Kehilangan Olen: Detik-Detik Penemuan Jasad dan Perjalanan Karier Seorang Pramugari
Postingan terakhir Florencia Lolita Wibisono sebelum kecelakaan pesawat ATR 42-500 kini menjadi sorotan. Sebelum pesawat milik Indonesia Air Transport itu jatuh, Florencia Lolita Wibisono atau yang akrab disapa Olen sempat memposting video di akun TikTok-nya. Pada video itu, Olen melambaikan tangannya ke arah kamera. Bahkan pada video lain, Olen seolah mendeskripsikan kepergiannya, yakni “jatuh dari langit”. Kini jasad Olen telah ditemukan, yakni tersangkut di sela-sela pohon lereng gunung Bulusaraung sekitar pukul 14.00 WITA.
Detik-Detik Penemuan Jasad Florencia Lolita
Saipul Malik dari Tim Arai Sulses adalah sosok pertama yang menemukan jasad Florencia. Saipul Malik menemukan tubuh korban ketika menyisir lereng gunung di bawah cuaca kabut tebal dan hujan. Ia bertaruh nyawa lantaran jalur licin akibat hujan. Sekitar pukul 14.00 WITA, Saipul Malik menemukan tanda-tanda tak biasa di posisinya. Sekitar 100 meter dari titik kepala pesawat, Saipul melihat pohon-pohon yang patah dan batu-batu pecah, seperti habis kejatuhan sesuatu. Punya feeling yang kuat, Saipul bergerak perlahan mendekat ke titik tersebut. Ia memperlebar penyisirannya ke sisi kanan. Firasatnya pun terjawab di jurang pegunungan Bulusarang.
“Saya identifikasi kemungkinan ada (mayat), saya agak nyisir ke lereng sebelah, ada di situ saya dapat (korban),” jelasnya. Korban ditemukan dalam kondisi terbujur, tersangkat di sela pohon. Saipul awalnya belum berani langsung mendekat. Ia menanti terlebih dahulu personil SAR yang lain. Saat didekati bersama yang lain, ia melihat dengan jelas nametag masih terpasang di pakaian korban.
“Begitu abang dan teman-teman Basarnas dan yang lainnya datang, kita dekati, fix perempuan dan masih ada nametag,” jelas dia. Saipul mengatakan kalau nametag itu masih jelas terlihat dan tidak tergores sehingga membuat namanya kabur. “Ada, nametag-nya masih ada namanya,” ucapnya. Namun Saipul belum dapat memastikan identitas korban. Tulisan di nametag itu pun hanya ia baca sekilas. “Seingat saya tertulis Florencia,” kata Saipul lagi.
Ketika ditemukan, korban mengenakan seragam ATR 42-500 berwarna hitam, dipadu dengan celana jins dan sepatu kets hitam. “Bajunya masih uniform ATR,” tambahnya.
Sosok Florencia Lolita Wibisono
Saat kejadian, Florencia berusia 32 tahun dan sedang menjalankan tugas perjalanan dinas dari Yogyakarta ke Makassar. Olen berasal dari keluarga berdarah Manado. Ibunya berasal dari Kendis, Minahasa, Sulawesi Utara, dan dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan putrinya. Menurut kerabat, Olen selalu menjaga komunikasi dengan keluarga, terutama saat ibunya sakit. Ia diketahui rutin menelepon dan memastikan keluarganya selalu mendapat kabar darinya.
Dari sisi pendidikan, Florencia menempuh studi Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta. Ia mengawali kariernya di dunia penerbangan dengan PT Wings Abadi Airlines, dan telah mengabdi selama lebih dari 14 tahun. Selama kariernya, Olen menekankan filosofi bahwa perjalanan sama pentingnya dengan tujuan, dan selalu memperhatikan keselamatan serta kenyamanan penumpang. Florencia sempat mengikuti pelatihan manajer pramugari selama delapan bulan pada 2025, serta bertugas sebagai instruktur pemeriksa perusahaan pramugari sejak 2012 hingga 2025.
Ia dikenal sangat profesional dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya, selalu memastikan prosedur keselamatan dijalankan dengan baik. Olen juga aktif mengembangkan kemampuan komunikasi dan layanan pelanggan untuk menciptakan pengalaman penerbangan terbaik bagi penumpang. Menurut kerabat, Florencia adalah sosok yang hangat, penyayang, dan selalu peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Tante dan sahabatnya menceritakan bahwa Olen penuh perhatian dan selalu meminta doa sebelum menjalani perjalanan dinas.
Kehilangan Olen membuat keluarga terpukul, apalagi diketahui bahwa ia akan segera menikah, meski tanggal pastinya belum diungkapkan. Florencia dikenal sebagai pramugari yang telaten, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia memandang kesuksesan dalam kariernya dari umpan balik positif penumpang dan loyalitas yang tercipta selama perjalanan. Selama bertugas, ia selalu siap menghadapi situasi darurat dan memberikan bantuan secara cepat. Kepribadian Olen yang hangat dan profesional membuatnya disayangi rekan kerja maupun penumpang. Keluarga dan kerabat masih berharap mukjizat, agar Florencia ditemukan dalam keadaan selamat.