Kisah Pilu Wanita yang Menyamar Jadi Pramugari Batik Air
Khairun Nisya (23), seorang wanita dari Palembang, memiliki kisah yang menyentuh hati. Ia nekat menyamar menjadi pramugari Batik Air demi membahagiakan orangtuanya. Namun, aksinya ini justru berujung pada kejadian yang tidak terduga.
Nisya mengaku bahwa ia pernah mencoba menjadi pramugari Batik Air, namun gagal dalam seleksi. Kekecewaan itu membuatnya merasa malu dan ingin menunjukkan kepada keluarganya bahwa dirinya telah berhasil menjadi pramugari. Dengan niat baik, ia memutuskan untuk menyamar.
Pada akhirnya, Nisya mengakui bahwa ia pernah menjadi korban penipuan seleksi penerimaan pramugari. Bahkan, ia sudah memberikan uang sebesar Rp 30 juta, tetapi tidak juga diterima sebagai pramugari. Hal ini membuatnya semakin frustrasi dan memicu tindakan yang tidak bijak.
Penyamaran yang Terbongkar
Kronologi penyamaran Nisya terungkap saat ia diamankan di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. Kanit IV Indag Polres Bandara Soekarno Hatta, Iptu Agung Pujianto, menjelaskan bahwa Nisya awalnya dikenalkan dengan seseorang yang mengaku bisa membantunya menjadi pramugari. Setelah mendapat janji tersebut, Nisya langsung berangkat dari Palembang ke Jakarta.
Di Jakarta, ia bertemu dengan orang yang menawarkan peluang tersebut. Dalam pertemuan itu, Nisya diminta membayar uang sejumlah Rp 30 juta sebagai syarat. Namun, janji tersebut tidak pernah dipenuhi, dan orang tersebut hilang tanpa jejak.
Lantaran merasa malu, Nisya kemudian memutuskan untuk berpura-pura menjadi pramugari. Ia mulai memposting foto-foto di media sosialnya dengan mengenakan atribut lengkap pramugari. Tujuannya adalah agar keluarganya percaya bahwa dirinya telah menjadi pramugari.
Adapun maksud dari apa yang dilakukan Nisya yaitu agar keluarganya percaya bahwa dirinya sudah menjadi pramugari. Bahkan, ia sempat berfoto bersama orang tuanya sembari mengenakan atribut pramugari palsu. Nisya sengaja mengenakan atribut lengkap pramugari mulai dari sergam hingga kartu identitas sekolah pramugari dari Batik Air.
Tidak Dipidana
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menyebut tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap Nisya. Oleh karena itu, setelah pemeriksaan, pihak Batik Air tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Nisya ikut serta dalam penerbangan Batik Air dengan rute Palembang–Jakarta (ID 70-508) pada tanggal 6 Januari 2026. Ia bisa lolos pemeriksaan karena membeli tiket penumpang dan diduga disangka sebagai extra crew.
Namun, kejanggalan mulai tercium ketika ia tak mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar tugas awak kabin. Saat itu, kru kabin menyadari adanya perbedaan pada rok yang digunakan oleh Nisya. Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda.
Permintaan Maaf dan Kesadaran
Dalam pernyataannya, Nisya mengakui bahwa dirinya ikut serta dalam penerbangan Batik Air dengan rute Palembang–Jakarta (ID 70-508) pada tanggal 6 Januari 2026. Adapun video klarifikasinya itu dibagikan melalui unggahan akun Instagram @sumsel.terciduk pada Kamis (8/1/2026).
Melalui sebuah video singkat, wanita asal Palembang tersebut menyampaikan permintaan maaf dan menyesal. “Saya Nisya, umur 23 tahun, asal saya dari Palembang. Dengan ini saya mengatakan memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508 tanggal 6 Januari 2026 menggunakan atribut pramugari dan seragamnya,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia juga menambahkan permohonan maaf khusus kepada manajemen maskapai terkait. “Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun,” pungkasnya.
Meski telah meminta maaf, Nisya tidak mengungkapkan motif dasarnya melakukan penyamaran jadi pramugari gadungan. Untuk melancarkan aksinya, ia menggunakan seragam lengkap serta atribut resmi pramugari agar tampak seperti kru kabin.
Nisya tampil begitu meyakinkan mengenakan seragam lengkap layaknya awak kabin resmi, membawa koper maskapai, bahkan berhasil ikut terbang dalam sebuah penerbangan salah satu maskapai nasional. Nisya diduga sengaja membuat ID card palsu dengan nama “Nisya” agar terlihat sebagai pramugari resmi.
Identitas aslinya terungkap setelah pihak berwenang atau maskapai melakukan pengecekan. Nisya menegaskan bahwa dirinya bukanlah bagian dari awak kabin resmi maskapai manapun.