Rismon Sianipar Kembali Hadapi Masalah Hukum
Rismon Sianipar kini kembali menghadapi masalah hukum. Seperti yang diketahui, ia masih berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi palsu terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Meskipun Rismon telah menemui Jokowi untuk meminta maaf dan meralat temuan penelitiannya, proses hukum tetap berjalan. Terbaru, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) akan melaporkan Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar.
Penyebabnya adalah tudingan bahwa JK disebut sebagai pendana kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Dalam informasi yang beredar, JK disebut menggelontorkan uang sebesar Rp 5 miliar dalam kasus yang sudah lama menjadi perbincangan tersebut.
JK mengatakan pelaporan itu akan dilayangkan terkait dugaan pencemaran nama baik terhadapnya. “Jadi saya ingin katakan karena itulah, maka besok pengacara, itu mewakili saya untuk melaporkan ke Bareskrim Saudara Rismon, untuk mencari kebenaran, menetapkan kebenaran bahwa apa yang dikatakan itu adalah tidak benar,” kata JK di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).
Ia membantah keras tudingan tersebut. Bahkan, JK mengaku tidak mengenal Rismon secara pribadi. “Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar. Saya tidak pernah kenal pun Rismon itu, apa pun, ketemu tidak pernah. Roy karena dia bekas menteri saya kenal, ya saya kenal. Tapi yang lainnya tidak,” jelasnya.
JK juga mempertanyakan dasar pernyataan Rismon yang menudingnya itu. Ia mengaku tidak pernah membantu siapapun dalam kasus tersebut meski mengenal Roy Suryo. “Saya tidak pernah terlibat dalam hal tersebut dan tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun Roy Suryo dan Rismon itu. Apalagi pernah ketemu. Kalau memang pernah ketemu di mana, kapan?” ucapnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum JK, Abdul Haji Talaohu mengatakan pihaknya masih akan berdiskusi soal laporan tersebut akan dilayangkan ke Bareskrim atau Polda Metro Jaya. “Karena itu juga langkah melaporkan Rismon itu bagian dari untuk mempertanggungjawabkan pernyataan-pernyataan yang telah dia sampaikan. Karena ini soal nama baik,” ucap Abdul.
“Dan Pak JK tadi sudah sampaikan bahwa itu adalah fitnah, tuduhan fitnah sehingga ini harus disikapi secara serius,” sambungnya.
Pesan ke Penyidik Polda Usut Penyokong Dana
Rismon Sianipar dan Andi Azwan mulai kompak padahal sebelumnya berseteru dalam kasus ijazah Jokowi. Rismon mengaku sudah memberi pesan kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk mengusut penyokong dana di balik kasus ijazah Jokowi. “Saya sudah jelaskan kepada penyidik kalau mau menyelesaikan kasus ini, selesaikan pendananya. Selesaikan aktor otak di belakangnya,” kata Rismon Sianipar saat berbincang dengan Andi Azwan, dikutip dari kanal YouTube Catatan Andi Azwan, Minggu (5/4/2026).
“Catatan Andi Azwan benar ya, ada bohir (penyokong dana di balik isu ijazah palsu Jokowi),” ucap Andi Azwan. Rismon menyoroti para pengacara Roy Suryo cs yang diduga diperintah oleh aktor di balik isu ijazah palsu Jokowi. “Oh, maaf Bang, saya disuruh AS,” ujar Rismon menirukan ucapan salah satu kuasa hukum Roy Suryo. “Kejam enggak itu?” imbuhnya.
Rismon Sianipar juga telah mengutarakan hal tersebut kepada penyidik Polda Metro Jaya yang menangani kasus ijazah Jokowi. “Kepada penyidik saya bilang ada enam poin. Salah satunya adalah saya merasa dieksploitasi menjadi free political tool yang anytime bisa disposable, dibuang kapan saja, dipenjarain kapan saja,” kata Rismon.
Sebelumnya, Rismon Sianipar dan Andi Azwan nyaris terlibat adu jotos saat sedang berdebat soal kasus ijazah Jokowi di salah satu televisi swasta pada Agustus 2025. Kala itu, Andi Azwan sedang mengungkap kejanggalan ijazah Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi. Kedua lantas terlibat cekcok mulut hingga harus dipisahkan oleh pembawa acara.
Profil Rismon Sianipar
Rismon Sianipar adalah lulusan Sarjana Teknik dan Magister Teknik di UGM. Ia juga menyebut dirinya menyelesaikan pendidikan di Jepang, di Graduate School of Science and Engineering Yamaguchi University Jepang. Nama lengkap berikut dengan gelarnya yaitu Dr.Eng Rismon Hasiholan Sianipar, S.T., M.T., M.Eng.
Rismon lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 25 April 1977. Ia merupakan orang pertama yang meneliti dan menyebut bahwa foto wisuda Jokowi yang beredar di media sosial adalah hasil editan. Selama ini, Rismon Sianipar dikenal sebagai ahli digital forensik. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa ia juga merupakan seorang penulis buku dan programmer.
Bahkan, selama ini Rismon Sianipar mendapat sumber penghasilan dari penjualan buku di Amazon, sebuah perusahaan penyedia internal pasar online. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Rismon melalui kanal YouTube Balige Academy, pada Kamis (3/7/2025). Sejak dilaporkan ke polisi, Rismon Sianipar kini kerap muncul di layar kaca televisi. Bahkan, ia juga kerap keliling ke Kota Solo hingga Yogyakarta untuk menggali informasi mengenai ijazah S-1 Jokowi.
Rismon juga sempat terjun langsung ke lokasi kuliah kerja nyata (KKN) Jokowi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sumber dana untuk melakukan itu semua pun menjadi bahan perbincangan. Rismon mengaku bahwa dirinya merupakan seorang penulis dan programmer. “Buku saya kan di Amazon banyak, itu hasilnya untuk hidup saya,” kata Rismon. Rismon juga menjelaskan bahwa ia masih mendapat gaji dari royalti penjualan buku yang ia tulis saat 5 tahun lalu.
“Royalti. Kita dapat 10 sampai 20 persen dari penjualan ditransfer ke kita tanggal 28 akhir bulan ditransfer sama kita,” ujarnya. “Buku 5-6 tahun lalu masih laku saya masih dapat royalti,” imbuhnya. Beberapa karya tulis buku milik Rismon Sianipar tercantum di dalam CV dari situs Universitas Mataram (Unram).