Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita di Jakarta Utara
Polres Metro Jakarta Utara kini tengah menangani dugaan penipuan yang dilakukan oleh wedding organizer (WO) bernama Ayu Puspita. Kasus ini bermula setelah resepsi pernikahan di Gedung Pelindo Tower, Jakarta Utara, berantakan karena katering tidak hadir meskipun korban telah membayar sebesar Rp82 juta.
Awal Kecurangan Terungkap
Kasus ini awalnya dilaporkan oleh korban berinisial SOG ke Polres Jakarta Utara pada 6 Desember 2025. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/2334/XII/2025/Resju/PMJ. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyatakan bahwa para terlapor dalam kasus ini adalah APD selaku direktur WO serta empat stafnya, yakni HE, BDP, DHP, dan RR.
Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan sesuai Pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Penipuan terungkap setelah sebuah resepsi pernikahan di Pelindo Tower berantakan karena hidangan yang dijanjikan tidak disediakan.
Korban Mengalami Kerugian Besar
Padahal, korban telah melunasi biaya sebesar Rp82.740.000 ke rekening Wedding Organizer tersebut atas nama Ayu Puspita Dinanti. Menurut Onkoseno, pihak WO tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Setelah kasus ini viral, sebanyak 87 korban lain melapor mengalami kerugian serupa. Para korban berasal dari berbagai profesi, termasuk pegawai swasta, ASN, hingga anggota Polri.
Proses Penyelidikan dan Penahanan
Polisi telah memeriksa saksi, menahan para terlapor, serta menyita sejumlah barang bukti berupa bukti transfer, percakapan WhatsApp, data katering, dan panduan acara pernikahan. Tindak lanjut mengamankan para terlapor, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, menyita barang bukti berupa transfer, print out Whatsapp, data catering, dan panduan acara pernikahan.
Kondisi Acara yang Berantakan
Sebelumnya, kisah pilu datang dari sejumlah pasangan pengantin yang menggunakan jasa WO Ayu Puspita, viral di media sosial. Resepsi pernikahan mereka di Jakarta pada Sabtu (6/12/2025) berantakan karena katering tidak hadir. Hal itu memaksa keluarga dan tamu memesan makanan dadakan melalui GoFood.
Nana, sepupu salah satu korban, menceritakan suasana pesta yang semestinya bahagia berubah mencekam. Awalnya acara di gedung Jakarta berjalan normal. Namun ketika resepsi dimulai, tidak ada satupun hidangan yang tersaji untuk tamu.
GoFood Jadi Penyelamat Darurat
Dalam upaya darurat, keluarga memesan makanan melalui aplikasi GoFood. Hidangan datang secara seadanya, mulai dari kebab hingga pizza, namun tidak cukup untuk semua tamu. Situasi ini membuat pengantin meneteskan air mata di panggung, sedangkan orang tua keduanya terlihat sangat tertekan.
Keluarga akhirnya inisiatif Go Food dadakan apapun sebisanya. Jadi datang makanan kebab, pizza begitu. Tetapi nggak cukup tamunya cukup banyak. Situasi tersebut membuat suasana acara berubah tegang. Kedua mempelai yang semestinya berbahagia justru menangis di panggung karena masalah itu.
Viral dan Lapor Polisi
Kasus ini menjadi heboh di media sosial setelah beberapa pengantin lain yang menggunakan jasa WO Ayu Puspita pada tanggal sama melaporkan ketidakprofesionalan pihak WO. Video penangkapan Ayu Puspita ramai diperbincangkan di Instagram @jabodetabek24, yang menunjukkan beberapa korban mengerubungi Ayu di kantor polisi.
Ayu Puspita menjelaskan bahwa ia menggunakan perlengkapan dekor miliknya sendiri dan hanya membayar pekerja, tanpa melibatkan vendor katering. Sementara itu, salah satu korban bernama Samuel mengaku telah membayar WO sebesar Rp 82 juta untuk pesta di Gedung Pelindo, namun acara berantakan dan tamu pulang lebih awal.
Peringatan bagi Calon Pengantin
Samuel juga mengungkap bahwa dirinya telah memesan villa dan tiket pesawat untuk bulan madu, namun kini harus fokus menangani kasus penipuan ini ke pihak kepolisian. Kisah ini menjadi peringatan bagi calon pengantin untuk selalu berhati-hati dalam memilih penyelenggara pernikahan, serta memastikan kontrak dan layanan benar-benar jelas sebelum membayar.