Aksi Thales Lira Mengamuk di Lapangan, Bung Binder Kritik Perilaku Rizky Ridho

Hartono Hamid
4 Min Read

Peristiwa Viral di Lapangan Sepak Bola

Sebuah peristiwa menarik terjadi dalam pertandingan antara Persija Jakarta melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Minggu, 5 April 2026. Aksi yang memicu viral di media sosial adalah saat Thales Lira, pemain Persija Jakarta, marah kepada kapten timnya, Rizky Ridho.

Peristiwa ini terjadi ketika pertandingan memasuki babak kedua. Para pemain Persija Jakarta bermain dengan intensitas tinggi. Namun, keadaan menjadi sulit bagi tim setelah Jordi Amat mendapat kartu kuning kedua dan dikeluarkan dari lapangan lima menit awal babak kedua.

Tidak lama kemudian, Thales Lira melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Bhayangkara FC dan menerima kartu kuning. Rizky Ridho mencoba menegur Thales Lira agar lebih tenang, mengingat Persija Jakarta kini bermain dengan 10 pemain. Jika Thales Lira juga terkena kartu merah, akan sangat merugikan tim.

Namun, Thales Lira tampak tidak terima dengan teguran Rizky Ridho dan langsung marah. Aksi ini tertangkap kamera dan menjadi sorotan publik, serta viral di jagat maya.

Bung Binder, seorang pengamat sepak bola Tanah Air, memberikan komentar tentang aksi Thales Lira tersebut. Ia mengungkapkan keheranan bahwa pemain Persija Jakarta bisa marah kepada kapten tim sendiri.

“Dan saya bingung loh, Thales Lira ini bisa marah dengan kapten tim yaitu Rizky Ridho,” ujarnya dengan penuh keheranan. Menurut Bung Binder, para pemain Persija Jakarta mudah terpancing emosi.

Laga tersebut dimenangkan Bhayangkara FC secara dramatis dengan skor 3-2. Gol-gol Bhayangkara FC diciptakan oleh Moussa Sidibe (28′ dan 90+4′) serta Dendy Sulistiawan (86′). Sementara itu, dua gol Persija Jakarta dicetak oleh Rayhan Hannan (1′) dan Fabio Calonego (62′).

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Pertandingan dimulai dengan Persija Jakarta langsung menekan. Tidak sampai satu menit, Rayhan Hannan mencetak gol pertama untuk Persija Jakarta. Sundulan dari Allano Brendon berhasil melewati kiper Bhayangkara FC.

Ketinggalan 1-0, Bhayangkara FC mencoba balik menyerang, tetapi masih bisa dibendung. Persija Jakarta semakin percaya diri dengan beberapa peluang yang tercipta. Meski begitu, gol belum tercipta hingga menit 27.

Bhayangkara FC akhirnya mencetak gol penyama skor melalui Moussa Sidibe. Skor menjadi 1-1. Hingga peluit akhir babak pertama, skor tetap imbang 1-1.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC langsung menekan. Menit 47′, Jordi Amat harus keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Kondisi ini membuat Persija Jakarta kesulitan karena hanya bermain dengan 10 pemain.

Menit 61′, Persija Jakarta mencetak gol lewat tendangan Fabio Calonego. Skor berubah menjadi 1-2. Bhayangkara FC terus menekan dan pada menit 80′, Dendy Sulistyawan mencetak gol penyama skor. Skor menjadi 2-2.

Pada menit 90+5′, Moussa Sidibe mencetak gol kemenangan untuk Bhayangkara FC. Skor akhir menjadi 3-2 untuk kemenangan Bhayangkara FC.

Susunan Pemain

Bhayangkara FC

Pelatih: Paul Munster

Kiper: Aqil Savik

Belakang: Moises Wolschick, Nehar Sadiki, Vinicius Leonardo da Silva

Gelandang: Frengky Missa, I Putu Gede Juni Antara, M Ichsan, Wahyu Subo Seto (C)

Penyerang: Bernard Doumbia, Privat Mbarga, Moussa Sidibe

Cadangan: Ilija Spasojevic, Dendy Sulistyawan, Awan Setho Raharjo, Ryan Kurnia, Ginanjar Wahyu Ramadhani, Sho Yamamoto, Fareed Sadat, Sani Rizki Fauzi, Rakasurya Handika Aryabagasakti, Firza Andika, Muhammad Ferarri

Persija Jakarta

Pelatih: Mauricio Souza

Kiper: Cyrus Margono

Belakang: Dony Tri Pamungkas, Jordi Amat, Paulo Ricardo, Rizky Ridho (C), Thales Lira

Gelandang: Fabio Calonego, Jean Mota, Rayhan Hannan

Penyerang: Allano Brendon, Gustavo Almeida

Cadangan: Andritany Ardhiyasa, Dia Syayid Alhawari, Arlyansyah Abdulmanan, Aditya Warman, Van Basty Sousa e Silva, Bruno Nunes de Barros, Alaaeddine Ajaraie, Shayne Elian Jay Pattynama, Eksel Timothy Joseph Runtukahu, Muhammad Fajar Fathurrahman, Witan Sulaeman


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *