Kisah Andi Muhammad Yasir, Asisten I Pemkot Makassar yang Multitugas dan Berpengalaman

Nurlela Rasyid
5 Min Read

Perjalanan Karier Andi Muhammad Yasir, Birokrat Senior Pemkot Makassar

Andi Muhammad Yasir adalah sosok birokrat senior yang telah mengabdikan dirinya kepada Pemerintah Kota Makassar selama lebih dari dua dekade. Dari awal kariernya hingga akhir masa hidupnya, ia dikenal sebagai figur yang diandalkan dalam menjaga stabilitas organisasi dan memimpin berbagai jabatan strategis.

Awal Kariernya di Lingkungan Pemerintahan

Kariernya dimulai pada 14 Juni 2000, ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Sub Seksi Pembina Peran Serta Masyarakat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Di posisi ini, ia langsung terlibat dalam perencanaan pembangunan dan partisipasi publik. Setahun kemudian, ia naik jabatan menjadi Kepala Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian Perizinan, yang memberinya pengalaman dalam tata kelola pemerintahan yang tertib dan berorientasi regulasi.

Pada 2004, Yasir dipercaya memimpin wilayah sebagai Camat Biringkanaya. Posisi ini memperkenalkannya dengan dinamika sosial masyarakat. Tiga tahun kemudian, ia kembali menjabat sebagai Camat Mamajang, lalu Camat Rappocini. Pengalaman di tingkat kecamatan membentuk karakternya sebagai seorang pemimpin yang tangguh dan berpengalaman.

Pindah ke Jabatan Strategis

Di bawah kepemimpinan daerah yang berubah-ubah, Yasir tetap menjadi bagian dari lingkar inti birokrasi. Ia sering kali diandalkan untuk mengisi jabatan strategis, termasuk sebagai Kepala Dinas Sosial pada 2014. Di sana, ia berhadapan langsung dengan isu-isu kesejahteraan masyarakat, penanganan kelompok rentan, serta respons terhadap masalah sosial perkotaan.

Pada 2015, ia menjadi Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat. Tahun berikutnya, ia kembali mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Perdagangan, sebuah posisi yang menuntut kepekaan terhadap stabilitas harga dan dinamika pelaku usaha di kota metropolitan seperti Makassar.

Pada 2018, Yasir beralih memimpin Dinas Pemadam Kebakaran. Jabatan ini menempatkannya di garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat dan kebencanaan perkotaan. Setahun kemudian, ia kembali menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan.

Posisi Terakhir dan Tanggung Jawab Baru

Memasuki 2021, Yasir dilantik sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Posisi ini menjadi salah satu jabatan kunci di lingkup Sekretariat Daerah, yang mengoordinasikan urusan pemerintahan umum, administrasi kewilayahan, hingga kesejahteraan rakyat.

Tak hanya itu, pada April 2022, ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Makassar, menggantikan M Iqbal Asnan yang tersandung kasus hukum. Kepercayaan tersebut kembali menunjukkan reputasinya sebagai figur penyeimbang dalam situasi krusial.

Selama 2023, Yasir juga mengemban tugas tambahan sebagai Plt Kepala Dinas Perpustakaan serta kembali sebagai Plt Kepala Satpol PP. Peran multitugas ini memperlihatkan fleksibilitas serta kemampuannya beradaptasi di berbagai sektor.

Pada Januari 2024, ia dipercaya sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, menggantikan M Ansar yang memasuki masa purna bakti. Amanah tersebut menempatkannya di posisi sentral dalam koordinasi birokrasi kota.

Terbaru, pada Maret 2025, Yasir kembali diberi tanggung jawab tambahan sebagai Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Ia memimpin Dispora dalam waktu beberapa bulan di awal kepemimpinan Munafri Arifuddin.

Wafat Akibat Stroke

Andi Yasir wafat pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Stroke Center Rumah Sakit Khusus Daerah (RSUD) Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi tentang kematian pejabat senior tersebut cepat menyebar di lingkungan Pemkot Makassar.

Duka mendalam dirasakan oleh rekan sejawatnya. Pesan WhatsApp yang beredar di grup SKPD Pemkot Makassar menyampaikan: “Innalillahi wainnailaihi rajiun, Asisten 1 Pemkot Makassar telah meninggal dunia sesudah shalat subuh pagi ini, semoga almarhum khusnul khatimah, dan keluarga diberi ketabahan dan kesabaran.”

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Akhmad Namsum menyampaikan bahwa Andi Yasir dirawat di rumah sakit sejak Kamis (26/2/2026). Almarhum dikabarkan mengalami stroke dan tak sadarkan diri. “Rabu malam tiba dari medan hadiri acara Apeksi, Kamis masuk rumah sakit,” ungkap Akhmad Namsum.

Yasir dikenal sebagai sosok birokrat yang berdedikasi dalam mengawal urusan pemerintahan. Akhmad Namsum menilai almarhum sebagai salah satu pejabat pamong yang patut dicontoh dalam mengemban amanah. Sosoknya dikenal tenang dalam bersikap, namun tegas dalam mengambil keputusan serta menjalankan tanggung jawab.

Peran dalam Koordinasi Lintas OPD

Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkup Pemkot Makassar menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian almarhum. Mereka mengenang Andi Yasir sebagai pribadi yang tenang, komunikatif, dan terbuka dalam membangun koordinasi.




Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *