Berita Populer Padang: Kebakaran Gudang, Kasus Pelecehan Anak, Dampak Bencana Banjir, dan Kekeringan
Berikut adalah empat berita populer di Kota Padang yang telah muncul dalam 24 jam terakhir. Setiap berita menunjukkan situasi kritis yang sedang dihadapi oleh warga dan pemerintah setempat.
- Berita Populer Padang: Kebakaran Gudang, Kasus Pelecehan Anak, Dampak Bencana Banjir, dan Kekeringan
- Kebakaran Gudang Ikan di Belakang Tangsi
- Wakil Ketua DPR RI Andre Rosiade Kawal Kasus Pelecehan Seksual Anak
- Warga Terdampak Bencana Banjir Bingung Cari Biaya Hidup Jelang Ramadan
- Sumur Kering Total, Begini Cara Warga Ajukan Bantuan Air Bersih ke BPBD
Kebakaran Gudang Ikan di Belakang Tangsi
Kebakaran melanda sebuah gudang ikan di kawasan Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (19/1/2026) sore. Peristiwa tersebut menghanguskan satu bangunan gudang dengan luas area terbakar sekitar 100 meter persegi.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 15.40 WIB. Selang satu menit kemudian, unit pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
“Unit tiba di lokasi sekitar pukul 15.46 WIB. Api berhasil dipadamkan dan penanganan selesai pada pukul 16.15 WIB,” kata Rinaldi melalui keterangan resminya.
Dalam upaya pemadaman tersebut, Damkar Kota Padang mengerahkan enam unit armada dengan melibatkan sekitar 80 personel. Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses jalan menuju lokasi tergolong sempit dan berada di kawasan padat penduduk.
Akibat kejadian ini, satu bangunan gudang ikan milik David (35) mengalami kerusakan berat. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta, sesuai informasi dari pemilik gudang. Namun, nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak lima orang tercatat terdampak, namun tidak ada warga yang harus mengungsi. Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Wakil Ketua DPR RI Andre Rosiade Kawal Kasus Pelecehan Seksual Anak
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade turun langsung mengawal penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di kawasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (19/1/2026). Didampingi Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri, Andre mendatangi rumah keluarga korban untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses hukum berjalan cepat, tegas, dan berpihak kepada korban.
Kehadiran Andre merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan “Lapor Pak Andre”. Dalam laporan tersebut, ibu korban bernama Esi mengungkapkan bahwa anaknya, RS (5), diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang merupakan tetangga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Andre Rosiade menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Ia menekankan bahwa negara tidak boleh kalah dalam melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.
Sementara itu, Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri memastikan bahwa laporan tersebut telah ditangani secara serius dan saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Pihak kepolisian, kata dia, berkomitmen mempercepat proses hukum demi melindungi korban serta mencegah munculnya korban lainnya.
Warga Terdampak Bencana Banjir Bingung Cari Biaya Hidup Jelang Ramadan
Bayang-bayang bulan suci Ramadan biasanya disambut dengan sukacita dan persiapan yang matang. Namun, bagi warga Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Ramadan tahun 2026 ini terasa mencekam dan penuh ketidakpastian.
Sisa-sisa amukan banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu rupanya belum beranjak. Luka itu masih menganga, seiring dengan hilangnya harta benda dan mata pencaharian warga yang tersapu air bah.
Rumina (52), salah satu warga terdampak, hanya bisa terduduk lesu saat menceritakan kembali horor mencekam itu. Kurang lebih satu hektare kebun durian dan sawahnya sekarang sudah jadi sungai. Tidak ada lagi tanah, yang ada hanya aliran air dan batu.
Ia menceritakan, sebanyak 150 karung padi hasil jerih payahnya selama semusim raib tak berbekas. Padi-padi itu sebenarnya sudah siap di pondok. Ada yang baru saja selesai dipanen, ada pula yang tinggal menunggu proses lanjut. Namun, banjir bandang tidak memberi ampun.
Sumur Kering Total, Begini Cara Warga Ajukan Bantuan Air Bersih ke BPBD
Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Pauh dan Kuranji, kian memprihatinkan. Warga di Kelurahan Binuang Kampuang Dalam masih bergantung pada kiriman bantuan truk tangki.
Kondisi sumur warga yang mengering total pascabencana banjir besar November 2025 lalu membuat kebutuhan akan air bersih menjadi urusan hidup dan mati. Namun, tidak sedikit warga yang masih bingung bagaimana cara mendapatkan bantuan distribusi air tersebut secara resmi.
Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan bahwa layanan distribusi air ini tersedia bagi seluruh masyarakat yang terdampak secara kolektif. Bagi masyarakat yang wilayahnya mengalami krisis air serupa, BPBD Kota Padang telah membuka jalur komunikasi khusus.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan kondisi terkini melalui kontak resmi yang telah disediakan. Warga dapat menghubungi nomor kontak Pusdalops BPBD Kota Padang di 085891522181. Layanan ini siaga untuk menerima laporan terkait titik-titik lokasi yang memerlukan suplai air darurat.



