Pergerakan Pasar Saham dan Kinerja EMTK
Pada perdagangan Selasa (16/12), tercatat bahwa investor asing membeli saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) secara signifikan. Transaksi beli bersih atau net buy yang dilakukan oleh investor asing mencapai angka tertinggi di pasar saham, yaitu sebesar Rp 140,26 miliar. Hal ini terjadi sehari sebelum PT Super Bank Indonesia (SUPA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan data dari Stockbit, investor asing mencatatkan transaksi beli sebesar Rp 203,73 miliar, sedangkan transaksi jual hanya sebesar Rp 63,47 miliar. Secara keseluruhan, saham EMTK pada hari itu ditransaksikan dengan total nilai mencapai Rp 517,59 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 361 juta saham dan 41,98 ribu kali perdagangan.
Harga saham EMTK mengalami kenaikan signifikan, yaitu sebesar 8,89% ke level Rp 1.470 pada perdagangan kemarin. Dalam sebulan terakhir, harga saham EMTK telah naik sebesar 19,51%. Jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu, harga sahamnya telah meningkat hampir tiga kali lipat.
Pengamat Pasar Modal: EMTK Diuntungkan dari IPO Superbank
Menurut pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana, EMTK akan diuntungkan karena memiliki posisi langsung sebagai induk pemegang saham Superbank. Ia menilai bahwa kenaikan valuasi Superbank pasca-IPO memperkuat nilai investasi EMTK dan membuka peluang monetisasi ke depan.
Keberhasilan IPO tersebut, menurut Hendra, memberi sinyal bahwa transformasi Emtek menuju ekosistem digital dan finansial berjalan sesuai arah. Hal ini membuat pasar mulai melihat EMTK sebagai saham yang memasuki fase pemulihan valuasi.
“Dengan landasan fundamental yang lebih solid dari sisi ekosistem digital, EMTK layak diperhatikan dengan rekomendasi beli dan target Rp 1.500,” ujar Hendra dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.
Superbank akan menggelar perdagangan perdana sahamnya di BEI pada Rabu (17/12). EMTK melalui anak usahanya PT Elang Media Visitama (EMV) saat ini menggenggam 31,11% atau 9,17 miliar saham Superbank. Adapun melalui IPO, Superbank akan mengantongi dana segar mencapai Rp 2,79 triliun.
IPO Superbank Oversubscribe
Selama proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), Superbank mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 318,69 kali dan diburu lebih dari 1 juta pemesanan. Harga pelaksanaan IPO SUPA ditetapkan sebesar Rp 635 atau di rentang tengah dari harga pemesanan awal atau book building.
Merujuk prospektus tambahan IPO yang dipublikasikan perusahaan, SUPA melepas maksimal 4,40 miliar saham baru atau setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 100 dengan potensi dana segar yang dihimpun mencapai Rp 2,79 triliun.
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai tingginya minat investor pada IPO Superbank menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Menurut dia, tingginya permintaan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental serta prospek Superbank.
Tidak hanya itu, Bernadus berharap kelebihan permintaan tersebut dapat berdampak positif pada likuiditas perdagangan saham setelah pencatatan, sekaligus menjadi pendorong pengembangan sektor perbankan digital di Indonesia.
Investor Asing Melakukan Net Sell
Meski memburu saham EMTK, investor asing secara keseluruhan mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 934,64 miliar pada perdagangan Selasa (16/12). Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak dilepas.
Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih di saham BBRI mencapai Rp 264,41 miliar dan di saham BBCA sebesar Rp 244,78 miliar. Harga saham BBRI turun 2,38% ke level Rp 3.660, sedangkan BBCA merosot 2,71% ke level Rp 8.075.
Di sisi lain, investor asing terpantau memborong saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masing-masing sebesar Rp 140,26 miliar dan Rp 74,63 miliar. Harga saham EMTK melesat 8,89% ke level Rp 1.470, sedangkan TLKM naik 1,44% ke level Rp 3.520.
Berikut 10 saham yang paling banyak dijual asing pada perdagangan kemarin:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 246,61 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 244,78 miliar
- PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 106,46 miliar
- PT Derma Hanwa Tbk (DEWA) Rp 59,98 miliar
- PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) Rp 51,13 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 51,12 miliar
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 43,56 miliar
- PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Rp 41,58 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 36,31 miliar
- PT Timah Tbk (TINS) Rp 23,71 miliar