Profil Bisnis Dwi Sasetyaningtyas yang Berfokus pada Keberlanjutan
Dwi Sasetyaningtyas, atau lebih dikenal dengan nama Tyas, kini menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai kewarganegaraan anaknya memicu kontroversi. Namun, di balik polemik tersebut, masyarakat mulai memperhatikan rekam jejak profesional dan bisnis-bisnis yang ia kelola. Seorang alumnus beasiswa negara, Tyas ternyata memiliki gurita bisnis yang fokus pada isu lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Konsep Sustainable Living dalam Bisnis Tyas
Seluruh aktivitas bisnis Tyas berfokus pada konsep sustainable living, yaitu pengelolaan sumber daya untuk masa kini tanpa mengorbankan generasi mendatang. Ini mencakup keseimbangan tiga pilar utama: lingkungan, sosial, dan ekonomi, sehingga keberlangsungan bumi terjaga serta pertumbuhan jangka panjang yang bertanggung jawab dapat tercapai.
Berikut adalah tiga bisnis utama yang dijalankan oleh Tyas:
1. Sustaination
Sustaination merupakan bisnis utama yang dikelola oleh Tyas. Bisnis ini bergerak di bidang gaya hidup berkelanjutan (sustainable living). Platform ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi informasi, tetapi juga memiliki toko online yang menjual berbagai produk ramah lingkungan.
Beberapa kriteria produk yang dijual oleh Sustaination antara lain:
* Bebas plastik atau minim kemasan.
* Dapat digunakan berulang kali (reusable).
* Terbuat dari bahan alami yang mudah terurai (biodegradable).
* Diproduksi secara etis oleh produsen lokal.
Tyas bekerja sama dengan pengrajin dan UMKM lokal untuk memproduksi barang-barang reusable sesuai dengan konsep mereka. Tujuan konsep sustainable sendiri agar mereka tetap bertanggung jawab terhadap kelestarian alam, sekaligus bisa mendulang rupiah dari produk-produk ramah lingkungan ini.
2. Cerita Kompos
Cerita Kompos adalah bisnis Tyas yang merupakan perpanjangan tangan dari Sustaination. Kegiatan utama dari Cerita Kompos adalah mengedukasi masyarakat untuk memproduksi kompos secara mandiri. Kompos-kompos yang diproduksi nantinya akan dijual, sehingga bermanfaat bagi ekonomi sekaligus ekosistem.
Program andalan Cerita Kompos meliputi produksi pupuk organik seperti metode Takakura, komposter aerob, dan pembuatan biopori. Selain kompos, bisnis Tyas ini juga menyediakan alat-alat pendukung lainnya.
3. Bisnis Baik
Bisnis Baik juga menjadi salah satu pundi-pundi rupiah yang dikelola oleh Tyas. Bisnis ini fokus pada pemilik usaha (produsen) yang ingin menjalankan bisnisnya dengan prinsip etis dan ramah lingkungan. BisnisBaikClub menjadi wadah para UMKM untuk belajar tentang bisnis.
Mereka bisa memulai dengan mempelajari cara membangun bisnis untuk mencari keuntungan hingga memberikan dampak positif bagi bumi dan sesama manusia. Ada juga pertemuan para pengusaha UMKM untuk bertukar ide. Dengan pertemuan ini, diharapkan para pemilik UMKM bisa memperkuat pasar produk mereka sehingga mampu bersaing di kancah nasional melalui BisnisBaikClub.
Kontroversi di Media Sosial
Sebelumnya, Dwi Sasetyaningtyas memicu polemik di media sosial karena unggahannya mengenai status kewarganegaraan anaknya. Unggahan tersebut viral dan memicu respons keras dari warganet. Banyak yang menilai narasi tersebut kurang bijak disampaikan oleh seorang awardee LPDP, mengingat beasiswanya dibiayai negara.
Menyadari kegaduhan yang timbul, DS kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial. Ia mengakui bahwa pernyataannya tidak tepat dan menyinggung banyak pihak. Namun, permintaan maaf tersebut belum mampu meredakan desakan publik. Diskusi di media sosial justru bergeser pada tuntutan agar sistem pengawasan alumni LPDP dievaluasi secara menyeluruh, sehingga kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.