Pemerintah memberikan himbauan kepada para pemudik untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa akan ada tiga puncak arus balik yang harus dihindari oleh para pemudik. Puncak pertama terjadi pada 24 Maret 2026, sedangkan puncak kedua dan ketiga berlangsung pada 28 dan 29 Maret 2026.
Rangkuman Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran Idul Fitri 2026
Polri mencatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta setelah arus mudik Lebaran 2026. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan masih ada ratusan ribu kendaraan yang belum kembali. Berdasarkan data dari Jasa Marga, jumlah kendaraan keluar untuk mudik mencapai 2.946.891 unit. Angka ini meningkat sebesar 20,49 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.894.164 kendaraan. Kendaraan yang telah memasuki Jakarta per Sabtu pagi, 28 Maret 2026, adalah sekitar 2.561.629 unit.
“Sehingga volume lalu lintas riil keluar Jakarta sejumlah 2.946.891 dan masuk Jakarta saat ini sudah 2.561.629. Masih tersisa 385.262 atau 13,07 persen,” ujar Sigit dalam pernyataannya. Ia menilai puncak arus balik sudah terlewati, namun kepolisian bersama pihak terkait tetap memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Rekayasa Lalu Lintas One Way untuk Arus Balik
Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di ruas Tol Trans Jawa pada Sabtu, 28 Maret 2026. Puncak arus balik 2026 diprediksi terjadi pada akhir pekan ini, di mana kepadatan kendaraan yang kembali ke Jakarta akan terjadi di jalan tol. Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas one way kemungkinan akan dilakukan di kilometer 188 atau 263. “Keputusannya untuk mempercepat arus balik ke Jakarta,” kata Agus lewat keterangan tertulis pada Jumat, 27 Maret 2026.
Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di jalur Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keputusan tersebut masih melihat kondisi di lapangan. Polisi sebelumnya memprediksi puncak arus balik mudik kedua akan terjadi pada 29 Maret 2026. Polisi melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan setelah Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup pada Rabu, 25 Maret 2026.
Konsumsi BBM Naik Selama Lebaran
Rata-rata konsumsi harian BBM nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan sebesar 33,9 persen selama periode Lebaran dari 9 hingga 26 Maret 2026 dibandingkan rata-rata normal pada Januari 2026. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan peningkatan konsumsi BBM ini sejalan dengan tren perjalanan jarak jauh masyarakat yang membutuhkan performa kendaraan lebih optimal.
“Di tengah kenaikan konsumsi BBM, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi tetap terjaga selama periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” ujar Robeth dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2026. Untuk BBM jenis Pertamax Turbo, yang diperuntukkan bagi kendaraan dengan performa tinggi, juga mengalami peningkatan rata-rata konsumsi harian sebesar 33,7 persen pada periode Lebaran. Sementara itu, produk ramah lingkungan, Pertamax Green, mencatat kenaikan rata-rata konsumsi harian tertinggi hingga 95,8 persen dibandingkan rata-rata normal.
Kecelakaan Saat Mudik
Kepolisian mencatat total ada 90 kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran pada periode 19-20 Maret 2026. Juru Bicara Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Ketupat 2026, Komisaris Besar Marupa Sagala, menyampaikan bahwa satu orang meninggal dari total tersebut. Selain itu, 40 orang mengalami luka berat dan 138 orang luka ringan dengan total kerugian materiil mencapai Rp 581 juta.
Meski terdapat korban kecelakaan, Marupa menyatakan keamanan dan ketertiban masyarakat saat mudik tergolong kondusif. “Karena tidak ada kejadian menonjol,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat, 20 Maret 2026. Dinamika di lapangan tak terelakkan mengingat mobilitas masyarakat pada arus mudik tahun ini meningkat. Data Jasa Marga Command Center menunjukkan sebanyak 208.825 kendaraan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama.
Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran
PT Kereta Api (Persero) telah menjual tiket kereta api jarak jauh dan lokal sebanyak 3.483.469 tiket atau 77,4 persen dari total 4.498.696 tempat duduk periode angkutan Lebaran untuk keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Penjualan itu tercatat pada 18 Maret kemarin pada pukul 10.00 WIB. Vice President Corporate Communication PT KAI (Persero), Anne Purba, menyampaikan bahwa masih ada 1.015.227 tiket yang bisa dibeli untuk ke berbagai rute.
Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus menguat sejak pertengahan Maret. Pada layanan kereta api jarak jauh, penjualan mencapai 3.141.282 tiket atau 87,9 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Tiket yang masih tersedia sebanyak 430.478 yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik. Sementara itu, pada layanan kereta api lokal, penjualan sebanyak 342.187 tiket atau 36,9 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Masih ada 584.749 tempat duduk yang dapat dibeli oleh calon penumpang.
Menurut Anne, penjualan tiket kereta api lokal akan terus naik mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.