Misteri Kematian Lula: Rekaman CCTV Ungkap Aktivitas ART dan Whip Pink

Bayu Purnomo
6 Min Read

Ringkasan Kasus Kematian Lula Lahfah

Kasus kematian selebgram Lula Lahfah akhirnya terungkap melalui penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hasil investigasi, polisi telah mengungkap kronologi perjalanan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya. Penyelidikan ini dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi, merekam aktivitas dari kamera pengawas (CCTV), dan melakukan uji forensik terhadap barang bukti yang ditemukan.

Awal Kasus: Laporan Penemuan Jenazah

Kasus ini bermula dari laporan penemuan jenazah Lula di apartemennya yang berada di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Laporan tersebut pertama kali diterima dari anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kebayoran Baru, yang kemudian segera ditindaklanjuti. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim identifikasi. Dari informasi tersebut, pihak kepolisian menemukan bahwa faktanya di TKP ada jenazah wanita yang sudah diidentifikasi identitasnya.

Proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan saksi-saksi yang berada di lingkungan apartemen maupun mereka yang hadir saat kejadian. “Sampai dengan saat ini, kita sudah memeriksa 15 saksi,” tambahnya.

Rekaman CCTV: Aktivitas Sehari Sebelum Meninggal

Berdasarkan hasil penelusuran rekaman CCTV, polisi menemukan aktivitas Lula sehari sebelum ia ditemukan meninggal dunia. Dalam rekaman tersebut, Lula terlihat beraktivitas bersama seorang rekannya yang berinisial VA. Keduanya tampak keluar dari apartemen menggunakan lift, kemudian menuju sebuah kafe di kawasan Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, sebelum kembali lagi ke apartemen Lula.

Pada hari yang sama, seorang saksi lain berinisial C juga terlihat meninggalkan lantai unit Lula menuju area basement. “Sampai dengan akhirnya saudari LL dengan saudari VA ini selesai, lalu keluar menuju ke kendaraan pribadi saudari LL. Kita lihat di kendaraannya menggunakan kendaraan hitam, masih sama dengan dua orang. Hingga saudari LL tiba kembali di unit apartemen miliknya dan masih bersama orang yang sama, saudari VA di sini menuju ke lantai tempat saudari LL tinggal,” kata Iskandarsyah.

Riwayat Pengobatan Lula Terkuak

Penyelidikan polisi juga mengungkap fakta bahwa Lula sempat menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan. Temuan ini diperkuat oleh rekam medis serta bukti pembayaran rumah sakit yang diamankan penyidik. “Berdasarkan bukti-bukti yang ada, kami sudah melihat rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit, saudari LL melaksanakan atau melakukan pengobatan di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan juga. Dengan keterangan dari saudari C diperkuat,” tuturnya.

Aktivitas ART Terekam CCTV

Saat Lula masih berada di rumah sakit, polisi mencatat adanya aktivitas lain yang terekam kamera pengawas. Seorang perempuan berinisial A, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), terlihat turun ke bawah. “Sementara saudari LL masih di rumah sakit, di sini ada aktivitas yaitu saudari A yang di mana bekerja sebagai asisten rumah tangga turun ke bawah. Berdasarkan keterangan dari saudari A di sini, saudari A terlihat untuk mengambil suatu titipan yang ada berada di lobi. Dari CCTV di lobi ini, kita lihat ke atas saudari A ini, membawa 1 bungkusan yang sudah bisa kita identifikasi pada nantinya,” lanjut dia.

Setelah rangkaian aktivitas tersebut, Lula bersama saksi C kembali ke apartemennya. Polisi memastikan tidak ditemukan aktivitas mencurigakan hingga hari itu berakhir.

Pagi yang Sunyi dan Kecurigaan ART

Keesokan harinya, suasana apartemen Lula berubah. Korban tidak terlihat melakukan aktivitas rutinnya, seperti olahraga pagi, yang kemudian menimbulkan kecurigaan dari sang ART. Upaya membuka pintu unit tidak membuahkan hasil. Pihak keamanan apartemen lalu memanggil tim engineering untuk membuka pintu secara paksa, setelah mendapat izin dari ART. “Nah, di sini titik krusialnya, pada pukul 17.47 WIB, berdasarkan keterangan dari saksi bahwa kunci kamar dari unit yang ditempati saudari LL ini terkunci dari dalam. Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku,” kata Iskandarsyah.

Pemeriksaan Dokter dan Evakuasi Jenazah

Setelah Lula ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sejumlah rekan korban berdatangan ke unit apartemen. Seorang dokter yang dihubungi pihak keluarga turut melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan bahwa Lula telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Fatmawati.

Kesimpulan Medis: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Berdasarkan keterangan dari pihak Rumah Sakit Fatmawati, korban dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan napas dan tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun penganiayaan. “Setelah ini untuk rumah sakit kita menuju ke Rumah Sakit Fatmawati yang di mana sudah kita mintakan keterangan juga klarifikasinya. Keterangan dari Rumah Sakit Fatmawati bahwa kondisi saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” katanya.

Polisi juga memastikan tidak dilakukan autopsi lantaran keluarga korban tidak menghendakinya. Penyidik menilai alat bukti yang terkumpul sudah mencukupi.

Barang Bukti dan Penghentian Penyelidikan

Selain rekaman CCTV, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP untuk diuji di Laboratorium Forensik Mabes Polri. Salah satu barang yang sempat menjadi sorotan publik adalah sebuah tabung berwarna pink. Penyidik juga melakukan pemeriksaan DNA dengan melibatkan keluarga korban guna memastikan kepemilikan barang-barang yang ditemukan di lokasi kejadian.

Dengan seluruh hasil penyelidikan tersebut, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan akhirnya memutuskan untuk menghentikan penyelidikan karena tidak ditemukan unsur pidana dalam kematian Lula Lahfah. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menimbulkan polemik yang dapat menambah beban keluarga korban,” kata Iskandarsyah.


Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *