Penanganan Kasus Campak di Sumatera Selatan
Kasus campak di Indonesia tercatat mengalami peningkatan, sehingga sejumlah tenaga kesehatan di Sumatera Selatan mulai menjalani vaksinasi. Salah satu dokter yang ikut dalam program ini bahkan rela divaksin dua kali setelah menerima vaksin pertama saat masih kecil.
Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus campak terbanyak di provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah pun mengambil langkah cepat dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1837/2026 tentang Pemberian Imunisasi MR bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit Kementerian Kesehatan, rumah sakit umum daerah, serta dokter umum dan dokter gigi peserta program internsip.
Program ini dilaksanakan di fasilitas kesehatan milik pemerintah di 14 provinsi, termasuk di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang. Dr. Zen Ahmad SpPD K-P FINASIM, salah satu peserta yang divaksin, menyatakan bahwa ia sudah pernah menerima vaksin campak saat masih kecil. Namun, ia tetap bersedia untuk divaksin kembali.
Menurutnya, vaksin memberikan perlindungan bagi dirinya sebagai tenaga kesehatan, sehingga ia merasa aman dan tidak takut saat melayani masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, pola hidup sehat, serta menghindari sumber penularan. Jika ada orang yang terkena campak, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Mohammad Hoesin Palembang, dr Paryanto Sp.OG MARS, menjelaskan bahwa pencanangan imunisasi ini dilakukan secara nasional. “Hari ini kita melakukan pencanangan imunisasi campak bagi tenaga kesehatan. Di RSUP Mohammad Hoesin Palembang, kita memvaksinasi 100 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, residen, perawat, koas, dan tenaga kesehatan lainnya,” ujarnya pada Jumat (10/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir terjadi peningkatan kasus campak di rumah sakit tersebut dengan total 39 pasien terkonfirmasi. Namun, semua pasien telah sembuh.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman, menjelaskan bahwa tingginya kasus di daerah menjadi alasan utama dilaksanakannya vaksinasi bagi tenaga kesehatan. “Sampai awal bulan ini, terdapat 1.587 kasus campak di Sumatera Selatan. Kasus terbanyak berada di Palembang, hampir 808 kasus, dengan sekitar 400 kasus terkonfirmasi positif,” jelasnya.
Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam pelayanan, sehingga harus dipastikan dalam kondisi sehat. “Jika tenaga kesehatan terpapar, tentu akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ini merupakan langkah cepat untuk melindungi tenaga kesehatan dan masyarakat luas,” katanya.
Imunisasi ini ditargetkan menjangkau sekitar 5.800 tenaga kesehatan di Sumatera Selatan. Pencanangan dimulai di RSUP Mohammad Hoesin Palembang sebelum diperluas ke rumah sakit lainnya.
Adapun ketentuan pemberian imunisasi MR antara lain:
- Tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin campak tidak perlu divaksin ulang.
- Sedangkan yang baru menerima satu dosis akan diberikan tambahan satu dosis.
- Yang belum pernah divaksin akan diberikan dua dosis dengan interval minimal 28 hari.