Momen baru kematian Lula Lahfah, kekasih Reza Arap, polisi amankan banyak barang bukti: bercak darah

Bayu Purnomo
4 Min Read

Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Terus Berlanjut

Kasus kematian selebgram Lula Lahfah terus menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul dugaan adanya overdosis yang ramai dibicarakan di media sosial. Polisi telah melakukan penyelidikan mendalam dan menemukan berbagai barang bukti forensik dari lokasi kejadian. Hasil uji laboratorium memastikan bahwa bercak darah dan DNA pada barang bukti yang ditemukan di apartemen tersebut identik dengan milik korban.

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat 23 Januari 2026 sore. Ia lahir pada 17 Juli 1999 dan merupakan selebritis internet, penyanyi, serta pemeran Indonesia sekaligus pacar artis Reza Arab. Sejak kematian Lula, isu overdosis menjadi topik utama yang dibahas oleh masyarakat luas.

Menanggapi hal ini, pihak kepolisian terus mendalami penyebab kematian Lula Lahfah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk Reza Arap. Perkembangan terbaru, polisi mengamankan sebuah tabung whip berwarna pink yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Barang bukti tersebut kemudian dikirim untuk pemeriksaan laboratorium forensik.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menjelaskan bahwa selain rekaman CCTV, beberapa barang bukti lain juga ditemukan di lokasi kejadian. “Selain rekaman CCTV, kami menemukan beberapa barang bukti lain di lokasi kejadian yang kemudian kami uji secara laboratoris,” ujarnya dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh Puslabfor Bareskrim Polri. Kasubdit Biologis Serologi, Kompol Irfan Rofiq, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sejumlah barang untuk dianalisis secara ilmiah. Barang bukti tersebut meliputi:

  • Sprei putih yang diduga mengandung bercak darah.
  • Beberapa tisu dan kapas bekas dengan noda serupa.
  • Sebuah kotak berwarna pink berisi obat-obatan.
  • Satu tabung whip pink kosong dengan berat 2.050 gram.
  • Sampel darah dari ayah Lula sebagai pembanding dalam proses identifikasi.

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa benar pada sprei terdapat bercak darah, pada tisu atau kapas bekas darah terdapat bercak darah, dan pada satu buah tabung whip pink itu muncul profil DNA. Hasil uji DNA memastikan bahwa bercak darah dan DNA sentuhan yang ditemukan pada barang bukti tersebut identik dengan milik Lula Lahfah.

Sebagai informasi, Lula Lahfah dinyatakan meninggal dunia di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026. Penyelidikan kasus ini masih terus berlanjut. Dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, disimpulkan tidak ada unsur pidana dalam kasus kematian selebgram Lula Lahfah.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menyatakan kesimpulan ini berdasarkan hasil penyelidikan terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. “Tidak ditemukan ada peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyidikan terkait penemuan jenazah saudari LL,” ucap Iskandarsyah.

Adapun hasil penyelidikan, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Lula ataupun upaya melawan hukum. “Kami sudah cek bukti dan keterangan saksi, tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun upaya melawan hukum,” tuturnya.

Tidak Dilakukan Autopsi

Pihak kepolisian tidak bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya Lula Lahfah lantaran pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi. “Kita tidak bisa menjawab akibat apa, kematian, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Alasan pihak keluarga tidak menginginkan jenazah Lula diautopsi lantaran tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh Lula. “Tadi kalau mendengar penjelasan kasat reskrim, bahwa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan,” ucapnya.


Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *