Ibu WK Minta TNI Hukum Prada Y Secara Berat Setelah Korban Tewas Dibunuh, Tinggalkan Dua Anak Kecil

Eka Syaputra
5 Min Read

Kasus Pembunuhan Wanita di Baubau: Dugaan Keterlibatan Dua Oknum TNI

Kasus kematian seorang wanita inisial WK (23) yang ditemukan tewas tanpa busana di bawah Jembatan Permandian Kogawuna, Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi perhatian masyarakat dan pihak berwajib. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama ibunya, N.

Dari pengungkapan kasus tersebut, dua oknum anggota TNI yakni Prada Y (19) dan Prada Z (19) diamankan oleh Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) Baubau. Salah satu dari mereka, Prada Y, memiliki hubungan kekasih dengan korban. Hubungan ini diketahui telah berkembang sejak awal dari dunia maya hingga akhirnya menjadi pasangan kekasih.

Ibu korban meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Ia mengungkapkan harapannya kepada Komandan Yonif TP 823/Raja Wakaaka Buton. Dalam pertemuan itu, N tampak masih berduka atas kepergian putrinya. Ia juga menyampaikan permintaan untuk proses hukum dipercepat.

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 823/Raja Wakaaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, turun tangan dengan memberikan santunan ke keluarga korban. Santunan diserahkan di rumah orangtua korban, Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, sekira pukul 14.00 Wita. Dalam pertemuan tersebut, dua anak korban, F (3) dan A (6), ikut hadir dan tampak bermain sambil menerima bingkisan mainan dan makanan ringan.

Ziarah ke Makam WK

Pihak Yonif TP 823 juga menyempatkan waktu untuk ziarah ke makam korban yang berada tidak jauh dari kediaman orangtua korban atau rumah duka. Danyonif menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia juga menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga korban.

Selain itu, pihak Yonif TP 823 memberikan santunan berupa biaya pendidikan kepada kedua anak korban. Biaya pendidikan senilai Rp25 juta diberikan untuk masing-masing anak. Selain itu, ada juga bantuan sembako seperti beras, minyak, telur, gula, serta tas, mainan, dan snack.

Proses Penyelidikan

Kasus ini kini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh POM Baubau. Pihak berwajib mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar permasalahan ini cepat terselesaikan. Saat ini, masih banyak saksi yang diperiksa dan proses penyelidikan sedang berlangsung.

Hubungan antara Prada Y dan korban, yang berstatus janda dua anak, diketahui sebagai sepasang kekasih. Awal perkenalan keduanya dimulai dari dunia maya. Pascapenemuan jasad korban, Minggu (21/12/2025), dua oknum anggota TNI tersebut diamankan oleh Sub Denpom Baubau.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Denpom atau Dandenpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap dua oknum TNI tersebut. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa Prada Y adalah pacar korban, sedangkan Prada Z merupakan rekan Prada Y sekaligus korban.

Hasil Visum dan Bukti-Bukti

Polres Baubau memastikan adanya sejumlah luka akibat kekerasan pada tubuh korban. Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam keadaan membusuk dengan sejumlah luka di tubuhnya. Usai ditemukan, jasad korban langsung dibawa pihak kepolisian untuk menjalani visum.

Berdasarkan hasil visum, terdapat luka robek pada leher karena benda tajam, luka di kepala diduga karena benda tumpul, serta luka bakar seluruh tubuh. Tim Inafis Polres Baubau tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita untuk melakukan pemeriksaan intensif.

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, polisi menemukan sejumlah benda mencurigakan seperti botol bekas berisi sisa Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pakaian dalam wanita (BH) yang sudah dalam kondisi terbakar di sekitar lokasi kejadian.

Penemuan Korban dan Proses Identifikasi

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga inisial MA (43) yang sedang duduk di jembatan. Korban yang ditemukan warga itu, sempat dimakan biawak jasadnya. Setelah dugaan identitas korban tersebar di media sosial, keluarga korban melapor ke Polres lalu diantar ke rumah sakit untuk mengecek identitas.

Benarlah, yang bersangkutan adalah keluarga korban, inisial WK berjenis kelamin perempuan, umurnya 23 tahun, beralamat di Kecamatan Kokalukuna. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengunggah status di aplikasi Facebook pada Sabtu (19/12/2025).

Polres Baubau masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, memeriksa saksi-saksi terkait teman-temannya yang berhubungan langsung dengan korban serta barang bukti. Jenazah korban akan diautopsi, sementara untuk jadwal masih menunggu dokter forensik dari Kota Kendari.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *