Summarecon Serpong dan Tangerang Sambung Jalur MRT

Rizal Hartanto
5 Min Read

Kerja Sama Summarecon dan MRT Jakarta untuk Pengembangan Koridor Kembangan–Balaraja

Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, dua kawasan kota terpadu yang dikembangkan oleh PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), sedang menjajaki kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak-pihak terkait.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud bersama dengan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Acara ini juga turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta President Director Summarecon Adrianto P Adhi. Selain itu, perwakilan sejumlah pengembang kawasan lainnya juga hadir dalam acara tersebut.

MoU ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas interkoneksi serta integrasi dengan kawasan. Proses ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kerja sama ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Summarecon dalam membangun kota-kota terpadu yang tumbuh secara berkelanjutan. Dalam perjalanan lebih dari lima dekade, Summarecon secara konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh, mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, dan infrastruktur pendukung.

Visi Summarecon dalam Pengembangan Kawasan

Summarecon meyakini bahwa pembangunan kawasan bukan sekadar pengembangan properti, melainkan proses membentuk ruang hidup yang mampu berkembang lintas generasi, melalui perencanaan yang matang, integrasi fungsi kawasan, serta konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat. Melalui MoU ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan–Balaraja, mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko.

Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama. President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, menjelaskan bahwa konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.

“Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi. Integrasi jaringan transportasi dengan kawasan ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan mobilitas yang efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.”

Peran Summarecon Serpong dan Tangerang

Summarecon melalui unit-unit bisnisnya di wilayah barat Jakarta, termasuk Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, terus mengembangkan kawasan dengan pendekatan bertahap dan terukur, sebuah pendekatan yang telah menjadi Visi Summarecon dalam membangun kota.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, menyampaikan bahwa Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dan hidup, dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang. “Sebagai kawasan yang dilengkapi dengan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi aktivitas ekonomi kreatif, keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan menambahkan bahwa Summarecon Tangerang sebagai kawasan terbaru yang dikembangkan oleh Summarecon direncanakan dengan visi jangka panjang. Integrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat menjadi fondasi penting agar Summarecon Tangerang sejak awal berkembang sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal sehingga akan terus berkembang, baik fungsi residensial maupun komersial, dan yang terpenting terus berkelanjutan (sustainable) sekarang dan di masa depan.

Kontribusi Sektor Swasta dalam Pembangunan Transportasi Massal

Kerja sama MRT dan Summarecon menjadi wujud kontribusi sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan interkonektivitas antar kawasan. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menambahkan, “Kami menyadari untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya. Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan. Kami pun apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat.”


Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *