Atlet binaraga Tiongkok meninggal di usia 30, ini penyebabnya!

Ratna Purnama
5 Min Read



JAKARTA – Sebuah kejadian yang mengejutkan dan tragis terjadi. Wang Kun, seorang atlet binaraga asal Tiongkok berusia 30 tahun, meninggal secara mendadak karena dugaan masalah jantung. Kejadian ini mengundang perhatian luas dari dunia kebugaran dan memicu pertanyaan tentang risiko kesehatan jantung yang mungkin tidak terlihat meskipun seseorang menjalani gaya hidup sehat.

Selama bertahun-tahun, Kun dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dalam menjalani kehidupannya. Ia menjalani ‘kehidupan seorang biksu’, dengan pola makan bersih, tidak merokok atau minum alkohol. Meski demikian, hal ini tidak melindunginya dari masalah jantung yang muncul secara mendadak.

Kisah hidup Wang Kun menjadi perhatian besar di kalangan penggemar olahraga kebugaran. Ia telah menghabiskan bertahun-tahun untuk membentuk tubuhnya yang luar biasa melalui latihan intensif dan disiplin tinggi. Kun berhasil memenangkan delapan gelar nasional berturut-turut di bawah Asosiasi Binaraga China sebelum memulai karier profesional pada tahun 2022 dengan berkompetisi di ajang IFBB seperti 212, Classic Physique, dan Men’s Open.

Pola makannya terdiri dari makanan dasar seperti kaldu hot pot, daging yang dimasak dengan kecap, dan dada ayam rebus. Ia juga menjauhi semua minuman beralkohol, merokok, serta aktivitas larut malam. Selama satu dekade, ia menyebut rutinitasnya sebagai “kehidupan seorang biksu”, bahkan tetap berlatih selama liburan seperti Tahun Baru Imlek.

Sebagai pemilik pusat kebugaran, Kun juga memiliki rencana untuk membuka cabang baru di Hefei sebagai “titik awal baru.” Para penggemarnya menganggapnya sebagai panutan dalam gaya hidup sehat. Namun, pada 17 Desember 2025, ia meninggal dunia dalam keadaan sehat.

Menurut Asosiasi Binaraga Provinsi Anhui, penyebab kematian Wang Kun adalah masalah jantung. Meski detailnya belum sepenuhnya diketahui, kemungkinan penyebabnya termasuk aritmia, pembesaran otot jantung, atau penyumbatan arteri akibat tekanan latihan.

Aktivitas binaraga dapat memberi tekanan pada jantung, seperti angkat beban berat dan kadar lemak tubuh rendah. Hal ini membutuhkan oksigen dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan penebalan dinding jantung seiring waktu. Kondisi ini dikenal sebagai ‘jantung atlet’ atau hipertrofi ventrikel kiri, yang membuat jantung menjadi kaku dan meningkatkan risiko aritmia saat istirahat atau stres.

Studi menunjukkan bahwa tingkat kematian dini akibat masalah jantung pada binaragawan pria tiga kali lebih tinggi dibandingkan pria umumnya. Bahkan jika seseorang tidak menggunakan steroid, latihan berat dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar otot jantung.

Wang Kun telah berlatih selama bertahun-tahun, sehingga kemungkinan jantungnya mengalami kerusakan secara diam-diam. Diet makanan bersih memang bisa membantu, tetapi defisit kalori dan dehidrasi dapat menambah tekanan, menurunkan elektrolit yang dibutuhkan untuk ritme jantung.

Risiko di luar obat-obatan

Meski Wang Kun menghindari steroid, risiko tetap ada. Latihan dengan volume ekstrem selama bertahun-tahun dapat menyebabkan peradangan dan fibrosis pada jaringan jantung. Rutinitasnya yang seperti biksu berarti ia tidak menikmati makanan manis apa pun, tetapi kemungkinan besar mengikuti kontes dengan fluktuasi natrium dan pengurangan air, yang memberi tekanan pada ginjal dan jantung.

Selain itu, genetika juga berperan. Kondisi tersembunyi seperti kardiomiopati hipertrofik dapat menjadi penyebabnya. EKG dan ekokardiografi rutin dapat mendeteksi hal ini sejak dini, tetapi banyak atlet melewatkan pemeriksaan.

Pelajaran dari kematian binaragawan muda

Sebuah studi Eropa terhadap 305 binaragawan menemukan 15% meninggal sebelum usia 40 tahun, sebagian besar karena penyakit jantung. Atlet yang bersih seperti Wang Kun membuktikan bahwa intensitas saja dapat membunuh. Sindrom latihan berlebihan juga dapat melemahkan kekebalan dan hormon.

Oleh karena itu, keseimbangan latihan lebih penting daripada latihan ekstrem dan berlebihan. Berikut beberapa cara untuk mengenali risiko jantung pada penggemar kebugaran:

  • Perhatikan kelelahan selama latihan, apakah ada sesak dada, pusing, atau detak jantung tidak teratur, karena ini menandakan beban berlebih pada jantung. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga meningkatkan risiko; oleh karena itu, penting untuk melakukan tes dasar sebelum latihan berat. Penanda darah seperti troponin meningkat dengan kerusakan yang tidak terlihat.
  • Hari pemuluhan, lakukan kardio yang bervariasi, dan tidur 7-9 jam setiap hari melindungi jantung. Suplemen seperti omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan, tetapi makanan utuh tetaplah sumber energi terbaik.
  • Melindungi jantung Anda dalam olahraga kekuatan. Terlepas dari seberapa ‘sehat’ perasaan Anda, jika Anda banyak mengangkat beban atau seorang binaragawan, kunjungan tahunan ke dokter spesialis jantung adalah suatu keharusan untuk diperiksa.
  • Selalu pantau tekanan darah Anda, karena dapat meningkat seiring waktu. Minum banyak air, makan makanan kaya kalium, dan hindari memaksakan tubuh Anda hingga batas ekstrem.
Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *