Penangkapan Gembong Narkoba Dewi Astutik di Kamboja
BNN RI bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dengan dukungan kepolisian Kamboja, berhasil menangkap gembong narkoba internasional Dewi Astutik alias “Mami” di Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan ini merupakan hasil dari pengejaran panjang terhadap buronan penyelundup dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang sempat berpindah-pindah ke berbagai negara untuk menghindari kejaran aparat.
- Penangkapan Gembong Narkoba Dewi Astutik di Kamboja
- Kesulitan dalam Proses Penangkapan
- Pemeriksaan Intensif untuk Bongkar Jaringan
- Peran Dewi dalam Jaringan Narkoba
- Rekrutmen Kurir Narkoba oleh Dewi Astutik
- Identitas dan Jejak Dewi Astutik
- Status Dewi Astutik sebagai Buronan Internasional
- Penangkapan dan Pengembalian ke Indonesia
Penangkapan dilakukan saat Dewi sedang dalam perjalanan menuju lobi sebuah hotel. Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa operasi ini mendapat dukungan penuh dari Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI yang berperan penting dalam pemetaan pergerakan lintas negara serta koordinasi regional.
Kesulitan dalam Proses Penangkapan
Suyudi tak menampik bahwa pengejaran terhadap Dewi membutuhkan waktu panjang karena pelaku terus berpindah dari satu negara ke negara lain. Ia menjelaskan keberhasilan operasi merupakan hasil kolaborasi berbagai institusi dalam dan luar negeri. Yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama tadi yang saya sampaikan, kita bisa menemukan titik yang bersangkutan sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dan pemerintah Kamboja.
Pemeriksaan Intensif untuk Bongkar Jaringan
BNN memastikan proses hukum tidak berhenti pada penangkapan pemimpin jaringan. Dewi Astutik selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara. Dewi disebut sebagai aktor intelektual kasus penyelundupan dua ton sabu yang digagalkan pada Mei 2025, serta terhubung dengan sejumlah kasus narkotika besar tahun 2024 melalui jaringan Golden Crescent.
Peran Dewi dalam Jaringan Narkoba
Peran Dewi dalam jaringan ini mencakup pengambilan hingga distribusi berbagai jenis narkotika seperti sabu, kokain, hingga ketamin ke kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Ia juga diketahui bagian dari jaringan narkoba Fredy Pratama asal Kalimantan. BNN menegaskan bahwa penindakan tidak berhenti pada penangkapan, tetapi akan berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir.
Rekrutmen Kurir Narkoba oleh Dewi Astutik
Pada awal Mei 2025, Dewi Astutik yang memiliki nama asli berinisial PA ini kembali disorot setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 2 ton sabu-sabu senilai Rp 5 triliun dari KM Sea Dragon Tarawa di perairan Karimun, Kepulauan Riau. Dewi Astutik tidak hanya menjadi master mind di kasus penyelundupan 2 ton sabu di kapal Sea Dragon Tarawa, tapi juga di kasus-kasus besar lainnya. Dengan identitas palsunya, PA telah merekrut 110 orang Indonesia untuk menjadi kurir narkoba di luar negeri.
Identitas dan Jejak Dewi Astutik
Dewi Astutik merupakan warga Jawa Timur dari identitas berupa fotocopy KTP maupun paspor. Dalam identitas kependudukannya, Dewi Astutik beralamat di Dukuh Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Namun, ketika ditelusuri jejak Dewi Astutik sesuai alamat yang beredar di medsos, hasilnya nihil. Tidak ada nama Dewi Astutik di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong.
Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, mengatakan nama Dewi Astutik tidak ada di dusunnya. “Nama Dewi Astutik tidak ada. Tetapi alamat itu memang warga sini. Fotonya juga kenal,” ungkapnya. Menurut Gunawan, sesuai KTP maupun paspor, warga mengenalnya dengan nama PA. Perempuan itu, disebut bekerja di luar negeri. Diduga, nama PA ini mengganti namanya menjadi Dewi Astutik.
Status Dewi Astutik sebagai Buronan Internasional
Menurut data dari BNN, Dewi Astutik sudah menjadi pimpinan jaringan ini. Namun, dia yakin Dewi bukan pimpinan tertinggi karena hasil analisisnya, dia terhubung dengan sindikasi di Afrika yang beroperasi di wilayah Thailand dan semenanjung Malaya. Selain itu, Dewi Astutik juga diduga menjadi bagian dari sindikat yang ditangkap di Adis Ababa (Ethiopia).
Penangkapan dan Pengembalian ke Indonesia
Setelah diamankan, Dewi langsung dibawa ke Phnom Penh untuk proses interogasi dan verifikasi identitas sebelum dipulangkan. Pada Selasa (2/12/2025) sore, tersangka dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang, Banten, untuk menjalani proses hukum.