Pemimpin Scammer Kamboja Ditangkap, Pusat Penipuan Langsung Kosong

Rizal Hartanto
5 Min Read



NAYPYIDAW, –

Ratusan individu yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan daring di Kamboja tampaknya berlarian meninggalkan pusat-pusat operasi mereka setelah bos besar yang dituding sebagai pemimpin utama penipuan ditangkap dan dideportasi.

Kota pesisir Sihanoukville, yang sebelumnya dikenal sebagai “kota penipuan”, kini dipenuhi oleh orang-orang yang membawa koper, monitor komputer, hingga hewan peliharaan.

Penangkapan tokoh penting tersebut memicu kepanikan luas di kalangan pelaku industri penipuan siber yang bernilai miliaran dolar. Pemerintah Kamboja juga mengklaim sedang melakukan tindakan besar-besaran terhadap praktik ilegal ini.

Eksodus mendadak dari kompleks scam

Pemandangan yang tidak biasa terlihat di sekitar Amber Casino, Sihanoukville, ketika ratusan orang menaiki tuk-tuk, SUV mewah, hingga bus pariwisata untuk meninggalkan kawasan tersebut.

Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas penipuan siber paling terkenal di Kamboja.

“Kamboja sedang kacau,” ujar seorang pria asal Tiongkok kepada AFP.

“Sekarang sudah tidak ada tempat yang aman untuk bekerja,” katanya, Kamis (15/1/2026).

Adegan serupa dilaporkan terjadi di sejumlah kompleks yang diduga menjadi pusat scam di berbagai wilayah Kamboja sepanjang pekan lalu, seiring pemerintah menyatakan sedang menggencarkan operasi pemberantasan industri ilegal tersebut.

Bos scam ditangkap, kepanikan meluas

Kepanikan itu dipicu oleh penangkapan dan ekstradisi ke Tiongkok terhadap Chen Zhi, pebisnis kelahiran Tiongkok yang dituding sebagai bos besar jaringan penipuan lintas negara.

Jurnalis AFP yang mengunjungi sejumlah lokasi di Sihanoukville mendapati banyak kasino, hotel, dan fasilitas lain ditinggalkan terburu-buru.

Sebagian besar orang yang pergi enggan berbicara, dan tak satu pun bersedia diidentifikasi karena alasan keamanan.

“Perusahaan China kami langsung menyuruh pergi,” kata seorang pria asal Bangladesh di luar Amber Casino.

“Tapi kami akan baik-baik saja. Masih banyak tawaran pekerjaan lain,” tambahnya.

Sihanoukville, yang dipenuhi kasino dan gedung pencakar langit mangkrak, selama ini dikenal sebagai sarang scam siber.

Ribuan orang diyakini menjalankan penipuan dari kompleks berpagar kawat di kota tersebut.

Industri penipuan bernilai puluhan miliar dolar

Dari Asia Tenggara, para penipu menargetkan korban di seluruh dunia melalui hubungan asmara palsu hingga investasi kripto fiktif.

Awalnya menyasar penutur bahasa Tiongkok, jaringan kejahatan transnasional kini memperluas operasi ke berbagai bahasa, dengan kerugian korban mencapai puluhan miliar dolar setiap tahun.

Pelaku di lapangan beragam, mulai dari penipu sukarela hingga warga asing yang diperdagangkan dan dipaksa bekerja di bawah ancaman kekerasan.

Laporan Amnesty International pada 2025 mengidentifikasi 22 lokasi scam di Sihanoukville, dari total 53 lokasi di seluruh Kamboja.

Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) memperkirakan kerugian global akibat penipuan daring mencapai hingga 37 miliar dollar AS (sekitar Rp 627 triliun) pada 2023, dengan sedikitnya 100.000 orang bekerja di industri tersebut di Kamboja saja.

Pemerintah klaim penindakan

Pemerintah Kamboja menegaskan era tanpa hukum telah berakhir. Perdana Menteri Hun Manet berjanji di Facebook untuk “menghapuskan semua masalah terkait kejahatan penipuan siber.”

Komisi anti-scam Kamboja mengeklaim telah menggerebek 118 lokasi dan menangkap sekitar 5.000 orang dalam enam bulan terakhir.

Namun, sejumlah warga dan pengamat meragukan efektivitas langkah tersebut. Seorang sopir tuk-tuk di Sihanoukville mengatakan, ratusan warga Tiongkok meninggalkan satu kompleks beberapa hari sebelum polisi datang.

“Sepertinya mereka sudah diberi tahu,” ujar pria berusia 42 tahun itu.

Mark Taylor, mantan kepala LSM anti-perdagangan manusia berbasis di Kamboja, menyebut perpindahan lebih awal pekerja, peralatan, dan manajer pusat scam sebagai hal yang sudah sering terjadi.

Menurutnya, itu “tampak sebagai hasil kolusi”, dengan tujuan ganda memperbaiki citra penegakan hukum pemerintah sekaligus menjaga industri scam tetap bertahan dan beradaptasi.

Pekerja panik

AFP juga melihat beberapa bus berisi penumpang penutur Mandarin meninggalkan Sihanoukville menuju Phnom Penh.

Banyak di antara mereka mengaku tidak tahu ke mana tujuan akhir mereka, tampak cemas menghadapi kemungkinan razia aparat.

Di luar Amber Casino, pria asal Bangladesh itu menutup pembicaraan dengan kalimat singkat yang mencerminkan suasana panik di “kota penipuan” tersebut.

“Ini sekarang soal bertahan hidup,” katanya.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *