Ibu dan Bayi Tersapu Banjir, Bocah Hilang di Pantai

Muhammad Muhlis
5 Min Read

Penemuan Jenazah Ibu dan Anak Balita yang Hanyut Akibat Banjir di Tabanan

Seorang ibu dan anak balitanya hanyut setelah rumah mereka diterjang banjir di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Kejadian ini mengundang perhatian luas dari masyarakat dan tim SAR gabungan yang melakukan pencarian selama beberapa hari.

Pencarian Berlangsung Selama 6,9 Kilometer

Tim SAR yang terlibat dalam operasi pencarian berhasil menemukan korban setelah melalui proses panjang sejauh 6,9 kilometer. Jenazah pertama yang ditemukan adalah sang ibu, Yuliana, yang ditemukan di daerah Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Saat pertama kali ditemukan, jenazah dalam posisi telungkup di tepi Sungai Yeh Ge, Banjar Koripan Kaja, Desa Abian Tuwung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa korban Yuliana merupakan korban terakhir yang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan. “Korban hanyut sejauh 6,9 kilometer dari lokasi kejadian dengan heading 180⁰. Jasad korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Singasana, Nyitdah, Kabupaten Kediri, Tabanan menggunakan ambulance Bali Bhuana Rescue,” ujarnya.

Penemuan Bayi di Pantai Batu Belig

Sementara itu, bayi yang sempat hilang usai hanyut di Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ditemukan di Pantai Batu Belig, Kuta Utara Badung. Jenazah Audrey Natania Banafanu (perempuan usia 1,5 tahun) ditemukan di bibir Pantai Batu Belig pada Kamis 22 Januari 2026 pagi.

“Benar, korban balita telah ditemukan pagi tadi sekitar pukul 07.00 Wita. Informasi kita peroleh dari pengunjung pantai yang melaporkan langsung kepada Tim SAR gabungan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Posisi korban ditemukan berjarak sekitar 6,7 kilometer arah tenggara dari muara sungai lokasi korban terseret arus. Marki Tanone (33), sepupu dari Semi Bana Fanu (35), menyebutkan saat pertama kali mendengar informasi penemuan jenazah bayi, pihak keluarga langsung memastikan jenazah bayi tersebut.

“Jenazah bayi itu dibawa ke RS Prof Ngoerah langsung untuk diperiksa,” ujarnya Kamis 22 Januari 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa anggota keluarga di RS Prof Ngoerah, diketahui memang benar itu adalah anak dari sepupunya Semi Bana Fanu yang hanyut karena rumahnya diterjang air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan.

Proses Identifikasi dan Evakuasi

Marki Tanone menyebutkan kondisi jenazah memang bengkak dan ada lebam. Namun jika dilihat dari rambut dan postur tubuhnya, katanya memang merupakan korban atau ponakannya yang hilang. “Saat ini jenazah masih di RS Prof Ngoerah. Kebetulan bapaknya juga masih dirawat disana,” bebernya.

Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) yang sedang berolahraga di sepanjang pantai. Saat ditemukan, jasad bayi tersangkut di sela-sela bebatuan dengan posisi tertelungkup dan sebagian tubuh terendam air laut. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada petugas kebersihan dari 4 Ocean Foundation dan diteruskan ke pihak banjar serta kepolisian.

Petugas Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kuta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WITA dan langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara. Ps Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan dari hasil pengamatan awal, korban diperkirakan berusia sekitar dua tahun. Kondisi jasad ditemukan membengkak dan kaku diduga lama terendam air laut. Selain itu, ditemukan luka lebam di bagian wajah serta luka pada perut dan dada korban.

“Pada telinga kiri korban masih terpasang anting emas. Saat ini jenazah telah dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah untuk pemeriksaan medis dan forensik,” ujarnya.

Harapan Keluarga dan Penghentian Operasi Pencarian

Marki Tanone berharap ada bantuan dari pemerintah. Mengingat sesuai rencana jenazahnya akan dikirim ke Kupang. Operasi pencarian dihentikan dengan ditemukannya korban terakhir.

“Saya atas nama pribadi dan juga organisasi mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam upaya pencarian korban,”

“Tak lupa saya juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang mengalami musibah,” imbuhnya.


Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *