Modifikasi tangki picu kebakaran, mobil APV hangus di depan SPBU Kejora

Eka Syaputra
7 Min Read

Kebakaran Mobil di Sekitar SPBU Kejora, Bangka Tengah

Kepulan asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi di kawasan Jalan Koba Km 1, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, pada Senin (16/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Suara sirene mobil pemadam kebakaran memecah ketenangan siang hari saat warga panik menyaksikan satu unit mobil roda empat jenis Suzuki APV terbakar di depan SPBU Kejora.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu tangki air langsung dikerahkan ke lokasi. Lebih dari 15 petugas berjibaku memadamkan kobaran api, melakukan pendinginan, dan menghalau kepulan asap tebal yang menyelimuti jalan.

“Besar apinya, tadi sampai ke arah jalan. Pegawai SPBU sempat mencoba memadamkan, tapi api terus menghanguskan kendaraan itu sampai nyaris tak tersisa,” ujar Alay, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Mobil APV tersebut hangus total. Bodinya berubah menjadi rangka besi yang menghitam, interior ludes terbakar, dan ban meleleh karena panas yang tinggi. Tidak hanya itu, satu kendaraan lain yang terparkir di seberang jalan juga terdampak. Bagian depan mobil itu meleleh, terutama bumper dan lampu, diduga akibat paparan panas dari kobaran api.

Kejadian itu sempat menimbulkan kepanikan warga. Banyak yang berhamburan menjauh dari lokasi karena khawatir api menjalar ke area penyimpanan BBM SPBU. Beberapa warga menutup hidung dengan kain atau masker seadanya akibat aroma terbakar yang menyengat. Aktivitas pengisian BBM di SPBU pun dihentikan sementara.

“Masih nunggu dari manajemen, tapi sementara tutup dulu,” ungkap Junai, pengawas SPBU Kejora. Pintu gerbang SPBU juga ditutup dan anggota kepolisian berjaga untuk mengamankan area serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.

Tangki Modifikasi Terbongkar

Pemilik kendaraan, Syarifudin, warga Semabung, Kota Pangkalpinang, mengaku berada di dalam mobil bersama istrinya saat api tiba-tiba muncul dari bagian belakang kendaraan. “Tidak tahu api darimana pak, tapi keluar dari bagian belakang sini dan di dalam mobil ada saya dan istri,” ujarnya.

Ia menyebut sebelumnya sempat mengisi BBM dan hendak menambah tangki ketika api muncul. Syarifudin juga mengaku tangki modifikasi digunakan untuk pemakaian pribadi agar tidak antre panjang saat pengisian. “Baru beberapa bulan pakai tangki modif, untuk diri sendiri,” katanya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal Polresta Pangkalpinang menemukan tangki modifikasi di dalam mobil. Polisi menduga kendaraan tersebut hendak digunakan untuk mengangkut BBM secara tidak resmi.

“Anggota sedang melakukan olah TKP. Dari pemeriksaan sementara ditemukan tangki yang dimodifikasi, dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Ipda Riki.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Satu kendaraan hangus terbakar total, sementara kendaraan lain rusak di bagian depan. Kobaran api juga sempat menjalar hingga ke jalan raya, memaksa pengendara lain memperlambat laju kendaraan.

Petugas damkar dan kepolisian berjibaku mengamankan lokasi hingga api berhasil dikendalikan. Sejumlah saksi menyebut bahwa api muncul begitu cepat dan sempat menjalar dari mobil APV ke seberang jalan.

“Mobil ngerit bang, itu dalamnya ada drum. Api cepat sekali membesar,” kata salah satu warga.

Meski demikian, pengawas SPBU menegaskan bahwa SPBU tidak melayani pengisian BBM menggunakan tangki modifikasi atau pengerit. “Kalau tidak pakai barcode, kami tidak melayani,” tegas Junai.

Polisi kini terus mendalami penyebab pasti kebakaran. Pemeriksaan terhadap kendaraan, tangki modifikasi, dan saksi mata masih dilakukan untuk memastikan kronologi peristiwa.

Dari pantauan, meski api telah padam, kerusakan material cukup signifikan, dan lokasi tetap dijaga ketat oleh aparat untuk mencegah insiden susulan.

Turunkan Tim Inspeksi

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan melakukan inspeksi langsung terkait insiden kebakaran kendaraan yang dekat SPBU 24.331.115 Kelurahan Kejora, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (16/2) pukul 14.02 WIB.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, dalam siaran pers yang diterima oleh , Selasa (17/2).

Meskipun adanya insiden kebakaran kendaraan di SPBU 24.331.115 Kelurahan Kejora, Rusminto Wahyudi memastikan bahwa penyaluran BBM di wilayah tersebut akan tetap berjalan dengan aman, lancar dan terkendali.

Terkait dengan insiden kebakaran tersebut, Rusminto mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan inspeksi ke lokasi kejadian guna memastikan kondisi sarana dan fasilitas dalam keadaan aman.

Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa aspek keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap operasional SPBU. “Petugas telah menjalankan prosedur penanganan darurat dengan cepat dan sesuai standar. Kami juga melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan operasional berjalan aman serta sesuai ketentuan HSSE,” ujarnya.

Sebagai langkah pengamanan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran tersebut dan dalam proses tersebut untuk sementara operasional SPBU dihentikan.

Masyarakat tetap dapat melakukan pengisian BBM di SPBU alternatif terdekat, yakni SPBU 24.331.162 Kampung Jeruk, SPBU 24.331.167 Kampung Dul Pak, dan SPBU 24.331.151 Citraland yang beroperasi normal untuk melayani kebutuhan energi masyarakat.

Untuk diketahui, insiden terjadi saat satu unit Suzuki APV warna silver nomor polisi B 1424 UFM berada dalam antrean untuk melakukan pengisian BBM jenis Pertalite. Berdasarkan laporan awal di lapangan, kendaraan tersebut belum melakukan transaksi maupun pengisian BBM ketika api muncul dari bagian mesin kendaraan.

Kobaran api kemudian menyambar satu unit Toyota Kijang Pick Up warna hitam nomor polisi BN 8231 CL yang berada di dekatnya dan juga dalam posisi antrean. Dengan demikian, kedua kendaraan tersebut belum melakukan pengisian BBM pada saat kejadian berlangsung.

Petugas SPBU segera melakukan penanganan awal sesuai prosedur dengan menggunakan APAR dan APAB serta dibantu oleh unit pemadam kebakaran setempat. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih dua menit dan tidak terdapat korban jiwa. Untuk informasi dan layanan terkait produk maupun layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *