam atau Irdam V/Brawijaya. Ia kemudian kembali ke Sulawesi Tenggara dan menduduki jabatan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sultra.

Selanjutnya, ia menjadi Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik Badan Intelijen Negara (BIN). Dari rekam jejak kariernya itu, Andi mendapat promosi menjadi Pangdam XIV/Hasanuddin 2020-2021. Kodan XIV/Hasanuddin membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Ia kemudian ditarik ke Markas Besar atau Mabes TNI untuk persiapan pensiun pada April 2021. Andi Sumangerukka pun memasuki masa purna bakti Perwira Tinggi atau Pati TNI dengan pangkat Mayor Jenderal atau Mayjen TNI.

Setelah pensiun dari dunia kemiliteran, Andi terjun ke politik. Dia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW PPP Sultra setelah terpilih aklmasi pada Musyawarah Luar Biasa (Muswilub) di Kabupaten Kolaka, Sabtu (3/6/2023) lalu.

Pemilihan Legislatif dan Pilgub

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, Andi menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI Dapil Sultra dari PPP. Akumulasi suara partai dan caleg PPP sebesar 118.350 suara, terpaut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 147.175 suara yang meraih kursi terakhir atau keenam. Namun, PPP tak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen, sehingga tak satupun calegnya duduk di DPR RI 2024-2029.

Andi kemudian mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara pada Pilkada Sultra 2024. Ia berpasangan dengan mantan Bupati Wakatobi anggota DPR RI, Hugua sebagai calon Wakil Gubernur Sultra. Pasangan ini diusung empat parti yakni Partai Gerindra, PPP, PAN, dan Hanura.

Dalam masa Pilkada, Andi memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra. Dalam kontestasi Pilkada Sultra 2024, pasangan nomor urut 2 ini unggul mutlak. Andi-Hugua memperoleh 52,39 persen suara. Dengan perolehan 775.183 ribu suara dari total 1.537.619 suara sah. Andi dan Hugua pun terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2025-2030.

Pelaku Tabrak Lari Ditangkap

Polresta Kendari telah mengamankan pelaku tabrak lari terhadap Najwa, bocah penjual tisu. Pelaku ditangkap pada Sabtu (31/1/2026). Adapun identitas pelaku yakni ZA, operator yang mengemudikan alat berat loader.

Gubernur Sultra meminta agar pelaku dihukum setimpal. “Pelaku penabrakan harus bertanggung jawab dan kasus tersebut diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Andi Sumangerukka.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *